Aku dan Lautan Manusia di Hari Pertama Jazz Traffic Festival 2015

"Buleek. Jadi mau nonton jazz traffic ?"
Berawal dari sebuah chat yang menghampiri akun line ku di siang bolong nan panas. Siapa lagi kalau bukan dari Septian Yudha, teman SMA bukan satu sekolah xixixi. Hanya dia yang suka manggil aku bulek -___-. Kita jadi akrab karena saat SMA kita sama-sama anggota organisasi lingkungan : Tunas Hijau. Dan dari beberapa teman Brandal Tunas Hijau, aku hanya dekat dengan dua teman : Septian dan Oneman. Ga tau ya kenapa, mungkin ini yang disebut chemistry pertemanan.

Septian memberikan tiket nonton jazz traffic festival gratis khusus buat aku (--katanya--). Beneraaan? Baik sekali diaaa. Tapi, sayangnya hanya satu tiket, orang lain ya harus bayar (yaiyalah tiket seharga +/- 300k mau banyak dibagi gratis, rugi dong nanti penyelenggaranya hehe). Daripada sendirian diacara lebih baik asik-asikan bareng kan. Aku berencana mengajak adikku dong karena sedang tak ada pacar yang bisa diajak kemana-mana xixi. Sekali lagi aku menerima kebaikan Septian, dia memberi harga 1/3 dari harga normal. Senengnyaaa~


Dan tibalah hari Sabtu yang ditunggu..
Berangkat setelah sholat dhuhur ke Grandcity dan sesampainya disana, parkir motor PENUH. Beruntung akhirnya kami dapat parkir lega dekat gate parkir keluar. Jalan dipercepat agar tidak membuang waktu dan naik lift menuju lantai G. Benar-benar ini sungai manusia ada dalam lift.



Pemeriksaan tiket, scan barcode dan pemakaian gelang (tanda mengikuti acara Jazz Traffic seharian) harus dilakukan sebelum mengikuti acara. Setelah prosedur tersebut selesai dilakukan, kami menuju Exhibition hall untuk melihat pertunjukan pertama acara Jazz Traffic ini : penampilan DD Kids. Sebelum masuk ke Exhibition hall, kami foto-foto dulu di booth Jazz Traffic Festival.


Muka akuh kenapa kayak orang sakit xD

Menyontek dari leaflet Jazz Traffic 2015, DD Kids adalah band asal Semarang yang terbentuk pada tahun 2009 ketika personilnya masih pelajar di Sekolah Dasar. Wow, bro, usia segitu sudah kepikiran untuk bermain musik, kalau aku di usia segitu masih asyik mengikuti alur pengetahuan buku pelajaran. Pada awalnya mereka memilih aliran rock, namun setelah Rivel bagian Saxophone bergabung, DD Kids mengubah aliran menjadi musik jazz hingga sekarang. Lagu yang dibawakan adalah lagu buatan mereka sendiri (karena ga seberapa tahu dan kenal, jadi judulnya pun ndak tau juga hehe). Kemudian mereka mengakhiri performa dengan lagu Uptown Funk yang diperkenalkan oleh Mark Ronson featuring Bruno Mars (nah ini baru tau lagunya). Uniknya lagu pop setengah disco ini diubah menjadi pop setengah jazz oleh DD Kids. Otomatis kita semua ikut bergoyang dong.

Yah, sayang sekali ga keliatan vokalis DD Kids nya

Selesai melihat DD Kidz, kami sholat Ashar di mushola lantai 2. Kemudian kami memutuskan jalan-jalan dan makan yang manis-manis dulu (ice cream and oreo smoothies nyamm) sambil menunggu penampilan Hivi di Outdoor Parking Area.

Nah, yang belum tau tentang Hivi. Hivi adalah grup band yang lahir pada tahun 2009, mengeluarkan album "Say Hi! To HiVi!" pada tahun 2012, dan single terbaru "Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi" pada April 2015 membuat Hivi menjadi band idola baru di kalangan remaja (karena aku suda ga remaja lagi, aku jadi sedikit tidak berminat ketika sang adik bilang : mbak, liat hivi ya, ganteng-ganteng personilnya. Untungnya lagu-lagunya groovy banget, jadi bisa buat aku stay lebih lama hihi).


Pas lagi asyiknya Selfie, tiba-tiba Septian datang dari arah belakang, mengagetkan kami dengan mengambil handphone aku dengan sigap sambil bilang, "sini sini tak fotoin ae". Dan akhirnya, entah aplikasi apa yang tertekan, hasil fotonya seperti ini..


Kita ngobrol suebentar banget karena dia harus balik mobile. Anyway, trims ya Sep uda motoin kami xD.

Oya, kebetulan hari ini Dea Hivi tidak dapat hadir karena persiapan kuliahnya ke Jepang. Jadi si cantik Ify lah yang menggantikan Dea. Warna suara mereka pun tidak jauh berbeda. Malahan kok lebih bagus suaranya Ify yaa hihihi. Apalagi ketika menyanyikan lagu "Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi".

Sumber : Hivi Fans

Sumber : Hivi Fans

Berakhir pula penampilan Hivi dan kami siap-siap masuk ke gedung Grandcity untuk sholat.

Tetep ya, sholat itu tak boleh ditinggalkan walau sesibuk apapun kita. Setelah penampilan Hivi selesai, kami naik lagi ke lantai 2 untuk sholat Maghrib. Setelah sholat, kami turun kebawah dan melewati "lagi" gate depan untuk masuk dalam acara. Sebenarnya ini tidak efektif : apabila keluar untuk sholat bahkan ke kamar mandi pun, dan ingin kembali ke acara, kita diwajibkan turun ke lantai G kemudian melewati gate depan lagi. Mengingat penonton acara jazz traffic ini tidak hanya anak muda. Kan kasian juga, bapak-bapak dan ibu-ibu yang berusia lanjut, harus naik turun kemudian jalan jauh menuju gate agar bisa masuk kembali mengikuti acara jazz traffic. Semoga penyelenggara acara menemukan solusi keluhan dari penonton berusia lanjut ini dan tahun depan mereka dapat menikmati acara tanpa keluhan. Semoga juga tahun depan ibu dan bapak aku bisa ikut nonton acara musik jazz ini, aamiin. My mom and my daddy love jazz music so much.

Bubu Giri! I'm your biggest fans!

Awwkaaayy.. Bubu Giri time! Mereka berhasil menarik suara dan antusias penonton dengan suara Bubu yang nge-jazz banget PLUS kemahiran Giri memainkan solo gitar nya. Kami datang saat mereka membawakan lagu mereka sendiri berjudul "Copycat" yang katanya terinspirasi dari Michael Jackson dan Beyonce. Tapi sungguh, aku cinta banget sama personalitas dynamic duo vocal guitar asal Bandung ini. Musik jazz yang mereka bawakan sangat centil dan apik. Yang aku ingat ada lirik : I never worry I got music everyday, ku melangkah dengan pasti penuh percaya diri, melewati hari-hari walau kadang ku sendiri, walau tak secantik bidadari tak seperti selebriti, tapi lihat aku selalu happy dengan gayaku sendiri, lihat aku sdisini selalu happy selalu sexy, I never worry I got music everyday, I don't have a lot of cash, No I don't look like a super model, But that's okay I love the way I am now, I just need to put my headphones on, Music on my head music in the air, Cause everything is gonna be alright now, I never worry I got music everyday.

Setelah Bubu Giri performance usai, kami segera berlari ke lantai 3 untuk lihat band jazz asal Perancis : Eric Legnini Trio. Masuk ke Conventional hall dan dapat tempat duduk kanan tengah. Melihat langsung kekompakan mereka, aku makin jatuh cinta dengan musik jazz funk yang mereka bawakan. Formasi Trio yang bertemu di satu panggung Festival Jazz Vilette 2014 di Paris ini : Eric Legnini pada piano elektrik Fender Rhodes, Romeo pada bass, dan Franck Agulhon pada drum,, mampu menarik riuh tepuk tangan para penonton di akhir acara. Aku pun tak ingin ketinggalan memberikan tepuk tangan paling meriah untuk mereka.

Sumber : jazztraffic.com | Akibat terlalu asyik mendengar musik mereka, aku jadi lupa tidak mengabadikan foto mereka

Usai performance Trio asal Perancis, kami memutuskan untuk tidak beranjak dulu, sayangnya seseorang yang memakai seragam bertuliskan force guard meminta kami untuk segera keluar karena stage akan dibersihkan. Akhirnya kami keluar dan segera loncat (lewat eskalator hehe) ke Outdoor Parking Area untuk lihat aksi Lady drummer cantik : Jeane Phialsa.

Jeane Phialsa atau yang lebih dikenal dengan nama Alsa, bersama dengan Alvin Lubis pada piano; Reno Revano pada bass dan Karty Rosen pada gitar membawakan alunan musik jazz ciptaan Alsa. Dia bercerita bahwa membuat album ini hanya dengan modal nekat, karena dia hanya seorang drummer. Kenyataannya bagi penikmat musik jazz dan bagiku pribadi, modal nekatnya ini benar-benar menghasilkan antusias dan menambah pengetahuan. Sekitar 4 lagu yang dibawakan oleh Alsa Quartet ini. Lagu pertama berirama semangat dengan beat sedang namun tetap membuat pendengar ikut menghentakkan kaki dan manggut-manggut. Lagu kedua berjudul Jungle Trip, energik dan berisi iramanya, aku suka bangett. Lagu ketiga berjudul Grow With You, bernuansa romantis, "sayang ga ada yang gandeng tanganku kak", kataku ketika dia bilang, "Sekarang memasuki zona romantis. Yang bersama pacarnya bisa gandeng tangan pacarnya". Wkwkwkwk. Dan terakhir, hentakan drum Alsa membuat penonton (khususnya aku) ikut manggut-manggut bahkan ingin loncat (karena malu akhirnya ga jadi) mengikuti musik beat nya yang rancak.

Penampilan Lady Drummer yang suka senyum : Alsa

Sumber : Alsa Fans

Alsa Quartet selesai, dan ini yang paling aku tunggu : duet bapak-anak Indra Lesmana dan Eva Celia. Ternyata tidak hanya aku yang menunggu, ratusan bahkan mungkin ribuan manusia padat berkumpul didepan Exhibition hall untuk naik eskalator menuju lantai 3/Conventional hall. Sepertinya butuh waktu untuk kami bisa naik eskalator. Sambil menunggu, kami masuk ke Exhibition hall untuk melihat performance Syaharani & Firequeenworks sebentar. Wow, sepintas penampilan Syaharani mirip dengan Lady Gaga yang sedang membawakan lagu jazz.

Sumber : jazztraffic.com

Karena aku tidak terlalu interest, akhirnya aku menarik si adik (yang sedang asyik lihat Syahrini #ehsalah Syaharani) untuk naik ke atas lihat penampilan Indra Lesmana dan Eva Celia.

Dan sesampainya di Conventional hall, kami tak dapat tempat untuk duduk, bahkan untuk berdiri di pintu masuk pun masih berdesak-desakan. Benar-benar ini adalah lautan manusia. Aku ga ngoyo seperti orang-orang dibelakang yang suka dorong-dorong ini. Akhirnya aku keluar dan memutuskan untuk pulang saja karena sudah lewat jam malam. Padahal masih ada Berry Likumahuwa yang akan membawakan lagu linkin park yang di-jazz-in, tapi ya sudahlah ini uda hampir jam 10 malam juga, anak gadis harus pulang cepat.


Hari ini adalah hari yang menyenangkan!
Walau hanya bertemu sebentar dengan Septian (karena dia harus bertugas mobile), tidak bertemu dengan Oneman (karena dia sibuk di backstage Exhibition hall) dan tidak bertemu dengan mas Eby (teman KKN yang cinta banget sama musik jazz). Tapi hari ini kami bertemu dengan seseorang yang tak terduga : sepupu (dari keluarga Ibu) paling kecil yang tinggal di Malang bernama Nuril atau yang biasa kami panggil dedek (padahal postur tubuhnya kini uda ga seperti dulu, si anak kecil laki-laki yang imut-imut). Lucunya, si dedek dan pacarnya (yang masih bingung melihat kami) ini menyalami aku dan adikku pakai dicium. Aduh dek, kayak kami uda tua aja -___-

Dari 19 musisi yang tampil hari ini, kami hanya menonton 7 musisi. Semuanya tampil maksimal dan patut di acungi 9 jempol (pinjam jempol teman).

Terima kasih banyaaakk untuk Septian yang telah membelikan aku tiket Jazz Traffic Festival 2015. Kalau seandainya dia berfikiran membelikan sahabatnya yang lain, mana mungkin anak laut seperti aku bisa nonton musisi jazz favorit...

Terima kasih juga buat radio Suara Surabaya yang telah me-retweet tweet dari aku, jadi nambah deh followers baru hehe. Ternyata senang juga ya berbagi berita melalui twitter layaknya blogger lain. Maklum deh, dulunya aku ini ga suka mengabaikan kesenangan didepan mata hanya untuk mentelengin layar gadget. Sekarang jadi suka? Ga juga, aku hanya ingin jadi diri sendiri. Sesekali saja ya pentelengin twitter untuk jadi pemberi berita langsung dari lokasi lalu tulis berita selengkapnya di limaura.com ;)

Sampai jumpa di Jazz Traffic Festival 2016 !!!

Review | Peeling dan Masker, Produk Mustika Ratu

Terkadang saya mengabaikan penampakan wajah dan kulit karena seringnya saya berkegiatan di lapangan. Lagipula, yang sangat dibutuhkan ketika berada di lapangan adalah skill, experience, otak dan kerjasama tim,, dan bukan hal-hal yang berbau kecantikan. Spontan saya flashback kebelakang. Beberapa tahun lalu saya tidak pernah meremehkan hal-hal kecantikan diri, tapi kini berubah 180 derajat.

Saya berfikir kembali, wanita sudah seharusnya bekerja multitasking. Walaupun kegiatan banyak sekali dilakukan dibawah matahari, namun sebagai wanita, tubuh dan wajah kita layak mendapatkan berbagai perawatan. Sang ibu pun menyuruh saya agar melakukan perawatan wajah karena kulit wajah anak sulungnya ini berubah warna menjadi coklat eksotis, pun ditambah ada noda hitam di pipi. Karena saya tidak suka yang lebay, saya hanya melakukan perawatan wajah dengan peeling dan masker setiap dua kali seminggu (sesuai dengan petunjuk dalam kemasan). Itupun kalau ingat hehehe, kalau engga ya setiap hari Sabtu atau Minggu harus di alarm pengingat agar melakukan perawatan wajah yang demikian simpel ini.

Pada saat kulit wajah menjadi coklat, saya tidak segera melakukan perawatan wajah. Saya memang anak sulung yang bandel. Akhirnya sang ibu tersayang membelikan sebuah tube 125 gram Masker Bengkoang produk Mustika Ratu. Pada saat dipakai hingga hampir habis, wajah saya belum merasakan manfaatnya. Setelah saya browsing, agar perawatan wajah jadi maksimal, sebelum memakai masker, kulit mati dan kotoran wajah sebaiknya dibersihkan terlebih dulu dengan peeling.


Jadi, saya fix memilih beberapa produk dari Mustika Ratu untuk wajah, yakni bubuk Peeling Mundisari 15 gram, bubuk Masker Bengkoang 15 gram serta Air Sari Mawar Putih 150 ml untuk merawat wajah tiap minggunya. Tak disangka, saya sudah menggunakan produk Mustika Ratu ini selama hampir 2 tahun. Halusnya dan cerahnya kulit karena memakai produk ini, membuat saya tak ingin beralih ke produk yang lain.

Peeling Mundisari
Peeling Mundisari terbuat dari ekstrak daun kemuning (Murraya exotica), ekstrak klabet (Fenugreek), Serbuk Temugiring (Curcuma heyneana), Oryza sativa Starch, dan Methylparaben.


Bahan-bahan ini telah melembutkan kulit serta mengangkat komedo dan sel kulit mati dari kulit wajah saya. Produk peeling dari Mustika Ratu ada dua macam, peeling mundisari dan peeling kulit kerang. Saya telah mencoba keduanya. Mulai dari bau, tekstur butiran scrub hingga kenyamanan di kulit, saya lebih memilih peeling mundisari.

Masker Bengkoang
Sejujurnya saya tak ingin kehilangan wajah putih saya hehe, jadi saya lebih memilih masker dengan variant Bengkoang dibanding masker variant lain.


Masker Bengkoang Mustika Ratu dapat mencerahkan wajah serta menyamarkan noda yang terlanjur menetap di pipi saya karena masker ini mengandung umbi bengkoang, akar manis, dan derivat vitamin C.

Cara Pakai

  1. Siapkan bahan (peeling mundisari, masker bengkoang, air sari mawar putih) dan peralatan (tissue, 2 cawan kecil atau wadah, bando penyeka rambut, washlap/handuk kecil)
  2. Seka rambut dengan bando, agar ketika kita melakukan peeling, rambut tidak turun ke wajah sehingga dapat mengganggu proses peeling
  3. Cuci tangan terlebih dulu lalu keringkan
  4. Tuang bubuk peeling secukupnya ke cawan/wadah kecil
  5. Tuang air sari mawar putih sedikit demi sedikit sehingga bubuk peeling berubah menjadi seperti bubur (tidak pekat juga tidak encer)
  6. Aplikasikan bubur peeling ke seluruh wajah hingga leher dengan jari, diamkan hingga setengah kering
  7. Gosok peeling di wajah secara perlahan dengan gerakan memutar
  8. Bilas dengan air hingga bersih, diamkan sebentar
  9. Tuang bubuk masker bengkoang secukupnya ke cawan kecil
  10. Tuang air sari mawar putih hingga bubuk masker basah dan tidak pekat juga tidak encer
  11. Gunakan jari untuk mengoleskan masker ke seluruh wajah dan leher, diamkan hingga kering
  12. Gunakan washlap/handuk kecil yang telah dibasahi air untuk membersihkan masker di wajah dan leher

Nah, saya sudah membagikan rahasia kulit wajah saya. Saya sudah mencoba produk ini selama hampir 2 tahun dan tidak ada efek samping atau dampak negatif terhadap wajah saya. Mau mengikuti jejak saya? :D

Cerita Cinta (based on The Hunger Games Mockingjay Part 2)

Hai. Sudah nonton film The Hunger Games : Mockingjay Part 2? Gimana menurut kalian, bagus? Ada banyak sekali adegan-adegan diluar dugaan yang muncul dan mengagetkan. Arena yang digunakan untuk berperang pun tidak di singgung di adegan sebelumnya sehingga kita tidak bisa memprediksi bagaimana alur selanjutnya. The Hunger Games : Mockingjay Part 2 memiliki ending yang indah : Katniss Everdeen hidup bersama dengan Peeta Mellark di mansion Tanah Suci distrik 12 dan memiliki dua anak. Such as incredible story.


Well, semua adegan dan alur ceritanya sangat bagus, tapi hanya satu hal yang menyentuh hati saya yaitu tentang kisah cinta di film ini. Mungkin bisa dijadikan pelajaran juga.

Tidak diceritakan apakah Katniss dan Gale memiliki hubungan spesial pada awal film sekuel pertama : The Hunger Games. Mereka terlihat seperti sepasang sahabat dibanding sepasang kekasih. Namun saya baru ngeh ketika melihat sekuel kedua : The Hunger Games Catching Fire, dimana Gale begitu cemburu kepada Peeta, karena akting Katniss dan Peeta mengenai pasangan yang kasmaran dari distrik 12 (pada film pertama The Hunger Games) mampu menarik kepercayaan penduduk Capitol dan seluruh penduduk distrik bahkan Gale sekalipun.

Ternyata Peeta menaruh hati terhadap Katniss sejak pertama kali melihatnya kelaparan dijalanan. Perasaan Peeta terhadap Katniss diungkapkan olehnya di film sekuel pertama dan dijabarkan secara lengkap pada film sekuel keempat sekaligus terakhir : The Hunger Games Mockingjay Part 2.

Tidak ada yang bisa mengalahkan arti dari perjuangan. Saya pernah merasakan bagaimana rasanya diperjuangkan seseorang, walaupun pada akhirnya saya yang memutuskan untuk menjauh dari orang itu. Dalam cerita Mockingjay Part 2, Peeta berjuang untuk selalu dekat dan melindungi Katniss, hal inilah yang membuat Katniss luluh dan kemudian menaruh hati pada Peeta.

Dan yang telah menjalin hubungan sangat lama pun ternyata belum tentu berakhir dengan kebahagiaan. Walau Gale telah lama menjalin hubungan dengan Katniss, ternyata jodoh Katniss adalah Peeta bukan Gale. Jodoh memang tidak ada yang tahu ya.

Di film sekuel keempat ini, juga diceritakan tentang pernikahan Finnick dan Anne, pemenang the hunger games dari distrik 4. Sayang sekali Finnick terbunuh oleh mutan air yang dikirim oleh Presiden Snow ketika membantu Katniss dalam rencana menyerang Capitol dan membunuh Snow. Akhir cerita, Anne membesarkan bayi laki-lakinya (dari pernikahan dengan Finnick) dan tinggal di distrik 4.

Guys, yang namanya cinta pasti bisa dibuktikan, tak hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan tindakan tanpa rasa bosan seperti mengalah, memberi, rela berkorban, tidak mementingkan diri sendiri dan bukti-bukti tindakan kasih sayang yang lain. Beberapa nasehat dari beberapa orang panutan seperti : jika cinta nikahilah, cinta tanpa temu fisik hanya akan membawa penderitaan bagi jiwa, dan lain sebagainya. Membuat saya mengerti bahwa cinta dalam islam memang sebaiknya diperjuangkan dan dimiliki, bukan dibiarkan berlalu bagai angin atau mungkin membiarkan waktu yang menjawabnya.

Jadi jodoh itu...? Yang lama menjalin hubungan spesial pun belum tentu berjodoh, yang sudah menikah dan dianggap jodoh pun bisa jadi berpisah baik karena kematian atau perceraian (naudzubillahmindzaliik), namun yang setia dan saling mengasihi lah yang bisa dijadikan pandangan bahwa itu adalah contoh jodoh abadi.

Sekian dulu tulisan dan opini tentang cinta dari wanita yang kaku hehe. Dan untuk teman-teman saya yang sudah dan baru menikah, saya berdoa semoga kalian langgeng terus hingga nanti-nanti. Dan yang belum menemukan jodohnya, tidak perlu khawatir guys, Allah selalu punya rencana yang indah, but you keep looking for jodohnya yaa. Good luck ^^

Peduli Dengan Mangrove? Tak Boleh Berhenti di Penanaman

Penanaman yang dilakukan oleh kelompok tani mangrove wonorejo Rungkut Surabaya berdasarkan lokasi dan tanah, yang nantinya akan disesuaikan dengan jenis mangrove yang akan ditanam. Semisal, penanaman dilakukan di lokasi terluar pantai dan dekat dengan laut, jenis mangrove yang ditanam adalah jenis mangrove Mayor (mangrove sejati) dimana memiliki ciri-ciri akar dan batang yang besar kuat, kuantitas daun lebih banyak dibanding buah, biasanya jenis mangrove mayor hidup berdempetan, mampu mensekresikan air garam, toleran terhadap salinitas tinggi dan mampu membentuk tegakan murni. Jenis mangrove Mayor diantaranya Avicennia alba, Avicennia marina, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorhiza, Ceriops tagal, Lumnitzera littorea, Lumnitzera racemosa, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa dsb.

Kemudian penanaman di zona tengah atau disebut dengan mangrove Minor. Zona mangrove Minor berada dibelakang zona Mayor hingga tepi sungai yang berdekatan dengan muara laut. Jenis mangrove Minor diantaranya Sonneratia casiolarisExoecaria agallocha, Xylocarpus granatum, Phempis acidula, Scyphiphora hydrophyllaceae dsb. Penanaman mangrove tidak perlu dilakukan di daerah Asosiasi, karena daerah ini mangrove tumbuh dengan sendirinya dan membaur dengan jenis tanaman darat lainnya. Contoh jenis mangrove Asosiasi yang sering dikenal masyarakat adalah Acanthus ilicifolius dan Nypa. Data diambil dari Buku Panduan Mangrove di Indonesia (ISBN: 979-606-077-9) dan jurnal Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 2013 (ISBN: 978-602-17001-1-2)


Setelah dilakukan penanaman, kita tidak bisa begitu saja meninggalkan dan membiarkan bibit mangrove tanpa perawatan, walaupun sebelum ditanam bibit mangrove tersebut telah di karantina terlebih dulu. Kita harus terus melakukan monitoring dan pergantian bibit yang rusak karena hama atau sengatan matahari.


Hari ini, saya dan tim mewakili kelompok tani mangrove wonorejo rungkut Surabaya melakukan monitoring bibit Rhizophora sp yang ditanam di laut utara Gresik. Berangkat dari wilayah Greges sekitar pukul 8 pagi dengan diantar perahu milik Pak Toha (ketua kelompok nelayan Greges) dan sekitar 45 menit kemudian sampai di laut utara Gresik (tepatnya di wilayah laut salah satu perusahaan milik negara di Gresik).

Monitoring dilakukan sembari menghitung pertumbuhan dari beberapa sampel bibit mangrove yang mewakili wilayahnya (mengapa yang dihitung hanya perwakilan, karena bibit yang ditanam jumlahnya sekitar lebih dari 500 bibit). Variabel dari pertumbuhan bibit yang dihitung yaitu tinggi batang, lingkar dan diameter batang, jumlah akar, jumlah daun dan jumlah cabang.


Karena jumlah bibit yang ditanam sekitar 1000 bibit dengan 5 sektor dan perusahaan terkait meminta 10 sampel tiap sektor, kami baru selesai tepat jam 2 siang. Panas, sudah tentu. Tapi tidak menyurutkan niat kami untuk memonitoring pertumbuhan bibit mangrove, berharap mereka bisa tumbuh besar dan lebat sehingga nantinya dapat membentuk sebuah ekosistem baru : Ekosistem Hutan Bakau (dinamakan bakau karena dipenuhi oleh satu genus mangrove yaitu Rhizophora sp.).

Jadi teman-teman, jika ada personal atau bahkan instansi yang mengaku telah menanam beribu-ribu mangrove, hal-hal yang patut dipertanyakan adalah apakah mereka hanya sekedar menanam atau ikut menjaga keberlangsungan hidup bibit mangrove? Jika mereka menjawab dan membuktikan (dengan adanya laporan nyata beserta dokumentasi) ikut menjaga keberlangsungan hidup bibit mangrove, mereka adalah pahlawan mangrove :)

KB | See, how cute my turtles are ♥


Hi. Is there any of you have a turtles?

I have, a pair of turtles. They really have and seems love each other, of course they are. They grow together, play together, eat together, sleep together. And you know, the feeling while I watching them sleep is like my stomach fill with flowers and butterflies. So cute!

Caca is my first turtle and Live is the second. Caca has 4 years old in last October. Live reached the age of 4 years in February next year. They are so clever and adorable. I will let you know about them.

When they were still baby
They were so tiny, right? The size of their mouth was not as big as my pinky finger. They moved very fast, even in the water or on the floor.


When she was baby, little Caca had a habit : slept under my turtle doll. She slept as fast as she found the doll, she slept until I came and moved her to her own bed. When she opened her eyes, I just said "sshh ssshh" and caressed her head so her eyes closed, she slept until the next morning.


Although their body was tiny but they ate very well, especialy Live. Live likes ate so much. Caca ate until his stomach full then she did not want to eat anymore. but Live, he ate and ate, looks never feel full.


Look at him. he always can not be patient when looking at the food in front of him (this habit--until now).

Talking about food. I usually give them feed of turtles called "pelet" in Indonesia. Pelet colour is green, small round design and crisp as crackers. And sometimes maybe twice a week, I feeding them with small fish or "caterpillar hongkong".

When they were child, there was an incident. Live disappeared from his bed. I was looking for him for 4 hours around my house but I did not find him. I feel so hopeless and sad. Then I sat on the sofa in the living room, took a deep breath, and my eye still looked at every corner at the house. Suddenly, he came out from behind the sofa and touched my heel. Then he just walked away with the dirt on his body. I just said "Oh my god! This little turtle is mischievous". I must not be careless watching him.

So, I decided to moved their bed beside mine. And this is their behaviour. They like slept under pillow.


Please, have a seat and be ready for adore them. What happens if we turn the camera to the front side. Tadaaa~


Before and after they went to my bed, I always clean them. So do not worry, they as clean as me ;).


When they were sick
I'm so glad and be grateful because until now Caca and Live just once got illness. Caca got sick when his age was not until a year. She got a flu, her nose has phlegm and her eyes could not open. I tried to be calm and took care of her carefully : sunning her under sunshine every morning for fifteen minutes, cleaned up her own bed, cleaned up her body, cleaned up her small pool, communicated with her and feeded her ontime. Even she could not see, she ate very well. I'm so proud of her because she recovered quickly. She is strong turtle.

If our pet got sick but they still want the food, I can predict our pet can be well soon, because the nutrition from food is necessary for the body's healing process. Also, if our pet can be healed with traditional ways, do not rush to give them medicine. Let the immune system in their body work duly. If the disease cannot be healed, we have to go to veterinary, so our pet can get handling from veterinarian.

Live got the same disease as Caca but he did not want to eat as usual. He just jumped and run as he like. And the next day, he did not like being in the water. I'm so worried about his behaviour. He did not like being under sunshine too. Every did sunning under sunshine, he was always running. I did not want him die because of illness. I did not give up. Every night I gave him warm water. If he did not want to eat pelet, so I did not give him pelet. I gave his favourite fish and feeded him with my own hand until he felt full. I did every day until his behavior returned to normal.



They grow together, they love each other
Now, they are so big, so well and adorable. They always show me how to love each other, though sometimes they fight about their food. They clean, they strong and healthy, always waiting for feed time, exploring the house and the garden together, sunning under sunshine together, sleep together. They spend all the time with each other.


Caca grow as a wise and lovely old sister. She always kiss Live and make me jealous. Hhrrgghh. She also like sharing her food with Live (although Live do otherwise). She always take care her young brother, Live.

Live grow as childish and strong turtle. Loves eat and exploring the house. He cannot be separated from his sister. I thought he is dependence on Caca.


I'm so glad having them. I hope they can be live and have a children.


Well, that is live story about my turtles. If you have turtle too, let me know about it, please do not mind to share anything about turtle with me ;)

Speak Up about Mangrove, Dokumentasi Liputan 6 Awards

Karena kegigihan dalam mensosialisasikan konservasi mangrove, bapak Soni Mohson (ketua Kelompok Tani Mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya) memperoleh beberapa penghargaan di berbagai acara baik lokal maupun nasional. Beberapa TV swasta nasional telah meliput kegiatan beliau dan menyiarkan kepada seluruh Indonesia akan pentingnya menjaga kehidupan mangrove. SCTV adalah salah satu TV swasta nasional yang menyelenggarakan acara penghargaan kepada orang-orang yang menginspirasi bangsa Indonesia tiap tahunnya. Dan salah satu kandidat nominasi liputan 6 awards bidang inovasi dan lingkungan hidup diberikan pada bapak Soni Mohson. Berikut behind the scene pengambilan video.

Crew SCTV dan bapak Soni

Hei, this is me, Lisa :)

Ini namanya kak Wisnu



Ketua kelompok nelayan Greges, bapak Toha

Menutup perjumpaan, ada Niko yang berbicara

Berikut video dokumentasi nya


Video ini telah diunggah di website liputan 6. Bisa dilihat disini.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama bagi saya speak up about tanjang putut dan bogem, just simple dialog but karena nervous menghadap kamera jadi terlalu banyak berkata "ini" dan "itu" hihihi maafkan ya.

Dedikasi dan keahlian bapak Soni telah diakui sehingga beliau memperoleh berbagai penghargaan dan seringnya diundang ke berbagai kota, provinsi hingga antar pulau untuk berbagi ilmu. "Memanfaatkan buah dari tanaman mangrove lebih baik daripada menebang pohonnya" adalah keinginan bapak yang setiap kegiatan selalu ditanamkan kepada pendengar setianya. Semoga selalu jaya bapak Soni Mohson dan seluruh lapisan masyarakat bisa turut menjaga, mereboisasi kembali hutan mangrove serta lebih memanfaatkan buah mangrove daripada menebang kayunya.

Kandungan Logam Berat Pada Ikan, Lumpur dan Air Laut Di Wilayah Greges, Teluk Lamong, Surabaya

Ketika ikan kerapu cantang yang dibudidayakan oleh nelayan Greges mengalami kematian massal, selain solusi yang diberikan untuk kesehatan ikan (berupa Immunostimulan dalam vitamin C murni), saya berinisiatif untuk menguji kadar logam berat dan diikutkan pada penelitian saya. Profesor pembimbing saya menyarankan untuk mengadakan penelitian pendahuluan agar tidak terjadi ketimpangan pada akhirnya, yang mungkin bisa saja merugikan bagi nelayan pembudidaya di Greges seperti yang dialami oleh pembudidaya udang di Sidoarjo. Saya menyetujui saran profesor pembimbing yang kala itu menjabat sebagai Dekan 1 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Namun setelah pengambilan sampel untuk uji pendahuluan, terjadi masalah teknis dilapangan sehingga penelitian uji lanjutan tidak diteruskan. Semoga dokumentasi uji pendahuluan yang akan saya paparkan secara sederhana berikut ini bermanfaat ^^

~o~

Untuk memeriksa kondisi suatu perairan apakah tercemar atau tidak, dapat menggunakan bioindikator yang berarti pemakaian organisme hidup sebagai monitor pencemaran. Penggunaan organisme sebagai monitor biologis petunjuk ada tidaknya kenaikan keadaan lingkungan dari garis dasar, melalui analisis logam atau senyawa kimia tertentu yang terdapat dalam hewan atau tanaman. Logam berat yang ada dalam perairan pun akan mengalami proses pengendapan dan akan terakumulasi dalam biota laut yang ada dalam perairan melalui rantai makanan dan akhirnya akan sampai pada manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel yang diambil berupa air laut, sedimen lumpur dan ikan kerapu cantang budidaya.

Dan petualangan kecil dimulai. Pagi hari sekitar pukul 8, saya telah sampai ke rumah pak Toha, ketua dari kelompok nelayan Greges. Beliau bersedia mengantar saya ke tengah untuk mengambil sampel ikan kerapu cantang, sedimen lumpur dan air laut di area budidaya sistem KJA. Kala itu cuaca sangat cerah, angin dan air laut nampak bersahabat. Sepanjang perjalanan menuju keramba, kami di iringi oleh burung kuntul yang sedang mencari ikan untuk sarapannya.

Sembari mengambil sampel, seperti biasa pak Toha mengajak untuk berdiskusi tentang budidaya sistem keramba jaring apungnya, beliau sangat yakin bahwa budidaya ini akan mensejahterakan nelayan kedepannya. Hanya saja kekurangan dari budidaya ini adalah permodalan dan keamanan keramba, kekurangan ini belum didukung sepenuhnya oleh dinas kelautan dan perikanan kota Surabaya. Setelah mengambil sampel, saya berpamitan pulang dan langsung menuju ke balai besar laboratorium kesehatan Surabaya untuk mengujikan sampel yang didapat.

Logam berat yang diuji adalah Tembaga (Cu) dan Cadmium (Cd), mengingat kematian masal disebabkan oleh air laut akibat aktivitas pengerukan lumpur oleh kapal Pelindo III (yang kala itu disaksikan langsung oleh pak Toha dkk) sehingga air laut mengalami pengadukan dan terbawa arus dan angin hingga ke wilayah keramba. Sementara kita semua mengetahui bahwa didalam perairan mengandung zat-zat yang bersifat oportunis maupun zat pencemaran yang bersifat toksik jika tercampur dan terakumulasi.

Bahan pencemaran yang masuk ke dalam air dapat dikelompokkan atas limbah organik, logam berat, dan minyak. Masing-masing kelompok ini sangat berpengaruh terhadap organisme perairan. Logam berat merupakan bahan pencemar yang paling banyak ditemukan di perairan akibat industri dan limbah perkotaan.

Keberadaan logam berat di lingkungan dapat berasal dari dua sumber. Pertama, berasal dari alam dengan kadar di biosfer yang relatif kecil. Keberadaan logam berat secara alami ini tidak membahayakan lingkungan. Kedua, dari antropogenik dimana keberadaan logam berat tersebut diakibatkan oleh aktivitas manusia, misalnya limbah industri pelapisan logam, pertambangan, cat, pembuangan zat kendaraan bermotor, serta barang-barang bekas seperti baterai, kaleng dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan keadaan wilayah Greges dimana banyak galangan kapal yang menghasilkan limbah pelapisan logam.

Polutan yang berisi logam berat berasal dari sungai cenderung bergerak ke arah permukaan laut terlebih dahulu kemudian tertarik oleh gravitasi sehingga menuju ke laut yang lebih dalam. Polutan tersebut lebih banyak terakumulasi pada ikan-ikan yang cenderung bergerak ke permukaan air karena terjadinya proses biokonsentrasi. Logam yang berikatan dengan partikulat tersuspensi akan mengendap ke dasar perairan. Jika dibandingkan dengan air yang berada di atasnya, sedimen dapat mengandung konsentrasi logam yang sangat tinggi. Sehingga selain pengambilan air laut (bagian permukaan) juga dilakukan pengambilan sedimen lumpur dan ikan kerapu cantang dalam keramba.

Tembaga (Cu) adalah salah satu logam berat yang dapat memberikan efek negatif bagi organisme akuatik baik secara fisik maupun hingga tingkat sel. Dampak yang terjadi pada ikan dari pemaparan tembaga, diantaranya menyebabkan perubahan tingkah laku, melemahkan respon elektrik, merusak lamella sekunder pada insang dan banyak penelitian lainnya. Tembaga sendiri banyak digunakan dalam industri metalurgi, tekstil, elektronika dan juga pembuatan cat anti karat (anti fouling), bahan pestisida dan pengendalian makro-invertebrata dalam bidang pertanian, selain itu juga digunakan dalam bahan pengawet kayu, pengolahan air. Toksisitas tembaga (Cu) akan terlihat bila logam tersebut masuk ke dalam tubuh organisme dalam jumlah besar atau melebihi nilai ambang batas (NAB). Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004 nilai ambang batas tembaga (Cu) yang diperbolehkan dalam lingkungan perairan untuk keperluan budidaya adalah ≤ 0,02 mg/l. Sementara menurut NSHWD Australia tahun 2001 konsentrasi maksimum Cu yang diperbolehkan pada tubuh ikan adalah 10,0 mg/kg.

Kadmiun (Cd) banyak digunakan pada beberapa jenis pabrik untuk proses produksinya. Industri pelapisan logam adalah pabrik yang paling banyak menggunakan kadmium murni sebagai pelapis, begitu juga pabrik yang membuat Ni-Cd baterai. Bentuk garam Cd banyak digunakan dalam proses fotografi, gelas dan campuran perak, produksi foto-elektrik, foto-konduktor, dan fosforus. Kadmium asetat banyak digunakan pada proses industri porselen dan keramik. Keberadaan kadmium di alam berhubungan erat dengan hadirnya Pb dan Zn. Dalam industri pertambangan Pb dan Zn, proses pemurniaannya akan selalu memperoleh hasil sampingan kadmium yang dibuang ke lingkungan. Kadmium (Cd) juga dapat dijumpai pada industri eloktroplanting karena industri ini banyak melibatkan logam kadmium. Pabrik pipa plastik PVC atau poly vinil chloride juga memakai Cd sebagai stabilator. Oleh karena itu logam Cd mudah dijumpai di air lingkungan yang menerima buangan limbah industri. Kadmium (Cd) mengalami proses biotransformasi dan bioakumulasi dalam organisme hidup (tumbuhan, hewan dan manusia). Logam ini masuk ke dalam tubuh bersama makanan yang dikonsumsi yang mana makanan tersebut telah terkontaminasi oleh Cd. Dalam tubuh biota perairan jumlah logam yang terakumulasi akan terus mengalami peningkatan dengan adanya proses biomagnifikasi di badan perairan. Disamping itu, tingkatan biota dalam sistem rantai makanan turut menentukan jumlah Cd yang terakumulasi dimana biota top level merupakan tempat akumulasi paling besar. Bila jumlah Cd yang masuk tersebut telah melebihi nilai ambang maka biota dari suatu level atau strata tersebut akan mengalami kematian dan bahkan kemusnahan, tidak terkecuali manusia. Nilai ambang batas Cd di air menurut Thompson (2012) adalah 0,01 mg/kg. Sementara konsentrasi maksimum Cd pada tubuh ikan menurut NSHWD Australia (2001) adalah 1,0 mg/kg.

Setelah menunggu selama kurang lebih satu minggu, hasil uji laboratorium mengenai kadar logam berat dalam perairan teluk Greges keluar dan berikut hasil pengujian.


Hasil dari logam berat Tembaga (Cu) pada air; sedimen lumpur dan ikan kerapu cantang berturut-turut adalah 0,007ppm; 0,249ppm dan 0,038ppm. Cu pada air dan sedimen di perairan budidaya keramba jaring apung berada lebih dari ambang batas (0,002mg/l. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004). Sementara pada tubuh ikan, kadar logam berat Cu masih berada jauh dibawah nilai ambang batas (10,0mg/kg. NSHWD Australia tahun 2001).

Hasil dari logam berat Kadmium (Cd) pada air; sedimen lumpur dan ikan kerapu cantang berturut-turut adalah 0,003ppm; 0,042ppm dan 0,014ppm. Nilai ambang batas Cd pada air dan sedimen menurut Thompson (2012) adalah 0,01 mg/kg. Hal ini berarti Cd pada air masih dalam batas normal, sementara pada sedimen berada lebih dari nilai ambang batas. Sementara pada tubuh ikan, kadar logam berat Cd masih berada jauh dibawah nilai ambang batas (1,0 mg/kg. NSHWD Australia tahun 2001).

Dari hasil yang didapat dapat diperhatikan bahwa logam berat Tembaga (Cu) telah mencemari air dan terakumulasi pada sedimen di perairan budidaya ikan kerapu cantang sistem KJA. Dan logam berat Kadmium (Cd) tidak mencemari air namun telah terakumulasi pada sedimen. Sehingga jika terjadi pengerukan atau aktivitas kapal besar yang menyebabkan air hingga sedimen lumpur teraduk, maka sudah dapat dipastikan bahwa kematian massal ikan yang dibudidayakan di wilayah tersebut akan terulang kembali .

Sementara untuk ikan kerapu cantang masih berada dalam batas aman konsumsi manusia karena logam berat tembaga (Cu) dan kadmium (Cd) berada dibawah nilai ambang batas yang ditentukan.

~o~

Teluk lamong merupakan wilayah estuari dimana banyak sekali terdapat nutrisi perairan didalamnya dan juga beberapa polutan hasil limbah keluarga maupun industri sekitar. Limbah yang berasal dari daratan yang dibawa oleh air sungai yang mengalir ke laut dan aktivitas kapal di laut menyebabkan tercemarnya perairan.

Dalam keseharian, kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi jumlah sampah yang kita buang setiap hari, mendaur ulang, mendaur pakai, kita juga perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana.

Kita juga dapat melakukan penanaman mangrove di sepanjang tepi pantai teluk lamong sehingga polutan pada perairan dapat berkurang, mengingat fungsi mangrove sebagai sungsi fisika dan kimiawi yang mana dapat menyerap polutan hingga tingkat yang paling ekstrim pada perairan.

Perkenalan Poktan Mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya dan Awal Mula Sirup Bogem

Jika di Semarang terdapat sebuah UKM bernama Mas Jamang yang menghasilkan hasil olahan mangrove, di Surabaya terdapat sebuah kelompok yang memproduksi berbagai hasil olahan mangrove. Kelompok tersebut bernama Kelompok Tani Mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya. Walau terletak di kawasan mangrove yang terkenal dengan ekowisata nya, kelompok tani ini bukan termasuk atau bukan bagian dari ekowisata tersebut.

Kelompok Tani (Poktan) Mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya yang diketuai oleh bapak Soni Mohson ini berawal pada tahun 1998 dimana beliau tergerak hatinya karena banyaknya sampah di wilayah mayor mangrove (sebelah timur Wonorejo Rungkut - dekat dengan laut). Membersihkan sampah disepanjang pantai timur Wonorejo seorang diri adalah hal yang kurang efektif, oleh karena itu pak Soni membentuk kelompok tani mangrove yang beranggotakan masyarakat sekitar dan beberapa anggota berasal dari unsur akademis. Tujuan berdirinya Poktan adalah berbasis edukasi, konservasi dan pengolahan buah bukan batang mangrove.

Pada tahun 2004, pak Soni resmi meluncurkan sirup Bogem dimana sirup tersebut berbahan dasar buah Bogem dari tanaman mangrove Sonneratia casiolaris. Nama Bogem adalah nama lokal di Surabaya, tiap daerah memiliki nama lokal lain seperti Pedada, Prapat, Bidara, Paroppa, Dadap dll.

Berawal dari melihat sekumpulan monyet yang gemar memakan buah Bogem, beliau mendapatkan ide bagaimana jika buah tersebut dikonsumsi manusia sehingga manusia bisa memanfaatkan buah dari tanaman mangrove tanpa harus menebang pohonnya. Namun ketika buah tersebut dimakan, rasanya yang begitu masam membuat beberapa orang tidak sanggup menghabiskan satu buah. Sehingga dibuatlah sirup berbahan dasar buah Bogem.




Terdapat beberapa pantangan dalam pembuatan buah Bogem sehingga dari tahun ke tahun pak Soni lebih selektif dalam memproduksi sirup ini. Cita rasa yang dihasilkan pun tidak berbeda dan sangat pas dilidah masyarakat Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Proses pembuatan sirup didalam ruangan steril, menggunakan peralatan yang steril dan dalam memproduksi hanya ada satu orang yang memproduksi dari tahap perebusan hingga pengemasan. Mengapa hanya satu orang? Alasannya adalah untuk menjaga ketahanan produk sirup. Sirup bogem ini dapat tahan hingga satu tahun.


Sirup Bogem telah di uji di berbagai laboratorium dan hasil kandungan gizi yang diperoleh : Protein 1,24%; Lemak 0,24%; Karbohidrat 1,74%; Vitamin C 70,6mg/100g. Sirup Bogem telah mengantongi sertifikat halal dan merk bogem terdaftar pada Departemen Hukum dan HAM RI.

Berdasarkan kandungan yang dimiliki oleh buah Bogem, sirup ini cocok diminum untuk siapa saja (kecuali balita); ibu hamil; penderita darah tinggi, penderita sariawan dan panas dalam. Namun sirup Bogem tidak cocok jika diminum oleh penderita diabetes, karena sirup mengandung gula.

Harga sirup per botol adalah Rp 30.000-Rp 40.000. Poktan Mangrove Wonorejo Rungkut melayani pengiriman sirup dengan minimal pembelian 10-20 botol (sesuai dengan ketentuan dari ekspedisi kota tujuan).

Nah, tertarik untuk mencoba?

Ikan Tuna, Bahan Pangan Bergizi Tinggi

Tertarik dengan salah satu keponakan yang tinggal jauh di ibukota (kota yang menurut saya penuh dengan kebisingan, keramaian, polusi, banyak penyakit yang timbul akibat alasan-alasan tersebut, serta tingkat keamanannya yang rendah). Keponakan satu ini istimewa, sangat luar biasa pintarnya, ketika TK sudah mahir dua bahasa, selalu juara kelas, selalu dipilih menjadi pemimpin, tidak pernah mau ketinggalan info tentang teknologi. Mendorong keingintahuan saya untuk mencoba mencari tahu apa rahasianya. Ternyata semua berasal dari kebiasaan sang ibu, bagaimana pola pengajaran sang bapak serta fasilitas apa saja yang diberikan kakek dan neneknya. Tetapi yang membuat saya lebih tertarik lagi adalah ketika sang ibu membagi sedikit rahasianya dan alangkah senangnya ketika rahasia itu adalah merupakan bagian dari studi yang saya ambil.


Melejitnya permintaan pasokan ikan Tuna di Bali. Source : antaranews.com

Sang ibu selalu membuat aneka masakan berbahan dasar ikan, kebanyakan ikan yang dikonsumsi adalah ikan Tuna. Alasan sang ibu karena Tuna adalah ikan yang mampu membantu mencerdaskan otak lebih dari susu bernutrisi kalengan untuk anak-anak. Telah diketahui Tuna mempunyai kandungan omega-3 28x lebih banyak dibanding dengan ikan air tawar. Asam lemak omega-3 pada ikan dibagi menjadi 2 yaitu EPA (eicosapentaenoat acid) dan DHA (dekosaheksaenoat acid). DHA inilah yang berfungsi untuk mengaktifkan sel-sel otak, sangat efektif diberikan pada anak sehingga saraf dan konektor pada otak anak mampu terkait sempurna dan membantu meningkatkan kecerdasan. Jika dalam masa pertumbuhan, anak kekurangan omega-3, akan mengakibatkan daya ingat menjadi jelek, kecerdasan menurun, depresi, kelemahan belajar, disleksia, kurang fokus dan lemah dalam berkonsentrasi, pikun, penyakit saraf degeneratif, sklerosis ganda dan pandangan lemah.

Selain berperan membantu mencerdaskan otak, asam lemak omega-3 juga memiliki kegunaan dan manfaat lain.

EPA merupakan asam lemak tak jenuh yang mempunyai manfaat antara lain memperlebar saluran darah, mencegah pergeseran cairan darah atau menurunkan kekentalan cairan darah yang dapat merusak otak dan jantung, menurunkan tekanan darah, menurunkan lemak netral dalam cairan darah, meningkatkan HDL (high density lipoprotein), dan menekan LDL (low density lipoprotein) sehingga dapat mencegah penyakit jantung, mencegah kegemukan karena menekan bertambahnya sel-sel lemak serta mencegah timbulnya beberapa jenis alergi.
DHA juga merupakan asam lemak tak jenuh yang memiliki kegunaan mencegah kanker, memperlambat proses penuaan dan kepikunan, menurunkan kepekatan kolesterol dalam cairan darah, mencegah pergeseran cairan darah dan menghambat hitamin penyebab alergi.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa mengkonsumsi ikan tuna 30 gram sehari dapat mereduksi resiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50%. Ikan tuna juga kaya akan selenium. Mengkonsumsi 100 gram ikan tuna cukup memenuhi 52,9% kebutuhan selenium pada tubuh. Selenium berperan penting dalam tubuh karena dapat mengaktifkan enzim glutathione peroxidase yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab berbagai jenis kanker. Cocok sekali dikonsumsi masyarakat yang tinggal didaerah tinggi polusi.

Bisa disimpulkan bahwa ikan tuna tidak hanya baik dikonsumsi oleh anak-anak saja, tetapi juga baik dikonsumsi oleh segala umur. Tetapi ada yang mengeluhkan: Ikan Tuna itu mahaaall…!! Hmmm, saya mengerti. Sebagai calon ibu, saya mulai berfikir antara asupan gizi yang akan diberikan pada calon anak dan harga yang akan ditanggung oleh calon suami sebagai pencari nafkah. Tetapi, karena ketertarikan saya akan dunia perikanan, tidak akan menyurutkan minat saya untuk mencari alternatif lain yang lebih murah dari bidang perikanan.


Ayo gemar makan ikan. Source : www.kesekolah.com

Sebagai negara maritim, Indonesia berpotensi untuk mengekspor dan membudidayakan ikan. Ikan di Indonesia tidak hanya ikan tuna, banyaaakk ibu banyaak. Tinggal dipilih mau yang berasal dari air tawar : ikan Nila, Lele, Patin, Gurami, Bawal dll. Atau yang berasal dari air payau dan laut : ikan Kerapu, Kakap, Cakalang, Tongkol dll. Atau produk non ikan seperti Udang, Rajungan dan Kepiting. Semua hasil dari perikanan memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan, kecerdasan otak dan daya tahan tubuh kita. Tentunya juga perlu diperhatikan mengenai cara mengolah dan menyajikan aneka masakan ikan.

Bagaimana ibu, sudah makan ikan hari ini?
Mari tanamkan sejak dini gerakan tiada hari tanpa makan ikan :)

UKM | Martabak Telor Pak Tris, 20 tahun dengan Cita Rasa yang Tak Pernah Berubah

Beberapa bulan yang lalu, ketika blog ini baru lahir, dalam hati saya terbesit sebuah niatan, jika mampu blog ini memasarkan sebuah produk UKM sehingga keuntungan sepenuhnya milik UKM tersebut, UKM pertama yang ingin aku pasarkan adalah Martabak milik Pak Tris.

Dan inilah tulisan saya tentang 20 tahun merasakan Martabak Telor buatan Pak Tris.


Berawal dari suatu malam ketika saya baru masuk sekolah taman kanak-kanak, sepulang dari rumah nenek di Kraton - Surabaya, Ibu dan Bapak mampir ke kios kecil martabak milik Pak Tris. Saya kecil sering di tanya oleh ibu Tris, tetapi saya tidak ingat apa-apa yang ditanyakan. Kata Ibu, ibu Tris suka sama anak kecil dan beliau suka sama saya yang kala itu putih, imut, mungil dan centil (sekarang kebalikannya hihihi). Yang saya ingat saat itu, dengan cekatan Pak Tris membuat martabak untuk para pelanggannya. Pak Tris selalu memasang wajah riang dan teduh, tidak pernah memperlihatkan bahwa beliau sedang susah berjualan. Mungkin karena ada istri yang selalu menemani yaa :)

Kemarin malam, saya membeli martabak telor buatan pak Tris. Aroma yang tidak berubah, senyum dan keramahan yang tetap dipertahankan, pelanggan lama yang tak pernah berpaling dan satu yang tak pernah berubah : istri pak Tris yang setia menemani.

Pak Tris dan Istri :)
Apakah rasanya enak?
Ini yang pertama kali ditanyakan oleh para pecinta kuliner. Jawaban saya, jelas uenak tho, kalau ndak enak, saya sudah berpaling ke kios martabak lainnya dan ga mau mengulang membeli produk ini selama 20 tahun :). Cita rasanya itu lho, ndak bisa dilukiskan dengan deskripsi dan narasi apapun. Mungkin dengan mencobanya langsung, kita akan mengetahui seberapa enak sih martabak beliau.

Harganya berapa? Porsinya seberapa?
Ndak mahal guys, kita boleh membeli martabak dari harga sepuluh ribu rupiah hingga lima puluh ribu rupiah. Saya biasanya beli lima belas ribu rupiah dan mendapat porsi yang cukup untuk dimakan empat orang.

Selalu ramah dan tersenyum kemudian mengatakan, "monggo.." ketika ada pembeli yang baru datang

Bahan-bahannya bagaimana? Higienis dan terjamin ga?
Dalam kios pak Tris, beliau menggunakan minyak goreng nabati padat merk Samin, terlihat dari kaleng yang dipakai. Saya tidak tau apakah dalam kaleng tersebut berisi minyak goreng merk Samin atau minyak goreng merk lain, yang jelas minyak goreng yang digunakan memiliki kepadatan dan berwarna layaknya minyak goreng baru dan bukan minyak goreng bekas atau yang biasa kita sebut minyak jelantah. Adonan yang dipakai sebagai kulit martabak merupakan buatan tangan pak Tris sendiri, rasanya pun berbeda dengan rasa martabak disebelahnya. Yang digunakan sebagai isi adalah racikan daging cincang, bawang bombay, daun bawang, dan telur. Tempatnya pun bersih, ini yang paling disuka oleh para pelanggan.

Tempatnya dimana?
Nah, tidak jauh dari kawasan rumahku hehe :p. Kios beliau berada di Jalan Raya Nginden. Jika kita berkendara dari arah manyar menuju jemursari, setelah perempatan lampu merah daerah bratang, kita melihat disebelah kiri terdapat deretan berbagai kios yang berjualan berbagai makanan seperti martabak telor; martabak manis/terang bulan; gorengan; bakso; es kacang hijau dll. Kios pak Tris adalah deretan pertama yang berjualan martabak.

Waktu berjualan?
Pak Tris berjualan dari jam lima sore (menjelang maghrib) hingga sekitar jam 11 malam.

Martabak telor buatan pak Tris paling enak jika dimakan dengan nasi hangat, dicampur dengan lombok hijau dan acar. Dimakan di rumah bersama keluarga. Subhanallah, uenak buanget.

Nah guys, tertarik ingin membeli?

Note : Tidak sempat memfoto martabak telor nya karena sudah terlanjur lapar banget, baru ingat kalau lupa memfoto ketika melihat martabak yang tersisa dipiring hanya kriwilan-kriwilan kulit martabak. In sya allah menyusul ya foto martabak nya hehe.

Martabak Pak Trisno
Jl. Raya Nginden (dekat Universitas Kartini)
Surabaya
Open Monday - Sunday, 17.00 - 23.00 WIB

Ini hanya sebuah sejarah hidup saya tentang piano dan musik

Tulisan ini sejatinya adalah ungkapan isi hati yang membuka sisi lain saya yang tidak terlihat. Sebenarnya sisi yang ini adalah sisi yang tidak ingin saya tampilkan karena saya pernah mengalami sesuatu yang tidak enak. Tapi, setelah siang ini melihat postingan kakak angkatan yang selera musiknya sama dengan saya, saya rasa seperti kembali hidup dengan musik dan ingin mengungkapkan isi hati disini. Namun sayangnya saya tak berani melangkah lebih jauh, hanya sebatas menulis.

Saya sangat suka musik instrumen semenjak pertama kali mengenalnya pada tahun 2000 silam. Ketika itu saya berumur 9 tahun kurang. Saya ingin sekali belajar piano dan kebetulan ada pelajaran seni musik yang mewajibkan siswa untuk bermain alat musik. Bapak membelikan sebuah organ besar dengan dua daya (baterai dan listrik). Saya bermain sesuka hati karena pada saat itu belum bisa membaca not dan tidak ada yang mengajari untuk menjadi ahli. Bapak bermain organ hanya sebatas lagu anak-anak namun tak mengurangi minat saya untuk mengikuti. Sayangnya, ibu tidak suka musik dan tidak mengijinkan saya bermain organ lagi. Bagi beliau, musik adalah sesuatu yang kurang berguna dibanding dengan pendidikan. Saat itu saya benar-benar kecewa kemudian mengikuti perintah ibu untuk fokus di ujian akhir saja. Otak saya memang lupa bagaimana cara bermain tetapi tidak dengan jemari saya.

Tahun 2003, setelah berhasil lolos dan masuk SMP favorit di wilayah Surabaya Timur, saya kembali menginginkan bermain musik lagi. Adanya pelajaran seni musik, teman-teman kelas 1 yang kebanyakan jago bermain musik dan telah membentuk sebuah grub band, mendukung dan mengundang saya untuk ikut gabung dalam grup itu. Saya tidak punya rasa percaya diri tampil didepan banyak orang seperti mereka namun saya tetap belajar mengikuti setiap ritme musik yang mereka mainkan. Kala itu grup band Peter Pan sedang boomingnya dengan lagu 'Mimpi Yang Sempurna' dan grup Ada Band dengan lagu 'Kau Auraku'. Saya selalu bermain piano yang disediakan oleh studio musik dan ikut bermain bersama teman-teman. Ini benar permainan yang otodidak membuat saya menjadi ahli bermain piano. Sayangnya, kembali lagi ibu melarang saya mengeksplor kemampuan dalam bermain musik. Saya hanya disuruh fokus terhadap pendidikan. Kasihan ya saya.. Setelah itu saya tak pernah bermain piano atau bahkan organ lagi, menyebabkan otak dan jemari saya mati rasa jika bersentuhan dengan organ dan piano.


Walau saya tak bisa bermain piano lagi, saya tak berhenti menyukai musik. Saya menyukai ritme yang menghentak tapi juga menyukai ritme yang sendu. Tidak ada kriteria khusus dalam menyukai musik. Ketika musik itu enak didengar, maka musik itu mengalir begitu saja dari otak ke hati.

Dewasa ini saya sangat menyukai musik instrumen, baik instrumen dominan Piano, Biola, Drum maupun kolaborasi dari ketiganya. Bisa dibilang saya benar-benar addicted. Jika saya menemukan sebuah musik lagu atau instrumen yang menggugah imajinasi dan membuat badan kembali bergairah, saya akan terus mengulang dan mengulang musik itu.

Sebut saja musisi instrumen Dave Koz, Kevin Teasley, Carter Burwell, Alexandre Desplat, Howard Shore, Kenny G, Richard Clayderman, Yanni dan Kitaro. Dan juga beberapa creator music dalam beberapa album seperti Voyage 2, Instrumental moments 2002, The Best of Romantic Piano, Treasury of Golden Music Vol.2 dan masih banyak lagi. Saya menyukai mereka semua dan standing applause untuk mahakarya yang mereka hasilkan.

Kembali ke paragraf awal, siang ini, saya melihat youtube Maksim Mrvica ketika membawakan instrumen piano Chopin dan berkolaborasi dengan beberapa pemain biola dan satu pemain drum. Membuat hati saya kembali menyala. Revolutionary Etude in C Minor (chopin) menggugah hati saya untuk segera memberikan tepuk tangan karena tangkasnya jemari Maksim memainkan grand piano. (Video youtube bisa dilihat disini). Tergugah untuk melihat aksinya yang lain saya kembali mengklik video tentang dia. Instrumen berjudul Exodus pun kembali membuat saya terpesona dengan komponen instrumennya. (Video youtube bisa dilihat disini)

Apakah saya tergugah untuk bermain piano kembali? Tidak... Kini saya lebih suka dengan buku daripada piano. Tapi... Tidak menampik suara hati, bahwa saya mudah sekali terpesona dengan seseorang yang jago bermain gitar, piano, biola atau drum, sempat mendorong saya ingin bermain lagi. Jika seseorang itu berparas charming dan ahli bermain musik,, wah itu bonus hihihi ^^