The Name Is Arbanat NOT Arbatan, sis!

In the afternoon about three days ago, after I arrived on my aunt's house, my cousin told me about her product. She sell one kind of snacks which made from Bandung-Indonesia. She asked me to eat it, but I did not. I could not eat it because my stomach was full. Yeah, we did big lunch at the day, after we cooked together.
The snacks be put on the table, in front of big television. My aunt said to me if I have to try it. "You'll like it, 'cause the taste is sweet and nice", she said.
Oke, I ate it then. And wah,, it's really nice!
This snacks called Arbanat,, A-R-B-A-N-A-T.
I spell it so you do not wrong saying like I did. Hahaha. Cousin and sister just look like exasperated when they heard me did wrong pronunciation. They said, "Arbanat NOT Arbatan or Arbatran, sis!"
It's a simple snacks, elderly snacks. The snacks consisting of sweet sugar called Arum Manis (in Indonesian) and two couple of wispy crispy biscuit.
There are four flavor in one pac : original, pandan, blueberry and strawberry. Each flavor has dfferent colour, like original with white; pandan with green; blueberry with purple and strawberry with pink.
Each snack has a plastic to cover it, then eight snacks are included in a single pac. Hygienic enough, isn't it?
After I open the large pac, I have to close it again tightly. Because the wispy crispy biscuit is vulnerable to doldrums (damage). And I must put it in refrigerator so that crispness can maintained.
I do not know how price it is out there, but my cousin selling it with the price 10k/pac.
Interested? ^^

We Don't Talk Anymore

Well, pertama kali dengar lagu ini beberapa jam yang lalu, aku langsung jatuh hati men! Musiknya groovie banget walau liriknya tentang...patah hati, keknya..
 
Langsung aja aku cari mp3 nya di google dan yap yap aku berhasil download. Lantas aku coba unggah di soundcloud untuk file pribadi,, sedihnya ternyata uda ada yang nge-claim lagi -_____-. Pas aku cari di soundcloud nya, uda aku ubeg-ubeg juga, lha kok isinya si lagu ini pada dicover semua. Haddeehh, megelno yaa!
 
Oleh sebab itu, bagi teman-teman yang penasaran, monggo aja langsung serbu mbah google dan youtube dengan keysearch : We Don't Talk Anymore, Charlie Puth feat. Selena Gomez.
Saat mencari original song lagu ini di soundcloud, aku menemukan versi Organ Cover nya, ga kalah ciamik lagunya! Klik aja ya disini kalau mau dengerin. Nah, kalau kamu suka versi piano yang lebih groovie boleh aja klik disini.
 
Sambil dengerin musiknya, boleh deh sambil nyanyi-nyanyi, sambil liat liriknya juga. Kali aja suaranya oke ato mau buat cover backsound nya. Begini kurang lebih liriknya :
 
[Charlie Puth]
We don't talk anymore
We don't talk anymore
We don't talk anymore
Like we used to do
We don't love anymore
What was all of it for
Ohh, we don't talk anymore, like we used to do...

I just heard you found the one, you been looking
You been looking for
I wish I would have known that wasn't me
Cause even after all this time, I still wonder
Why I can't move on
Just the way you did so easily

Don't wanna know
Kinda dress you're wearing tonight
If he's holdin onto you so tight
The way I did before
I overdosed
Shoulda known your love was a game
Now I can't get you out of my brain
Ohh, it's such a shame

That we don't talk anymore
We don't talk anymore
We don't talk anymore
Like we used to do
We don't love anymore
What was all of it for?
Oh, we don't talk anymore
Like we used to do
 
[Selena Gomez]
I just hope you're lying next to somebody
Who knows how to love you like me
There must be a good reason that you're gone
Every now and then I think you might want me to
Come show up at your door
But I'm just too afraid that I'll be wrong

Don't wanna know
If you're looking into her eyes
If she's holdin onto you so tight the way I did before
I overdosed
Should've known your love was a game
Now I can't get you out of my brain
Oh, it's such a shame
 
[Charlie & Selena]
That we don't talk anymore
(We don't we don't)
We don't talk anymore
(We don't we don't)
We don't talk anymore
Like we used to do
We don't love anymore
(We don't we don't)
What was all of it for?
(We don't we don't)
Oh, we don't talk anymore
Like we used to do

Like we used to do
 
[Charlie Puth]
Don't wanna know
Kinda dress you're wearing tonight
If he's giving it to you just right
The way I did before
 
[Selena Gomez]
I overdosed
Should've known your love was a game
Now I can't get you out of my brain
Oh, it's such a shame
 
[Charlie & Selena]
That we don't talk anymore
(We don't we don't)
We don't talk anymore
(We don't we don't)
We don't talk anymore
Like we used to do
We don't love anymore
(We don't we don't)
What was all of it for?
(We don't we don't)
Oh, we don't talk anymore
Like we used to do

(We don't talk anymore)
Don't wanna know
Kinda dress you're wearing tonight (Oh)
If he's holding onto you so tight (Oh)
The way I did before
(We don't talk anymore)
I overdosed
Should've known your love was a game (Oh)
Now I can't get you out of my brain (Woah)
Oh, it's such a shame

That we don't talk anymore
 
 Selamat mendengarkan, membaca dan berjoget ria man-teman! ^^
 
 
 
 
 
 

 
 

Well, You Let Her Go


Cuplikan syair diatas adalah cuplikan sebuah lagu. Ada yang tau judul lagunya apa? Atau ada yang suka sama lagunya seperti aku? ^^
 
Sebenarnya tema tulisan tentang musik dan love ini, aku berniat untuk mem publish pada hari Sabtu. Tapi apa daya... Aku tak kuasa menahan diri untuk tidak membuat dan tak ingin niat, tulisan dan postingan menjadi kadaluarsa ^^
 
Jadi... Aku sedang menyukai lagu Let Her Go nya Passenger. Sudah diputar berulang kali, aku masih belum bosan, bahkan hingga saat aku menulis disini, aku masih memutar lagu itu. Uwwhh,, sampai-sampai adikku mengeluh, "MBAK! Ga bosan tha dengerin lagu itu itu mulu".

Apa yang membuatku terus-terus memutar lagu ini?
Aku adalah type orang yang melankolis, bagi teman-teman yang juga melankolis (orang yang gampang baper tidak termasuk lho ye) pasti mengerti mengapa lagu ini begitu menyentuh.

Alasan pertama adalah irama musik nya, aku sangat suka sekali. Paduan antara gitar, piano, drum dan biola serta karakter suara melankolis si Michael David Rosenberg begitu pas dilagu ini daripada lagu Passenger lainnya.

Untuk lebih mempertajam pendengaran akan lagu ini, aku mencari instrumen musiknya, lantas menemukan tiga lagu instrumen yang menarik minat : instrumen asli (without voice), instrumen organ dan instrumen remix. Karena mendengar instrumen remix terdengar geli ditelinga, akhirnya aku mengurungkan niat untuk mendownloadnya.

Kini aku sudah mendownload dua lagu instrumen beda jenis itu. Instrumen asli (tanpa suara) dan instrumen organ. Aku memutarnya dalam playlist yang berbeda.

Ketika aku mendengar instrumen asli (tanpa suara), entah kenapa hati trenyuh. Hahaha (mungkin ini karena faktor melankolis ku kali ya). Ada bunyi piano yang dibarengi dengan gitar melodi yang mengawali instrumen ini. Kemudian tepat di detik ke 54, dentuman drum mini set mulai mengiringi, mengubah suasana lagu dari yang semula seperti lagu lullaby modern menjadi suasana lagu pop. Makin bertambah detik, makin bertambah pula semangatnya. Namun di beberapa detik kemudian tempo drum, piano dan gitar mulai melambat. Disaat itulah, dibeberapa detik tempo melambat, bunyi biola mulai masuk mengiringi, begitu terdengar merdu dan menyentuh. Jika saya tidak salah dengar, bunyi biola terpecah menjadi dua, bunyi biola dengan nada tinggi (yang membuat nada lagu terdengar bersuasana sedih) dan bunyi biola yang mengikuti melodi piano dan gitar. Oh, sungguh paduan yang rancak dan unik! Perfect! Instrumen berdurasi tiga menit lima puluh empat detik ini akan aku unggah disini.

Kemudian playlist aku memutar lagu berikutnya : instrumen organ. Owhh,, yang satu ini benar-benar menarik sisi melankolis ku. Ketika mendengarnya, jari kedua tangan serasa ingin mengikuti dentingan tuts organ yang bermain indah. Semua alat musik pada lagu Let Her Go yang asli telah terwakilkan oleh satu alat musik : melodi organ yang sistimatis dan istimewa. Sayangnya, durasi musik instrumen organ ini hanya berdurasi tiga menit pas, cukup sebentar ya... Tapi masih tetap terasa begitu istimewa!

Ingin sekali aku mengunggah dua instrumen tersebut disini, tapi ternyata blogspot tidak men-support. Aku mengunggah di soundcloud milikku pun, ternyata lagu yang aku download tidak bisa diunggah karena diklaim telah ada yang mengunggah duluan. Alhasil, aku mencari instrumen yang sama persis dengan instrumen yang aku dengar dalam soundcloud. Jika kamu ingin mendengarnya, klik saja : Instrumental dan Organ Instrument.

Syair lirik lagu ini (yang membuat aku teringat kalau syair lirik mirip sama sifat seseorang yang mana karakter orang tersebut sebelas duabelas denganku) adalah alasan kedua yang membuatku menyukai lagu ini.

Begini kurang lebihnya lirik lagu dari Passenger berjudul Let Her Go :

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast

You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies
 
But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
Cause you loved her too much and you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go 2x
 Well you let her go

Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Asyik ga liriknya? Sudah download lagunya? Yang belum dengar, segera deh dengerin, cocok banget sama suasana hujan-hujanan begini xixixi ^^

Teman Baru di Perjalanan : Sepasang Sepatu Karet Elegan



Dimusim yang tidak menentu seperti ini,, yang kadang panas dan kadang hujan, untuk bepergian saya lebih menyukai sepatu yang multifungsi namun tidak meninggalkan kesan cantik di kaki. Dan sudah 7 tahun saya terbiasa memakai sepatu berbahan karet disamping memakai sepatu kets. Sepatu berbahan karet selain nyaman dikaki, juga bisa dipakai kapan saja dan dimana saja. Sepatu berbahan karet ini bisa melindungi kaki disaat hujan datang mengguyur dan juga menghindarkan kaki dari bau keringat akibat panasnya cuaca. Multifungsi banget kan!
Sekitar 9 tahun yang lalu, saat gencar-gencarnya distribusi sepatu karet yang dipasarkan oleh pabrik sepatu karet terkenal dunia, memang sepatu karet banyak peminatnya namun harga ternyata bisa jadi pembatas keinginan dan kebutuhan. Dengan kata lain hanya penduduk Indonesia yang ber-duit-lah yang bisa membeli sepatu karet berlogo buaya ini. Kemudian Indonesia mulai membuat tiruan sepatu karet dengan desain yang lebih variatif dan unik namun memiliki harga jual yang bisa menjangkau lapisan masyarakat termasuk saya (yang super duper selektif dalam hal keuangan ini). Dua tahun kemudian saya menjatuhkan pilihan sepatu karet pada sepatu produksi dalam negeri yang terjangkau harganya namun tetap nyaman di kaki. Saya menamai sepatu itu : sepatu perang, ha ha karena bisa dipakai kemana saja.
Selera saya berubah seiring berjalannya waktu. Kala itu (sekitar tahun 2011) saya diperkenalkan oleh si adik (yang lebih peka terhadap fashion) pada sepatu wedges yang berbahan karet. Awalnya saya menolak karena saat itu kegiatan saya lebih sering berada di lapangan ketimbang dalam ruangan, tidak cocok mengenakan sepatu wedges walau berbahan karet sekalipun. Apalagi style saya ini 60% tomboy 40% feminim, jadi tentara kampus lagi ha ha, ga cucok deh kalau pakai wedges. Tapi saya berpikir lagi dan lagi, hmmm, sekali-sekali menaikkan prosentase feminim di diri oke juga. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk membeli sepatu wedges berbahan karet yang berlogo buaya itu, adik memilih warna abu-abu bercorak tutul-tutul dan saya memilih warna crem polos. Ga tanggung-tanggung, si adik minta sepatu berlogo buaya yang asli, hmm nyahok nih dompet, untunglah sang ibu bersedia menambahi. Matur nuwun ibu..
Sepatu wedges karet berlogo buaya dan asli milikku bertahan dipakai hingga tahun 2014, sementara punya adik bertahan hingga tahun 2015. Jangan ditanya kenapa kok lebih awet milik si adik ya...
Saya ketagihan memakai sepatu wedges bahan karet disamping memakai sepatu kets, lantas saya mencari sepatu yang sama dan berniat membeli yang asli agar bisa tahan lebih lama. Sayangnya produk yang asli tak lagi diproduksi. Alternatif lain, saya harus mencari produk tersebut yang KW alias tiruan, dan saya menemukannya. Warna abu-abu hitam tanpa motif yang terlihat cantik di kaki telah menjadi teman perjalanan selama kurang dari 2 tahun. Dua sepatu wedges bahan karet yang telah saya pakai rusak karena sering dipakai. Yah, memang tak ada yang abadi...#halah
Saya harus mencari lagi produk yang serupa, tepatnya kemarin, saya dan adik hunting sepatu di 3 tempat bersama-sama. Namun produk yang saya inginkan tidak ada. Akhirnya saya pergi mencari sendiri di 2 tempat lagi, dan saya menemukannya!

Saya teringat, sang ibu dulu gemar sekali membelikan sepatu untuk sekolah di Bata, alasannya karena awet dan tahan lama. Dan kini, setelah berputar-putar dengan beberapa merk sepatu, akhirnya saya kembali pada selera ibu.
Dari beberapa brand sepatu Bata yang memproduksi sepatu berbahan karet hanya dari brand Sandak. Saya suka bahan karetnya, lebih tebal dan terasa kuat jika dibanding dengan sepatu wedges bahan karet yang berlogo buaya. Alas kaki nya pun tak kalah empuk dan kokoh. Style yang ditunjukkan ketika dipakai dikaki juga tidak terlalu kaku, justru terkesan elegan dan kaki terlihat cantik. Ketinggian wedges yakni sekitar 5 centimeter dibagian tumit tidak terlalu terasa di kaki karena saking empuk dan nyamannya bahan wedges nya. Finishing luar sepatu terlihat rapi dan mewah membuat kaki menjadi semakin menawan.
Ada satu bagian yang sedikit mengecewakan saya dari sepatu ini, yaitu warna alas yang berwarna merah magenta o(>.<)o
Ada 3 pilihan warna sepatu ini : Putih crem, Cokelat maroon dan Hitam abu-abu. Warnanya cantik-cantik, jujur membuat saya ingin membeli dan mengoleksi semuanya ha ha. Dari 3 tempat yang saya datangi, warna hitam lah yang paling laris (karena stok yang ada di toko kebanyakan warna putih dan cokelat). Dan saya bersyukur di mall terakhir yang saya datangi, tersisa 'satu' sepatu warna hitam dan pas dengan ukuran kaki saya. Setelah saya cek tidak ada kecacatan di sepatu laste tersebut, saya langsung membawanya pulang (#lho dibayar dulu di kasir maksudnya...). Alhamdulillah.. akhirnya kumenemukanmu #itujudullagu #lebay.
Harganya bagaimana?
Harganya tidak terlampau mahal kug guys, kemarin saya membayar seratus tiga puluh ribu rupiah sama mbak kasir nya dikembalikan seratus rupiah.
Semoga teman baruku ini lebih lama menemaniku ya ^^

Please, Do Not Throw Plastic Or Anything To The Ocean


Yesterday, I found a video which my friend share on his facebook.

I interested because first picture I saw, was a sea turtle. I followed the video until the end.

I cried when the movie is over. My heart was hurt and I felt I was bleeding too.

The video has duration more less 8 minutes and was succesfull I download. And I need you to see this video until the end, so I upload in this blog. Let's see..


Now you know, what happens to this poor turtle.
I have two thoughts about how straw could enter into the turtle's body. First, someone threw a straw to the sea and this turtle ate it accidentally because the turtle thought the straw is a food. Second, when this turtle swam across the sea, the straw driven by flow and enter into this turtle's nose or mouth accidentally.

This turtle does not understand what's the different between seaweed and plastic. Then the straw be stuck fast in turtle's respiratory tract.

Whatever the reason, however, the straw and plastic was not supposed to be in the body of a turtle OR scattered on the ocean.

So, if you cared, if you have a heart, please do not throw plastic or anything to the ocean.

Suami Istri Jempol Empat!

Pagi tadi sekitar pukul 4 kurang, Surabaya masih terbalut awan mendung dan terdengar titik-titik air jatuh di halaman rumah. Aku sudah bangun dan segera menuju dapur. Kemudian mengutak-atik peralatan memasak dan bahan makanan untuk menyiapkan menu sahur sederhana. Ditengah memanggang tahu putih, kubis, terong dan nugget,, kompor tiba-tiba mati. Adduhh! Gas nya habisss. Panik, iya. Tapi masih berusaha calm down agar bisa berfikir plan A, plan B dan seterusnya. *lebay nya kayak mikir strategi perang*

Mau ga mau aku harus melepas sendiri selang kompor dari tabung gas elpiji. Kenapa mau ga mau? Aku masih parno sama berita tentang ledakan akibat tabung gas elpiji. Walaupun sebelum pindah rumah, ibu dan bapak mengganti semua peralatan rumah dengan yang baru dan berkualitas, tidak terkecuali kompor dan selangnya. But, parno still parno, dan aku belum bisa menghilangkannya.

Karena parno itulah aku teringat jika mbah kung (yang tinggal di sebelah rumah aku) berjualan gas elpiji juga bisa membantu melepas dan memasangkan selang kompor ke tabung gas elpiji. Tapi apakah jam segini,, beliau sudah bangun????? Ahh, bismillah...

Aku mengetuk pintu samping rumah mbah kung yang berjarak hanya lima langkah dari rumahku (jangan berfikiran pacar lima langkah -- ini sedang tidak bercanda lisaa). Sembari menunggu dibukakan pintu aku sering memikirkan hal yang lucu agar tidak terbawa serius.

Untunglah mbah kung sudah bangun.. Tak lupa aku meminta maaf terlebih dulu karena membangunkan beliau pagi-pagi buta begini, kemudian meminta tolong untuk memasangkan elpiji di rumah... Muka memelas sudah aku pasang, senyum merekah (walau tak pakai lipgloss dan wajah belum dicuci) pun juga aku pasang, berharap mbah kung bersedia membantu saat ini juga...

Dan yak! Alhamdulillah... Mbah kung menyuruhku tunggu sebentar karena beliau mau ambil peralatan tempur nya,, maksudku tabung gas elpiji yang baru, obeng dan karet sekat tabung. Mbah kung pun siap, lalu kami menuju dapur.

Adikku keluar dari kamar ketika mendengar suara ukel-ukel obeng dan tabung yang bertabrakan di dapur *akhirnya nih anak bangun juga*. Tak sampai dua menit mbah kung mengganti tabung gas elpiji. Dan sekali lagi aku berterima kasih pada mbah kung kemudian membayar beliau. Beliau mengembalikan kembalian uangnya, dan ketika aku mengatakan bahwa uang kembaliannya itu untuk jasa mbah kung di pagi-pagi buta begini, beliau menolak tegas. Oh baiklah,, aku berterima kasih dan meminta maaf lagi lagi, kemudian aku mengantar beliau sampai depan rumah. Terakhir beliau berkata, "Ah, jangan sungkan, neng...". Aku balas dengan senyuman lebar.

Nuhun, mbah kung...
Aku bisa kembali melanjutkan memasak dan sahur bareng si adik.

Keberadaan mbah kung ini sangat membantu aku dan adik, mengingat kami perempuan-perempuan hanya tinggal berdua dirumah. Nuhun, mbah kung, nuhun...

Tak hanya pada kami, keberadaan mbah kung pun sangat berarti bagi orang-orang sekitar. Menurut cerita tetangga, mbah kung gemar memberikan nomor handphone ke pelanggannya. Jadi setiap saat pelanggan butuh barang dan jasa mbah kung, mereka tinggal menelepon, dan mbah kung pun langsung datang. Jika lokasi tinggal pelanggan tersebut tak jauh dari rumah mbah kung, beliau mengantarkan barangnya dengan berjalan kaki. Jika lokasinya jauh, mbah kung mengantarkan barang dengan motor kesayangannya.

Dirumah beliau, mbah kung tinggal berdua dengan istrinya. Istri mbah kung (aku biasa memanggil beliau dengan panggilan 'tante') tidak mau hanya diam dirumah dan tidak menghasilkan apa-apa. Tante berjualan pulsa. Setiap saat pulsa kritis dan aku malas pergi jauh, aku tinggal lari ke sebelah (rumah mbah kung dan tante) untuk membeli pulsa. Asyikk kaaan hihihi.

Tante, aku ijin candid ya, nuhun ^^
Aku sangat bersyukur karena keberadaan mbah kung dan tante, kebutuhan rumah dan kehidupanku tercukupi. Aku yakin, tak hanya emak-emak rumah tangga saja yang terbantu, tapi anak-anak kos sekitar rumah (yang jumlahnya banyak banget) juga. *big applause buat mbah kung dan tante*

Hangout Bareng Sahabat Lama : Dokter Muda Sekaligus Pelatih Renangku

Happy long weekend, everybody!
Sayang banget ya, pagi tadi Surabaya uda ujan aja.. Tapi sudah tentu tidak akan menyurutkan kita untuk liburan, benar kan?
Sebagai orang yang cinta Surabaya, aku liburan di Surabaya ajah *no caption needed*. Menikmati sepinya kota Surabaya (bahkan daerah rumahku juga *sepi), ahh itu selalu menyenangkan. Rencana mau mengisi hari ini dengan jalan-jalan di mall (ga ada pilihan lain) sama adik sebelum nanti malam menghadiri resepsi saudara jauh. Tapi ternyata, sang maha kehendak berkata lain.
Tepat jam 7 pagi, whatsapp ku menyala, sahabat lama meng-text aku dan mengabarkan bahwa dia akan berjualan masakan ala rumahan yang uwwenak (terlihat dari foto yang dia berikan) di Taman Bungkul. Aku sudah menunggu selama 2 minggu dan ingin segera mencoba masakan sahabatku ketika SMA yang kini sedang menjalani pendidikan dokter ini.
Pertemuan kami begitu singkat padat dan jelas (emang soal ujian *lis), karena taman bungkul tak se-ramai biasanya. Mereka (sahabatku dan teman-temannya) akan berkeliling ke DTC untuk menghabiskan dagangannya dan daripada ga ngapa-ngapain di Taman Bungkul, ak pulang aja deh..
Sesampainya dirumah, aku melahap habis masakan yang aku beli dari sahabatku ini. Ya ampun uennaaakkk !!! Aku sampai menghabiskan punya adikku juga bhahaha (gara-garanya si adik bilang, lho aku uda kenyang mbak abis makan -___-"). Daripada mubazir kan ya, kalau didiamkan untuk dimakan siang hari ya keburu basi, sayang kalau dibuang mending masuk perut aja hahaha. Recommended banget ghe masakanmu, minggu depan lagi yaa ^^. Oya,, sampe lupa ngenalin, sahabatku ini namanya Ghea. Mungkin kalau teman-teman sudah menelisik blog aku, aku sudah pernah bercerita sekilas tentang dia, artikelnya bisa dilihat lagi disini.
Tak lama kemudian Ghea nge-text aku lagi melalui whatsapp, singkat cerita dia curhat tentang dagangannya lalu mengajakku berenang. Wow,, hujan-hujan begini mau berenang..... Baiklah, aku mengiyakan ajakannya. Kapan lagi kaan berenang sama orang super sibuk macam dia huehehe. Hitung-hitung nostalgia masa-masa ketika dulu dia melatih aku berenang demi lulus ujian praktek berenang kelas 3 SMA hihihi.
Jadi, bisa diprediksikan kali ini pertemuan dengan Ghea tidak singkat, tidak padat dan *tidak jelas #ellho. Bukaaann ha ha.  Tepat jam 1 siang, Ghea sampai di rumah aku. Kami berangkat 20 menit kemudian. Lalalaa~ lalalaa~ berenang berenang lagiii.. Dalam hati berharap agar badan tetap segini aja, pipi ga jadi tembem, biar aku bisa tetap terus makan xixixixiii.
Tak sabbaarr ingin nyemplung ke air ^^

Kami berenang di Kolam Renang Plaza Marina Surabaya. Untuk weekend kami diwajibkan membayar 30ribu rupiah di pintu loket masuk kolam renang. Kemudian untuk sewa loker, per-koin nya dikenakan harga sebesar 5ribu rupiah. Oya guys, 1 koin hanya digunakan untuk satu kali pemakaian loker, jadi kita ga bisa bolak-balik ambil barang bawaan yang ada dalam loker kecuali harus beli koinnya lagi. Mahal juga ya, tapi demi faktor keamanan, kenapa tidak..
Ruang penyimpanan atau ruang loker

Aku sarankan begini, setelah melewati pintu masuk, kita langsung menuju sebuah meja di dekat pintu keluar karena disitulah tempat pembelian koin untuk loker. Jadi setelah kita masuk ke ruang ganti dan berganti pakaian swimsuit, kita bisa langsung menuju ruang loker untuk meletakkan barang-barang kita.
Pengunjung baru yang belum mengetahui seringnya dilanda kebingungan lantaran tidak ada instruksi yang jelas dari karyawan kolam renang, kemana harus meletakkan barang-barang. Iya kalau ada salah satu dari rombongan yang tidak ikut berenang, bisa dititipin barang-barang. Lha kalau semua ikut berenang.. Mau dikemanakan barang-barang nya? Jadi, semoga sedikit info ini bisa membantu ya ^^
Untuk yang masih bingung dengan cara pemakaian loker, jangan khawatir.. Di beberapa pintu loker sudah tercantumkan informasi bagaimana cara menggunakan loker. Jadi jangan malas untuk membaca ya ^^. Jangan lupa juga untuk mencabut kunci dari loker dan menjaganya baik-baik.
Yuk,, we ready to swim. Sebelumnya HARUS lakukan peregangan badan terlebih dulu, biar tidak terjadi kram tiba-tiba ketika kita sudah berada di air. Pengalaman ini guys, seriuss, kram di air itu ga enak dan menyakitkan...
Suasana berenang bersama teman sebaya selalu berbeda dengan berenang bersama keponakan seminggu yang lalu. Ketika bersama keponakan, aku harus bisa menjadi orang tua bagi mereka, tidak boleh takluk akan rengekan juga tidak boleh galak-galak karena mereka masih anak-anak, aku harus bisa dan ahli jadi bisa mengajari mereka tehnik berenang yang aku bisa. Dan kini, aku berenang bersama teman sebaya yang keahlian dalam berenangnya sudah mencapai expert. Wohoo~ seolah-olah aku menjadi muridnya lagi. Dan aku sangat sangat menantikannya, ketika dia membetulkan aku yang salah dalam berenang dan menambahkan beberapa bagian tehnik agar aku bisa seimbang di kedalaman tertentu.
Ada satu bagian kolam renang yang sedari dulu aku tidak berani mencapainya karena dulu aku takut banget tenggelam. Tapi ya masa' sih sampai sekarang aku tetap takut. Aku melihat Ghea asyik banget meluncur dan berenang disitu. Aku tergerak untuk mencobanya dan Ghea mendorongku untuk mencoba. Benar : jika tak dicoba tak akan tahu (mirip lirik sebuah lagu).
Dan hfuallah!! HERE I AM.

Butuh usaha dan keberanian ekstra (buat *aku) to across this area or just stand up in here, mengingat aku ini ga tinggi-tinggi amat (malahan ada teman yang bilang, badanku ini kecil dan mungil) hahaha. Thank you so much for my best friend. Sekarang tidak ada lagi rasa takut berenang melintas disitu.
Hujan pun mengguyur kami ketika asyik berenang. Bahkan ketika sedang bermain seluncur melingkar. Hahaha aku ketagihan meluncur di perosotan melingkar, sayangnya Ghea hanya mencoba satu kali kemudian dua kali karena ikut ketagihan. Tapi dia takut, memilih untuk menungguku dibawah...
Suhu air kolam renang yang semula hangat mulai mengikuti suhu udara yang terkena hujan : DINGIN. Malas banget deh... Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil barang-barang di loker, lalu menghangatkan badan dengan handuk dan mengisi perut dengan beberapa buah apel (kalau Ghea makan nasi daging hihihi) sembari menunggu hujan reda.
Hujan pun reda ketika sesi curhat (menunggu hujan reda) selesai. Pas timing nya. Tak ingin melewatkan suasana, aku dan Ghea berkeliling untuk berfoto hihihi. Ya otomatis kami jadi pusat perhatian "untuk sementara".
Ada yang penasaran ga , Ghea itu yang mana sih. Nah, sabar ya, sebentar lagi kalian akan bertemu dengan wajah cantiknya ^^

Lay down on the sand and the water
Nah ini Ghea, cyantik khan ^^

Seperti biasa, Ghea lebih suka memegang kamera daripada didepan kamera. Bahkan seringnya hasil dari jepretannya adalah pose aku yang apa adanya xD. Dia selalu mengarahkan kamera kearahku tanpa ada aba-aba satu dua tiga, dan seringnya dia mengabadikan aku yang berpose aneh karena kehabisan dan mati gaya xixixi.
Semoga ibu dan bapak ga melihat kelakuan anaknya ini...

Baik,, yuk lanjut lihat pemandangan aja yaa.
Seluncur melingkar besar untuk dewasa dan seluncur kecil untuk anak-anak
Good view
 

Perjalanan berkeliling kami berakhir setelah Ghea mengabadikan aku yang turun dari seluncuran melingkar, lewat video. Hihihi asli kayak anak kecil banget ya aku :3. Tertarik untuk melihat? klik disini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 lebih 20 menit. Saatnya mengakhiri kgembiraan hari ini hiks. Kami menuju ke kamar ganti wanita untuk mandi dan beres-beres. Setelah beres-beres kami menuju pintu keluar.
Sebelum pulang, kami mengisi amunisi perut terlebih dahulu. Karena tergoda oleh aroma junk food ayam goreng disepanjang kolam renang, akhirnya kami mampir kesitu sebentar. Kami mengobrol lalu makan, ngobrol lagi lalu makan, terakhir kami selfie hehe

Thank you for today Ghea. Terima kasih telah meluangkan waktumu ^^

Mengunjungi Paciran - Ujung Pangkah

"Kali ini benar-benar jalan-jalan ya bu, bukan praktikum lapang seperti sebelumnya hehe", kataku mengakhiri pertemuan hari ini dengan ibu dosen yang paling baik (menurut aku pribadi - entah yang lain).
"Yaa, anggap saja ini refreshing sebelum kalian semua menghadapi UAS yang mengerikan", jawab bu Gun, panggilan akrab beliau. Kemudian semua mahasiswa saling pandang. Benar juga ya, sebentar lagi UAS dan mata kuliah semester ini mengerikan semua. Ah sudahlah, kalau dianggap susah ya jadinya susah.. Ya tho?
Lalu aku menulis review tentang perjalanan hari ini di agendaku sambil menunggu dijemput bapak tercinta.. Let's take a look ^^

~*~
Mata kuliah pilihan Tehnologi Penangkapan Ikan praktikum lapang ke Gresik. Berangkat pukul 9 (seharusnya pukul 7), karena mesin mobil mbak Desi mendadak mati dan ga bisa jalan. Sekitar 30 orang (27 mahasiswa, 2 dosen dan 1 asdos) berangkat dengan kendaraan 1 mobil pribadi milik mbak Desi (mobil yang lain) dan 1 elf milik fakultas. Sampai di Gresik, di salah satu rumah warga - kenalan bu Gun pukul 11.

Kami disambut ramah oleh pemilik rumah, di minta untuk segera masuk ke rumah sementara hidangan makan siang sedang disiapkan. WOW. Kebetulan ini semua perut sudah pada bunyi hihihi. Dasarr.
Isi amunisi perut terlebih dahulu ^^
Hidangan yang disajikan pun tidak jauh-jauh dari menu seafood, kami sangat bersyukur dan menghabiskannya dengan lahap. Semua masakan enak-enak. Ada salah satu menu masakan yakni kare kepiting yang menjadi rebutan teman-teman. Pikiranku : ambil, tidak, ambil, tidak. Mau ambil karena lihat teman-teman kok pada lahap banget, tidak mau ambil karena takut alergi.

Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kuahnya dan incip sepotong kaki kepiting punya teman (hihihi), pikirku ya masa' aku kalah karena alergi. Sengaja aku makan kare kepiting itu sambil ketawa-ketiwi sama teman-teman untuk melupakan kalau aku punya alergi terhadap kepiting.

Setelah menghabiskan semua masakan, kami membantu membereskan peralatan makan dan bergantian untuk sholat dhuhur. Dan tiba-tiba badanku merasakan sedikit panas, merinding di leher dan gatal dilipatan tangan dan kaki. Ternyata reaksi alergi mulai menyerang. Oh no... Kan makan cuma dibagian kaki kepiting...

Kemudian ada seorang teman laki-laki pun merasakan alergi yang sama, tapi dia lebih parah dan terlihat sekali ada bercak alergi di kulitnya. Pikiran kami sama : kenapa anak perikanan kok kalah sama alergi seafood, jadi kami menantang diri untuk mengalahkan alergi tersebut. Eh ternyata kami kalah juga. Sama-sama ga bawa obat antihistamin juga.

Aku mensugesti diri agar aku bisa mengalahkan alergi ini, aku segera keluar rumah dan menghirup angin segar laut utara Jawa. Sementara temanku tadi minum air kelapa yang disediakan oleh pemilik rumah. Kami sama-sama mendingan dan melanjutkan kegiatan.

Kegiatan pertama kami adalah ikut nelayan pergi ke laut dan mengamati setiap apa yang mereka lakukan, mencatat apa saja peralatan yang digunakan plus hasil yang mereka dapat. Nelayan-nelayan kenalan bu Gun dan pak Manan ini menyiapkan 2 perahu untuk kami. Satu perahu besar untuk penumpang perempuan dan perahu kecil untuk yang laki-laki.

Berangkat !
Seperti kebanyakan nelayan di Indonesia, nelayan disini pun menggunakan alat dan cara tradional untuk menangkap ikan. Bahkan nelayan tidak takut untuk terjun ke laut langsung, walaupun ketika laut sedang pasang.

Mempersiapkan jaring yang akan dilempar, melempar jaring, menjabarkan jaring agar tidak tersangkut karang, menunggu beberapa menit dan hanya satu ikan yang terjaring.
Nelayan Indonesia memang semuanya pemberani. Kelebihan dari nelayan Indonesia adalah tidak menggunakan alat tangkap modern yang dapat merusak ekosistem laut. Seharusnya kesejahteraan mereka bisa lebih dijamin negara.

Perahu kami (perempuan) sedang tidak beruntung, hanya satu ikan kecil yang tersangkut di jaring. Sementara perahu yang satunya mendapatkan banyak ikan. Baiklah, bu Gun berkata bahwa saatnya kami kembali karena matahari sudah tidak bersahabat. Benar juga, saking asyiknya aku bantu nelayan aku ga merasa kalau disini panasnya minta ampun... Dan pemandangan unik pun terlihat, sayang jika tidak diabadikan hehehe

Waduh, uda kayak TKI illegal kepanasan xixixi *bercanda
Ketika perjalanan kembali, kami melalui jalan yang berbeda dengan jalan ketika berangkat. Semacam jalanan memutar dan itu lebih jauh. Kami melalui tepian hutan mangrove, kemudian sungai yang dipenuhi dengan eceng gondok, kemudian pasar apung hingga bertemu muara laut saat kami berangkat tadi.

Perjalanan pulang
Sesampainya di daratan, kami mahasiswa diarahkan untuk segera masuk ke kendaraan, sementara dosen-dosen dan asdos berpamitan agar bisa kembali ke Surabaya dengan cepat.

Mendadak kendaraan kami tidak mengarah ke timur melainkan berjalan menyusuri jalanan sempit ke arah barat. Bukankah tadi bilangnya mau pulang? Wohoo~ ternyata kami mengunjungi TPI (tempat pelelangan ikan) di barat Ujung Pangkah yang berbatasan dengan Lamongan dulu sebelum pulang.

Sesampainya disini, kami diminta menyebar dan bertanya tentang kegiatan pasar ikan disini dengan penjual setempat.

Suasana Tempat Pelelangan Ikan (abaikan muka Ade hihihi)
Kami sangat kesulitan karena kebanyakan para penjual berbicara menggunakan bahasa Madura yang sedikit kasar. Ada dua orang teman yang mengerti kemudian mencatat keterangan dari penjual itu lalu melaporkannya pada dosen. Susah juga ya kalau tidak bisa berbahasa daerah begini... Bahagia sekali ketika dua orang teman membagi catatannya dan menceritakan apa yang dikatakan penjual, pada kami.

Hari sudah mulai sore dan matahari mulai meredup, kendaraan kami bergegas menuju timur dan pulang ke Surabaya.

~*~

Perjalanan hari ini sangat menyenangkan dan bermanfaat sekali ^^. Terima kasih ibu dan bapak dosen sudah mengajak kami jalan-jalan ^^

KB | Ini kata si Caca..


Halo!
Namaku Caca. Nama panjangku Caaa~caaa (pemilikku biasanya memanggilku begitu). Tapi aku cukup dipanggil Ca aja uda noleh.
Aku adalah kura-kura pertama yang dimiliki oleh pemilikku. Total aku punya 3 adik : Nunu, Kame dan Lip. Sayang sekali Nunu dan Kame mati karena sakit. Kini aku punya adik Lip yang nampaknya sudah kalian kenal.
Aku hobby banget manjat. Kadang juga saking semangatnya aku manjat dinding, pagar, pot dan lain sebagainya, badan aku sampe kebalik sendiri. Nah, kalau sudah seperti itu aku selalu butuh bantuan pemilikku atau seseorang untuk membalikkan badanku.
Aku ga suka difoto, beda banget sama adikku si Lip yang narsis, jadi sudah pasti pemilikku jarang punya foto aku selain bersama Lip.
Aku suka makan tapi ga seperti Lip yang kurasa motto hidupnya itu "hidup untuk makan". Aku suka banget buah yang manis-manis. Aku juga suka coklat dan keju. Aku mengetahui dan menyukai lebih banyak makanan dibanding Lip karena pemilikku memperkenalkan banyak makanan ketika aku masih kecil.
Karena dari kecil aku ga dimanja, sampai besarpun aku juga ga mau manja. Pemilikku membentuk aku menjadi kakak yang tangguh, tapi tetep aku ga bisa menghilangkan sifat feminin aku, aku selalu curi-curi cium Nunu Kame dan paling banyak si Lip. Aku suka cium si Lip soalnya aku heran, mukanya itu lho kok bulet banget hahaha aku jadi gemas.
Sempat aku meragukan, apakah pemilikku ini sayang sama aku, karena seringnya aku terabaikan akibat pemilikku lebih sering merawat Nunu Kame dan Lip. Tapi ternyata pemilikku sayang sama aku. Setelah Nunu mati, aku jatuh sakit, pemilikku merawatku dengan tulus. Karena aku ga bisa lihat waktu itu akibat ada selaput lendir menutup mata, jadi tiap waktu pemilikku selalu menjaga dan menyuapiku makanan yang enak-enak. Pemilikku juga rajin menjemur aku dibawah matahari. Pemilikku tahu cara menjagaku agar tidak terlalu kepanansan kena matahari. Jadi, aku tahu bahwa pemilikku juga menyayangi aku.
Segini aja ya kalimat aku. Oya, dibawah ini adalah foto Lip dan aku sedang berjemur. Lip itu kalau ngga ditungguin gini, dia pasti kabur ngga mau berjemur. Jadi, aku ditugaskan pemilikku untuk menjaga dia selama berjemur. Kita berjemur dulu ya.

Bangga Berhijab - World Hijab Day

Saya Bangga Berhijab

Hai, wanita-wanita muslimah yang cantik. Ingat hari ini hari apa? Yak, hari ini adalah peringatan World Hijab Day. Karena saya interest sekali dengan yang namanya hijab, jadi saya ingin sedikit share pengalaman berhijab saya. Mau liat? Yuk..

Sudah menjadi habitual untuk saya mengenakan kain penutup kepala yang biasa disebut jilbab atau hijab atau kerudung. Dan anehnya, jika saya keluar rumah tanpa mengenakan jilbab, saya merasa seperti ada yang mengganjal, seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi.

Saya lebih suka menamai semua kain penutup kepala dengan nama "jilbab". Dan jilbab selalu identik dengan sekolah islam, namun ketika saya masih sekolah TK, jilbab masih belum terkenal seperti sekarang, baik dilingkungan sekolah islam sekalipun. Saya mulai belajar di sekolah ketika umur 3 tahun lebih, saat itu saya yang belum cukup umur tiba-tiba diminta langsung masuk TK oleh kepala sekolah disana. Alasannya karena saya sudah bisa membaca, menulis dan berbicara dengan bahasa Indonesia murni. Padahal pada saat itu, bapak saya hanya berniat "main" dan memperkenalkan lingkungan sekolah pada saya. Sekolah pertama saya ini bernama Taman Kanak-kanak Aisiyah Busthanul Athfal (ABA) yang letaknya tak jauh dari rumah. Namanya juga anak-anak masih belum mengerti dan merasa gerah jika disuruh mengenakan jilbab, saya pun merasa begitu, jadi ibu saya tidak memaksa saya untuk memakai jilbab. Kebetulan pada saat itu, TK masih belum mewajibkan anak didiknya untuk mengenakan jilbab.

Menginjak sekolah dasar, saya bersekolah di SD berbasis islam yang kental : SD Islam Maryam. Selama 6 tahun saya belajar mengenai aqidah akhlak, fikih, tarekh islam, sejarah islam, dan 13 mata pelajaran lainnya yang tidak lepas dari segi keislaman. Saya pun bersekolah mengenakan jilbab yang pada saat itu dinamakan kerudung. Saya mulai merasakan kenyamanan memakai jilbab ke sekolah tetapi merasa belum siap memakai jilbab ketika pergi dengan keluarga, lagi-lagi orang tua tidak memaksa.

Kemudian masuk sekolah menengah pertama, saya diterima di SMP Negeri favorit wilayah Surabaya Timur, menghadapkan saya pada pilihan : mengenakan jilbab atau tidak. Orang tua tidak menyuruh atau melarang dalam kasus ini, saya diberikan akses penuh untuk menentukan apa yang terbaik untuk diri sendiri. Dan saya memutuskan untuk kembali berjilbab ketika bersekolah. Teman-teman disana menerima saya dengan sangat baik, saking sangat baiknya selalu membuat saya sungkan sendiri. Teman-teman dan guru-guru menilai saya cantik dan lembut dalam berperilaku dan bertutur kata, tapi sebenarnya bukan itu goal yang saya harapkan, bukan pujian yang saya inginkan. Ketentraman dan kebersihan hati lah yang saya kejar. Dan hal itulah yang saya dapat ketika berjilbab. Semenjak itu saya memutuskan untuk terus memakai jilbab ketika hendak keluar rumah. Orang tua menyambut dengan sangat baik. Ibu saya pun mulai merubah penampilan ketika hendak ke kantor. Beliau memakai jilbab dan merubah semua seragam kantornya. Alhamdulillah...

Masuk sekolah menengah atas, kedewasaan semakin diuji. Saya masuk disalah satu SMA Negeri kawasan Surabaya Timur. Mengapa saya mengatakan kedewasaan semakin diuji? Karena ternyata dunia SMA memiliki permasalahan yang lebih kompleks, membutuhkan penyikapan dan pemikiran lebih dewasa untuk menyelesaikan tiap permasalahan. Saya tetap memakai dan mempertahankan jilbab walau disekitar saya tidak sedikit teman yang menanggalkan jilbab hanya karena urusan yang bersifat sementara. Dari sinilah saya meyakinkan diri, bahwa konsisten mengenakan jilbab akan membawa kenyamanan dan ketentraman hati, dijauhkan dari orang-orang yang memiliki pemikiran jahat, dan juga akan terlihat lebih cantik. Benar tidak?

Saya kira didunia perkuliahan beberapa wanita yang mengenakan jilbab telah memilih untuk konsisten memakai jilbab, ternyata saya salah. Ada beberapa wanita yang saya kenal dan yang saya tahu (namun tidak kenal dekat) masih tetap memainkan jilbabnya. Memakai jika dibutuhkan dan menanggalkannya jika dirasa tak butuh, hanya sekedar untuk fashion semata. Saat itu saya memutuskan untuk menutup mata agar tidak terpengaruh mereka. Saya tetap mengenakan jilbab hingga saat ini.

Pembelajaran memakai jilbab yang dimulai dari dan diniati oleh diri sendiri, justru lebih kuat dibanding dengan memakai jilbab karena suruhan atau permintaan orang lain. Saya merasakan itu. Dan ketika saya melihat kebelakang, niat berhijab yang keluar dari diri sendiri lah yang justru menjadi pendorong utama untuk mewujudkan sikap kebaikan dari diri sendiri. Semacam tiang utama seorang wanita. Tentu saja hal positif lain yang timbul adalah munculnya kecantikan alami dari dalam hati.

Saya baru menyadari kalau wajah saya "berbeda" ketika ada teman yang menawari saya pekerjaan sebagai model muslimah di butik milik keluarganya. Dari dialah muncul beberapa tawaran lain yang menyusul dan meminta saya untuk berpose klasik didepan kamera. Lama-lama risih juga. Saya lebih menyukai menjadi guru privat dan konservator dibanding menjadi model muslimah. Walau ada kata "muslimah" dibelakangnya, ternyata menjadi model itu tidak mudah dan memberi dampak kurangnya privasi dan ketentraman hati. Saya memutuskan untuk berhenti berpose didepan kamera jika tidak benar-benar diperlukan.

"Wanita yang mengaku beragama islam WAJIB mengenakan jilbab dan TIDAK WAJIB memamerkan kecantikan wajah untuk yang bukan mahromnya". "Jika kamu tak punya urat malu, maka berbuatlah sesukamu". Begitu quote yang saya baca dalam sebuah website. Saya serasa ditampar bahkan sebelum membaca habis isi artikelnya. Astaghfirullohal 'adziim...

Teman-teman muslimah yang cantik dan baik, saya bukan menakut-nakuti (karena saya sendiri juga takut), tapi yuk, setelah mengetahui bahwa memamerkan kecantikan pada yang bukan mahromnya itu HARAM, kebiasaan narsis nya mulai dikurangi. Berfoto selfie dan memposting ke sosial media memang memuaskan diri karena banyaknya pujian yang datang akan kelebihan fisik kita. Tapi, beberapa psikolog mengatakan bahwa narsis didepan kamera itu sebuah penyakit kejiwaan, sebuah penyakit kejiwaan yang membutuhkan sebuah pengakuan orang. Apa kamu mau dibilang punya penyakit kejiwaan karena keseringan selfie didepan kamera? Kecantikan itu bukan hanya berasal dari editan kamera atau jumlah like yang banyak atau penuhnya komentar dengan pujian-pujian atau dari seringnya mendapat pengakuan dari orang lain kok,, tapi kecantikan itu berasal dari ketentraman hati dan akan lebih terpancar secara alami jika kita sering membaca Al-Qur'an.

Saya adalah wanita yang sangat jauh dari baik. Wajah saya, sifat saya, tabiat saya, prestasi saya dan tulisan saya masih sangat perlu untuk dibenahi. Mohon maaf jika tulisan saya terkesan menyudutkan ya... Saya sedang belajar untuk membenahi diri.

Dengan adanya World Hijab Day yang jatuh pada hari ini. Saya menyatakan bangga memakai jilbab dan sangat berharap tetap terus konsisten memakai jilbab hingga tua dan ajal mendekat. Dan untuk teman-teman cantikku, yuk dari sekarang mulai memakai jilbab dengan sebenar-benarnya berjilbab ^^

Aan - Teman Paskibra