Bracelet Gemstone Aksara Jawa, I'm in Love Banget!

 
Sis, saya masih sama seperti dulu : tidak tergila-gila sama koleksi perhiasan emas. Sungguh.
 

 

Tapi kadang adakalanya ya sis, muncul perasaan ngiri gitulo ngelihat istri-istri orang yang kulit tangannya cerah terus pakai perhiasan yang shiny splendid menyilaukan mata dan dompet mas husband wkwk. Bikin teringat aja saya punya satu (satunya) gelang emas, mahar dari mas husband yang saya pilih sendiri. Gelangnya simpel, ada batu warna hitam disela emas bundarnya yang selalu bikin look pergelangan tangan saya yang mungil ini jadi stunning dan cantik gitu. Gelang emas itu ngga pernah saya pakai bund, saya simpan rapi dikotak aksesoris saya. Berharap bisa pakai suatu saat nanti kalau lagi kepengen. Tapi rupanya takdir bilang gelang tersebut bukan punya saya, harus dijual buat nambah modal berangkat ke Taiwan wkwkwk.

Perhiasan emas itu memang menyilaukan mata ya sis. Selalu jadi daya tarik sendiri buat kepuasan dan kehedonan kaum hawa. Tapi kalau saya sis, mending koleksi emas batangan ketimbang emas perhiasan hihi, lebih gampang ngejualnya (kalau kepepet lagi butuh tambahan dana) dan harga jualnya ngga jatuh-jatuh amat. Istilahnya, ngga mau rugi saya xixi.

 

~oOo~

 

Saya ada cerita, beberapa waktu yang lalu, entah tahun lalu entah tahun sebelum tahun lalu saat tinggal di Taiwan, saya menemukan toko jewelry yang unik dari sosmed (bukan toktok ya). Toko perhiasan ini konsepnya menggabungkan antara seni, kreasi, kemewahan dan kearifanlokal. Somehow saya ngerasa suka aja, suka ke-autentik-an nya tanpa menghilangkan seni kearifanlokalnya. Jadi pengen punya salah satu custom perhiasannya.

Kadang rejeki datang tak terduga ya sis. Sepulang dari Taiwan, mas husband memilih kota Yogyakarta sebagai tempat tinggal kami berikutnya. Yang kebetulannya Yogyakarta ini tempat perhiasan autentik tersebut dibuat. Hmmm, tergodalah saya untuk main ke offline storenya. Tapi sis, saya kudu wajib riset dulu sebelum main kesana. Jangan sampai sudah sampai tempatnya, eehh malah mundur ragu ato bahkan ngga jadi ada keinginan untuk beli karena suatu hal. Pan malu-maluin (kata mas husband).

Riset ini bikin saya rajin mantengin sosmed dan platform belanja toko perhiasan tersebut. Akhir bulan lalu saya memberanikan diri untuk colek adminnya via sosmed untuk bertanya : desain aksara jawa, harga dan detail perhiasan yang ingin saya buat. Ramah betul mbak adminnya, engga memaksa pula agar segera beli produknya, tapi sebagai calon customer yang baik saya mengatakan akan dipastikan pemesanannya awal bulan depan. Alhamdulillah saya bisa menepati janji, sekitar awal bulan Juli ini, saya berkesempatan main ke offline store nya. YIPPIII.


Offline storenya (mereka menyebutnya studio) ini mini; elegan dan tak neko-neko, ngga sehebring toko perhiasan kebanyakan. Kalau temans pembaca pernah datang ke toko perhiasan di Yogyakarta dan Semarang, pasti sepakat kalau kebanyakan dari tokonya didesain hebring untuk menarik perhatian kaum hawa.

Di toko tersebut saya bertemu dengan tim toko yang terdiri dari tiga mbak dan satu mas (salah satunya adalah adik dari mbak Owner) dan semuanya memakai jas kantor berwarna hitam. Salah seorang dari mbaknya (beliau satu-satunya yang memakai jilbab) menyapa dan menemani saya berkeliling plus menjelaskan detail dari produk yang dijual (duh bodo banget saya ngga tanya nama mbaknya--waktu saya riset disosmed namanya mbak Fida--Hi mbak Fida, semoga ngga salah sebut nama ya saya). Memang melakukan riset sebelumnya itu sangat penting, saya jadi tau nih banyak sedikit tentang produk dan istilah-istilahnya, jadi nyambung pula sama yang dijelaskan mbak Fida.

 

Gemstone bracelet.

 

Ragam anting.

 

Bangle dengan material GF, RGF dan 925 silver.

 

Bangle dari material copper.

 

Custom perhiasan yang dipajang di studio cool banget sis. Desain dan kreasi dia kayak tak terbatas, ada yang pakai inisial atau kata huruf biasa (latin), bisa pakai aksara jawa, bisa juga hanya sekedar simbol. Tapi emang tajuk utama dia punya toko menjual aksesoris dan perhiasan berbentuk mantra Aksara Jawa sih. Yang jaman dulu pernah sekolah di Jawa pasti pernah belajar aksara jawa ini. Kebetulan jaman sekolah dulu saya suka banget sama aksara jawa dan selalu dapat nilai bagus tiap ulangan pelajaran Bahasa Jawa.

Ternyata oh ternyata semua kreasi toko perhiasan ini handmade pakai tangan sis bukan mesin, pembuatannya butuh waktu makanya autentik banget dia. Sepertinya dia punya pakar atau ahli perhiasan dan pakar gemstone deh, ngga mungkin juga kan bisnisnya bisa bertahan sampai satu dekade tapi ngga punya pakar (?). Ya ngga, mbak Gracy (selaku owner toko perhiasannya) ?.

Material yang digunakan untuk membuat perhiasan ada empat : Gold Filled (GF), Rose Gold Filled (RGF), 925 Silver dan Oxidized Copper. Pun juga ada ragam ketebalan perhiasannya. Kalau cincin dan bangle biasanya pakai material dengan ketebalan diatas 1mm. Kalau kalung, gelang dan bracelet gemstone biasanya pakai material dengan ketebalan dibawah 1mm. Boleh request ketebalan juga.

Setelah melihat desain dan kreasinya, saya mempertimbangkan harganya sis, penting ini. Saya menilai harganya lumayan juga untuk sebuah perhiasan yang berbahan dasar bukan sepenuhnya emas. Kalau ngga salah dia nyebutin material dari GF dan RGF adalah rhodium yang dilapisi emas 14K sebanyak 5% dari total berat pada lapisan terluarnya. Selain emas, dia juga menawarkan perhiasan yang ingin dibuat bisa dicustom dengan ditambah batu alam (gemstone) yang katanya diimpor dari Thailand. Mbak Fida menjawab pertanyaan saya dan menjelaskan bagaimana cara menghitung harganya, tapi saya keburu lupa dan tak pula mencatatnya. Ada rumus perhitungannya lho, duh sayang banget koq ya ngga kutulis. Yang saya ingat, kalau mau pesan gelang dengan dua aksara jawa dan memakai gemstone sebagai selingan di bracelet nya, kita harus merogoh kocek sekitar 600k rupiah.

Sayang teramat disayang, perhiasan yang dia buat tidak ada garansinya sis. Ini karena bahan dasar material emas dan rosegoldnya bukan pure keseluruhan emas ya, melainkan gold filled. Apakah sama seperti gold plated?

Beda. Gold plated itu kalau orang awam bilang emas sepuhan, komposisi emasnya hanya berkisar 0,05% dan proses pembuatannya si base metal (biasanya pakai alloy; aluminium; rhodium; copper dll) hanya dicelupkan saja ke dalam emas yang cair (dan panas). Karena prosesnya hanya dicelupin ini ketahanan emasnya sangat rendah, dalam pemakaian bisa tahan 1minggu sampai 2tahun tergantung dari berapa mikron lapisan emasnya. Nah terus kalau gold filled itu apa?

Kayak toko ini, dia pakai GF dan RGF semuanya gold filled, proses dia pakai panas dan tekanan tinggi agar si emas cair tadi menempel ke bahan rhodium (atau base metal lain). Jadi si perhiasan ini contains rhodium yang dilapisi emas 14K sebanyak 5% dari total berat sehingga diklaim dalam pemakaian normal bisa tahan 5 sampai 30 tahun. Boleh deh sis gugling apa itu gold filled untuk lebih jelasnya.

 

Jadi keinget deh perhiasan black gold yang pernah saya beli, baru tiga hari dipakai uda luntur black nya wakakak. Penasaran sih ama bahannya, sayang disayang uda saya buang ke sampah. Oh beneran sejuta melayang~

Walaupun tidak ada garansinya, tapi pihak mereka memberikan 100% uang kembali jikalau perhiasannya berkarat ato istilah jawanya teyengen. Walau bukan emas, tapi ngga perlu ragu dulu sih sis, dilihat dari beberapa sosial media dan platform belanjanya, ngga ada itu 3% dari jumlah customernya yang melayangkan komentar negatif. Malahan beberapa pecinta dan pemakai produk ini telah membuktikan jika perhiasan ini awet dan masih bagus walau dipakai disegala aktivitas sehari-hari. Kena sabun, hand sanitizer, dipakai mandi, berenang, main ke laut, masih aman.

 

 

Kalau kena alkohol kira-kira masih aman ngga ya? Mengingat saya suka semprot-semprot alkohol diberbagai tempat dirumah--terutama pada handphone.

Kalau emas filled filled begini cocok buat yang punya kulit sensitif ngga? Dia punya toko klaim cocok, GF dan RGF nya ngga bikin kulit iritasi, pengecualian buat yang punya alergi emas ya. Kalau yang tidak boleh pakai bahan emas (seperti mas husband--laki gua), ada opsi pakai perhiasan 925 silver ato oxidized copper.

Duh, belajar tentang emas dan seluk beluknya lagi hari ini wkwkwk. Yakin mo beli Lis?

Saya mantab 91% buat pesan dan beli.

 

Koq cuman 91%?

Iya kakak, mantab 100% nya cuman ke Allah SAJA ya. Ke manusia ato bahkan ke benda-benda fana JANGAN.


Saya menunjukkan chat sosmed ke mbak Fida, mau dibikinkan desain yang "ini". Dan langsung tembak tanya : Jadi berapa hari? Kena berapa total harganya? Dikirim pakai ekspedisi apa? #alisnaikturunsambilnyengir.

Hari Sabtu saya ke offline store/studio nya untuk make a deal dan bayar, hari Senin dikonfirmasi jika pesanan sudah jadi dan siap dikirim, hari Selasa sebelum dhuhur pesanan sudah saya pakai. Duhh senangnyaa~


 Yuk yuk diunboxing yuk.

 


 

Packagingnya cute bangettt masya allah. Saya memilih desain aksara jawa. Lima inisial pada awalnya, namun karena saya pilih aksara jawanya memakai sandhangan membuat satu inisial harus memiliki dua aksara, maka hasil jadinya terdapat enam aksara jawa. Aksara jawanya apa nih? Mau tau? Coba tebak, dibaca apa ini :p


Bosen sama warna kuning emas, saya pilih material rosegold dengan diselingi Sapphire gemstone di bracelet nya. Yup dari dulu saya kepengen banget punya gelang, dan memang untuk perhiasan saya cuman suka model gelang dan cincin. Kalau anting, kalung dan gelang kaki ngga suka saya mah, soalnya ngga kelihatan mata sendiri xixixi ((bukan niat pamer ke orang ya sis, ngga ada dalam hati niatan kek begituan, cuman saya suka aja melihat ada barang mewah nan cantik nempel dibadan dan itu "selalu kelihatan" sama mata kita, kek bisa kasih self reward ke diri sendiri itu nyenengin)).

Ada beragam gemstone di studio mereka, kenapa pilih sapphire yang warna biru? Kenapa ngga pilih gemstone yang warna pink which is itu warna favorit lu Lis? Simpel, karena saya lahir dibulan September yang konon katanya wajib bisa pilih gemstone-birthstone nya si sapphire, dan menurut saya kalau pilih gemstone berwarna pink pada perhiasan nampak kurang elegan gitu. Saya suka warna pink memang, tapi ngga semuanya harus di-pink-in kan sis~.

 



Betewe tau ngga sis, gemstone di toko dia yang berwarna biru gelap ada banyak jenisnya. Saya pikir itu semua sapphire dong, ternyata bukan wakakak. Malu-maluin deh serius, belum riset sih yang bagian per-gemstone-an ini. Ada namanya lapis lazuli, sodalite, dan paraiba tourmaline. Kirain tourmaline ini warna cewe ya, kek pink peach gitu, ternyata ada juga tourmaline yang berwarna biru. Tapi yang paling mirip sama si sapphire emang si lapis lazuli ini sih, sama-sama berwarna deep blue sea

 





 

Jadi biar saya yaquen kalau yang nantinya nangkring di bracelet pesenan saya adalah si sapphire, saya minta diperlihatkan dulu mana aja bentuk si sapphire. Rupanya ada dua bentuk si sapphire, bentuk (agak) pipih oval dengan struktur kasar (ada growak-nya) dan bentuk bundar dengan struktur prisma. Saya pilih yang bentuk bundar dengan struktur prisma, biar kalau tangan kita bergerak shiny nya ikut terpancar kesegala arah #halah. Saya pun ditawari (waktu chat sosmed--sebelum datang ke tokonya) tentang desain gradasi si warna gemstone nya, hmmm, engga saya pilih karena dua alasan : harganya lebih mihil (wekekek) dan takut warna biru mudanya ngga cucok di tangan.

 

Model bracelet gemstone tunggal.

 

Model bracelet gemstone gradasi.

 

Sebenarnya ada sedikit kekhawatiran diselang hari menunggu perhiasan sampai ke rumah. Bukan karena takut ekspedisinya ngga nyampe rumah atau bapak kurirnya salah kasih ke orang, bukan. Melainkan tentang ketebalan material rose gold yang dipakai untuk membuat gelang saya. Tangan saya pan mungil yak, bahkan saat hamil trimester terakhir kek gini yang sejatinya uda naik 15kilo dari BB sebelum hamil, pergelangan tangan saya masih tetap saja mungil. Padahal saya orangnya juga ngga suka nganggur, ada anak suami dan rumah yang saya urus 24/7, suka gerak, tetep mungil aza nih pergelangan tangan (harusnya pan lebih berisi ya).

Sudah konsultasi sih memang sama artisannya waktu main ke studionya, bilang kalau pergelangan tangan saya kecil nih, kira-kira gimana ya penampakan gelangnya nanti. Mbak Fida kurang bisa mendeskripsikan, tapi dia memberi opsi : gelangnya nanti akan diberi ukuran S M L. Nah gimana tuh maksudnya?

Ditambah ada 6 aksara jawa yang bakal nangkring cantik dibracelet, bakal jadi sedikit dong sapphire yang ikut nangkring menyelingi RGF braceletnya? Mengingat pergelangan tangan gue mungil gini. Pun si sapphire nya ini juga masuk rumus hitungan harga. Mulai deh itung-itungan si Lisa. Yaialah, mbayar hampir sejuta lo, ngga mau rugi la saya wkwk.

 


Saat diukur lingkar pergelangan tangan saya kurang lebih 14cm. Waktu itu saya berasumsi jika panjang dari 6 aksara jawa akan ditambah dengan RGF bracelet+sapphire sepanjang 14cm, bakal jadi panjang nih gelangnya makanya diujung gelang dikasih lubang untuk pengait dengan ukuran S M dan L, jadi gelang bisa dipanjang-pendekkan sesuai kebutuhan. Namun ketika mbak Fida bilang kalau ukuran 14cm itu masuk katagori S (padahal di tabel ukuran dia punya toko tertera kalau 14cm ato setara dengan 5,5inch itu masuk katagori ukuran XS), disitulah saya ragu dengan asumsi saya kalau gelang nantinya bakal panjang dan pastinya si sapphire bakal dikurangi mengikuti panjang keseluruhan gelang. Rugi dooong (pikir saya wkwk).

 

Itulah sebabnya mantab 100% nya CUMAN sama Allah saja ya sis.


Melihat ada kemungkinan seperti itu, maka saya mengubah desain si sapphire ini jadi dempet dua, bukan dempet satu (tunggal) seperti desain awal. Biar rada banyakan si sapphire nya gitu pan hehe. Ketebalan si material rosegold (yang saya khawatirkan tadi) sepertinya memiliki dampak ke harga, memunculkan pertanyaan di kepala saya, kira-kira yang tebalnya lebih dari 1mm dan yang kurang dari 1mm hitungannya bagaimana ya?

Apalagi saya melihat ukuran dan ketebalan bracelet aksara jawa (yang menggunakan selingan gemstone) yang dipajang di studio itu kecil beut. Worth ngga ya harga segitu dengan desain gelang yang saya inginkan? Saya sedikit menepis keraguan dengan mengatakan, yaudalah kalau harganya kemahalan, biarlah jadi sedekah ongkos jasa si artisannya. Biar ikhlas hati ini.

 


Sungguh yang datang melebihi ekspektasi sis. Ketebalan rosegold untuk aksara jawanya seimbang, walau ketebalan rosegold bracelet kecil sekali (semoga ngga rawan putus karena ketarik #duosingkek ya). Si 6 aksara ini pun dibikin berjejer rapi melengkung menyesuaikan pergelangan tangan. Lalu si sapphire yang dibikin dempet dua juga cocok bersanding dengan si batu rosegold bracelet. Di braceletnya pun juga ada lubang kait S M L, teteup pergelangan tangan saya cocoknya di lubang terkecil ya--kait S, sisa braceletnya dibiarkan menjuntai cantik. Saat saya memakainya, wahh mata saya berbinar, ini mirip sama gelang emas mahar yang saya punya dulu. Bedanya yang sekarang ada yang nangkring, si 6 aksara jawa.

Shiny dan cantik banget gelang saya. Iyalah masih baru, masih shimmering shimmering. Mari kita lihat beberapa waktu mendatang, akankah masih tetap splendid? Semoga.


[[ UPDATE ]]

Setelah tiga bulan dipakai sehari-hari, rupanya gelangnya putus pemirsah. Memang perhiasan GF itu tak akan pernah jadi abadi.