Up and Up (Day 1-Day 5 at Kebun Sayur Penjaringan Surabaya)

I'd made it this far and refused to give up because all my life I had always finished the race
-Louis Zamperini-


Aku berfikir sejenak, namun ternyata keterusan berfikir. Ternyata aku ini bukan orang yang terlalu pintar tapi aku juga tidak pernah berada dibawah prestasi. I'm just a lucky and an ordinary girl. But, yang membuatku terlihat istimewa adalah aku selalu dikelilingi orang yang istimewa. Of course, semua orang istimewa ya hihihi.

Dan, aku menolak untuk menyerah. Aku berharap penelitian kali ini akan berhasil lagi dan bisa dipertanggungjawabkan, dan semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Terinspirasi dari Louis Zamperini, yang memiliki biografi luar biasa, sama seperti pak Habibie dari Indonesia. Aku ingin sampai finish dengan upayaku sendiri, yang mana disepanjang perjalanan aku harus mengalahkan ego, moody dan sifat perfeksionis diri. Aku rasa untuk orang sepertiku yang terlalu gampang memikirkan keadaan orang ini, untuk mengalahkan gabungan dari sifat perfeksionis dan moody itu sangat susah.

Hmmm..hehe, intro nya terlalu serius ya sepertinya. Padahal yang mau aku posting ini adalah video lucu-lucuan. Efek terlalu stress kayaknya :p. Maafkan ya sudah buat bingung hihihi.

Aku diijinkan untuk melakukan penelitian di Kebun Sayur Penjaringan Surabaya, dan juga aku mendapatkan bantuan ide dan fisik dari orang-orang di kebun. Itu sangat luar biasa buat aku dan terima kasih sekali buat mas Adi, mas Widi dan David untuk semuanya. Dari mas Adi, bantuan secara fisik datang, trims ya mas. Dari mas Widi, bantuan ide dan diskusi mengenai kehidupan tanaman adalah ilmu tambahan buat aku. Dari David, hahaha, menghibur dengan berbagai lelucon dan kekanak-kanakannya itu sudah buat semua orang jadi gembira.

Aku berniat kalau semua pekerjaan sudah selesai, in sya allah hasil dari penelitian akan aku publish disini. Tapi untuk sekarang, yang akan aku bagikan adalah video lucu-lucuan saja ya..hehe. Maafkan jika video nya biasa-biasa saja, maklum lah ga pinter bikin video... Selamat menikmati ^^.

Day 1



Day 2




Day 3

Hari dimana aku selesai sidang dan kali pertama buka puasa di kebun. Sayangnya, karena kepala terlalu mumet, jadinya ga kuat untuk ketawa-ketiwi bikin video hehe.


Day 4




Day 5




Aku menolak untuk menyerah, aku harap sahabat-sahabatku yang lain, yang merasa dirinya jauh tertinggal, tolong jangan menyerah, tolong jangan menyerah, tolong jangan menyerah, karena jalan kita masih panjang, karena akan selalu ada jawaban ditiap pertanyaan, karena akan selalu ada akhir yang bahagia dan melegakan dari sebuah perjalanan perjuangan.


To persevere is important for everybody. Don't give up, don't give in. There is always an answer to everything.
-Louis Zamperini-



ANGLAS, Hangout Together For The First Time in 2016

Jam lima sore teng, aku keluar dengan terburu-buru dari kebun sayur penjaringan, dan yang membuat aku rada berat, raut wajah mas Adi mas Widi dan David lha ko kecewa, duuh maaf ya mas mas aku ga bisa buka puasa bareng kali ini... Aku langsung meluncur dengan kecepatan tinggi (paling mentok 60 km/jam -- soalnya maceett) dan mengeluarkan skill selip kanan selip kiri walau ga expert sih...yang penting tetap mengutamakan keselamatan pengendara lain dan diri sendiri, sambil baca doa disepanjang perjalanan : berdoa untuk keselamatan diri dan berdoa agar ga dijitak anak-anak karena datang terlambat.

Sampai ditempat, langsung peccaahh hiihihihi.

Biasanya dalam waktu enam bulan pertama, awal tahun, ANGLAS bisa ketemu dan pergi bareng-bareng mencapai tiga sampai empat kali. Namun kali ini, sampai di bulan Juni, kami (akhirnya bisa) bertemu untuk kali pertama.

Bertempat di Hoka-hoka Bento Polisi Istimewa dan dengan moment buka bersama di bulan Ramadhan, kami ANGLAS bertemu dan saling melepas kangen. Jujur, sumpah! Aku kuangen bangettt. Walau tidak semua bisa berkumpul, tapi sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan karena akhirnya bisa bertemu.




Eits, walau kami kumpul-kumpul pas maghrib, tapi kami ga lupa sama kewajiban lho : sholat maghrib. Aku senang mereka semakin dewasa dan ga melupakan kewajiban yang satu ini, jadi aku (sebagai menteri agamanya republik pasdaluh anglas) ngga perlu cerewet dan ngobrak-ngabrik mereka biar pada sholat hihihi.

Apa saja yang kami bicarakan?
Wah, it's a lot of words like water in the ocean. Tapi, ada satu hal yang kami haramkan untuk dibicarakan.

HARAM bagi kami berbicara mengenai "sekarang paskibra 20 sudah angkatan berapa?" hahaha. Karena pasti yang ga ngeh, akan shock lantaran merasa "Huwah, kita uda tua banget yaa". Walaupun haram, ya tetep dilanjutin pembicaraannya huahahaa. Kami angkatan 11 dan tahun ini paskibra 20 sudah angkatan 21, WOW ga itu xD. Walaupun kami sudah terhitung angkatan tertua, disaat kembali ke SMA untuk reuni atau acara alumni, kami sering dibilang awet muda karena wajah kami tetap gini gini aja hahahaha, ini jujur lho...

Dari tahun 2006 sampai sekarang tahun 2016, kami ANGLAS dalam kondisi sehat persaudaraan dan sehat pertemanan. Apapun yang mengganggu internal kami, akan kami selesaikan secara kekeluargaan, tentu saja dengan rasa toleransi tinggi dan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan apapun : rasa sayang dan rasa tidak ingin kehilangan. Kami tidak pernah membenci siapapun atau kelompok manapun. Kami tidak peduli dengan kabar burung buruk yang mungkin diterbangkan orang untuk memecah kami atau mungkin ingin menghilangkan kami, tapi yang jelas kami akan terus menjaga keeksisan kami. Jikalau ada yang berbuat salah pada kami, yakinlah kami akan melupakannya. Dan jikalau ada salah satu dari kami yang melakukan kesalahan pada seseorang, itu hanya kekhilafan semata dan tidak pernah direncanakan. Hidup kami santai, melupakan kesalahan orang dan tetap terus menjaga persaudaraan dengan siapapun.


Sepuluh tahun itu bukan waktu yang sebentar kan, selama itu kami selalu ditempa dengan permasalahan internal maupun eksternal dan sampai sekarang kami paham bagaimana menyelesaikannya. In sya allah, 20 tahun kedepan, 30 tahun kedepan sampai tidak tahu kapan, kami akan tetap menjaga pertemanan kami. Janji ANGLAS.


Kalau kata orang, teman tak harus banyak tapi cukup satu yang setia akan membuatmu menjadi istimewa. NAAH, kalau aku, teman banyak dan setia dan membuatku jadi istimewa, gimana coba...^^. 

Weekend Rasa Weekday Before Hangout With Ghea ^^

Seharian ini aku berencana mencari tanaman sayuran seledri dan ikan nila di berbagai tempat sampai ketemu dengan kualitas yang aku inginkan. Beruntungnya aku ditemani oleh seorang dokter muda cantik dan baik hati : Ghea!.


Ghea sedang tidak ada kegiatan sampai pengumuman UKDI akhir bulan ini dan hari ini aku beruntung bisa menculiknya seharian hihihi.

Berawal dari mencari sayuran seledri yang begitu sulit, baik dari mencari via google, mencari lewat kenalan dan relasi sampai datang ditiap toko sayuran di Surabaya, sampai membuatku hampir putus asa. Kemudian aku teringat kalau sahabatku yang satu ini hobi bertanam dan senang pergi jalan-jalan. Dan aku pernah ngepo-in instagramnya kalau dia pernah ke salah satu kebun sayur di Surabaya. Dari situlah aku mengedip-ngedipkan mata minta diantar ketempat itu, sekalian meminta waktunya untuk menemani hunting seledri dan ikan nila.


Hampir empat jam lamanya kami muter-muter Surabaya dan mendatangi tempat-tempat yang sudah aku list sebelumnya di agenda dan akhirnya menemukan tempat dimana anakan sayuran selada nya siap angkut. Karena tangan mulai letih dan lumayan seret ini tenggorokan, aku putuskan untuk istirahat dan pulang dulu ke rumah Ghea.

Namanya juga cewe ketemu cewe, isinya kebanyakan curhat hehe. Sesampainya di kamar Ghea, kami saling lepas kangen, saling kepo kegiatan masing-masing plus membuka sesi curhat lalu yang terakhir kita tukar pikiran antara dokter manusia dengan dokter ikan hihihi. Dia memberitahuku bagaimana cara dokter menanganin pasien yang begini dan begitu. Dan dia mendengarkanku kuliah mengenai cara budidaya tanaman dan ikan. Adil kan? xD

Sore harinya aku berencana untuk mencari ikan nila di satu tempat yang sering banget aku kunjungi : PIHGS, karena sangat pas, malam ini malam minggu, pastinya para pembudidaya ikan dari luar kota datang dan berjualan disana. Dan rencana akan berbuka di mall dekat Gunung Sari : SUTOS. Karena aku sedang ingin makan masakan Jepang, Ghea memberikan ide untuk makan di Ichiban Resto.


Sempat dagdigdug karena papa nya Ghea rupanya sedang libur, takutnya kalau Ghea aku ajak nantinya mengganggu acara keluarga mereka. Tapi ternyata mereka ga ada acara keluar, malahan si Dimas (adiknya Ghea) pun juga ada janjian malam minggu sama pacarnya. Bebarengan kami saling liat-liatan dan menunjukkan mimik wajah mewek  T_T karena kita sama-sama jomblo hahaha.

Kami berangkat setelah sholat ashar. Aku sekalian berpamitan sama mama papa nya Ghea, tapi karena papa nya sedang istirahat, alhasil mama nya Ghea deh yang menemui aku, senangnya...

"Halo lisa, bagaimana kabar? Lisa sudah punya pacar?", tanya mama nya Ghea.

Ellho, krik krik, suasana hening sebentar, sementara aku cuma bisa nyengir. Pertanyaan yang dilontarkan mama nya Ghea ini selalu ga terduga T_T.

"Ini lho lis, mama mau ngenalin kamu sama anak buahnya yang aku ceritain tadi". Aku cuma bisa mengernyitkan dahi sambil nyengir, asli sumpah aku keki, mbok ya diganti saja topiknya mom...

"Aha, kalau belum punya pacar kali aja sama lisa cocok.."

"Lho bukannya mas itu uda punya pacar bule ya tante?"

"Mama itu lho belum pastiin dia pacaran sama bule atau cuma bohongan", sindir Ghea.

Aku cuma bisa nyengir sambil geleng-geleng. Aku bersyukur Ghea segera mengajakku pergi, jadi pembicaraan ini ga sampai berlanjut. Aku bicara dalam hati kala itu : kalau mas nya ngeliatnya fisik, Ghea aja ga dilirik, apalagi aku. Ah wes males deh...hehe.


"Ghe, mama mu makin tambah umur makin cantik yaa"

"Heeh??", teriak Ghea. "Untung aja kamu ga bilang itu didepannya mama lis"

"Ellho kenapa memang?"

"Ya ntar mama jadi ge-er. Alhamdulillah.. Alhamdulillahnya bukan karena kamu muji mama cantik, tapi alhamdulillah karena kamu bilangnya pas dijalan hahaha".

Ellho, mama sama anak sama-sama dagelan nya xD.


Jalanan sepanjang rumah Ghea sampai ke jalan Darmo macetnya minta ampun. Aku khawatir kalau ramainya parkiran SUTOS sama seperti ramainya mall lain kalau menjelang berbuka puasa begini, apalagi ini malam minggu. Jadi kuputuskan untuk berbuka dulu di SUTOS baru setelahnya kami berangkat ke PIHGS.

Ternyata dugaanku SALAH, SUTOS sepi bingits ga seperti mall kebanyakan, padahal kurang lebih setengah jam lagi sudah waktunya berbuka puasa. Dan dari destini untuk makan yang kami rencanakan hanya ada empat pengunjung yang makan disana.

"Tuh kan, aku bilang juga apa, disini sepi lis...", kata Ghea. Aku cuma nyengir deh. Buat jaga-jaga aja ghe...hehe.

Kami duduk di meja nomor tiga dan membiarkan waitress nya menaruh menu diatas meja kami. Ghea meminta pada waitress untuk ditinggal saja, jadi kami bisa lihat-lihat menu lebih leluasa. Aku mengemukakan saran, bagaimana jika pesan dua porsi menu nasi untuk masing-masing lalu satu porsi bersama, mengingat kami cuma berdua disini hihihi. Untuk minuman, Ghea memesan teh ocha agar kalau nanti habis bisa diisi ulang. Tapiii, aku ga doyan soalnya tehnya tawar sih, aku pesan es teh manis aja deh.

Sekitar 15 menit, pesanan kami datang. Yuhuu, tapi ga boleh langsung disantap nih, masih harus nunggu 15 menit lagi T_T. Hehe, tangan ini jadi gatal karena ga ngapa-ngapain, sementara Ghea asyik sama gadget nya. Yaudah, aku foto aja ini makanan lalu nyoba bikin video deh. Mau lihat? :p

Taraa !!! Itadakimasu.
Chicken Katsu Don Buri punya Ghea
Dori Katsu Don Buri punya aku
Fish Roll punya kami
Nah kan lupa ga foto teh ocha dan teh manis nya, padahal gelasnya lucu.


Terbiasa dari SMA, kami selalu join makanan dan minuman berdua (dulu seringnya sepiring berdua--kata orang kami romantis, kalau kata kami sih biar hemat hihihi). Karena Ghea butuh minum manis saat berbuka, dia minta minumku, juga sebaliknya, saat minumku habis dia memperbolehkan aku meminta minumnya karena minumnya bisa diisi ulang. Makananpun kalau ga saling incip pesanan masing-masing juga kayaknya kurang afdol hehe.

Setelah makan, kami mengobrol sebentar, kali ini obrolannya tentang ujian nya Ghea. Aku menyimak dengan seksama, ini merupakan ilmu tambahan buat aku, ternyata ada bagian dari ilmu kesehatan militer yang aku pelajari dari pendidikan menwa yang perlu dibenahi dan ditambahi...hmmm.

Makan sudah, lanjut sholat maghrib, lanjut ke PIHGS deh.

Kami berkeliling hampir satu jam dan alhamdulillah aku menemukan beberapa pembudidaya ikan nila yang bisa diandalkan untuk menyediakan kurang lebih 250 ekor benih. Sudah selesai urusannya, kami langsung cuss pulang karena waktu hampir mendekati batas jam malam anak perempuan. Tentu saja aku pulangkan dulu Ghea kerumahnya, aku ga bisa bayangin kalau Ghea merengut wajahnya karena aku suruh pulang sendiri, karena pasti bakalan jadi lucu hihihi. Maap ya ghe v^^

Terima kasih ya Ghea atas hari ini. Tiada hari yang tidak berkesan kalau sama kamu ^^

Nikmatnya Mendirikan Sholat Dalam Masjid UA di kampus UA Surabaya

Marhaban ya Ramadhan!


Hari ini adalah hari yang penuh berkah dan karena penuh berkah inilah saya berkesempatan menginjakkan kaki dan mendirikan sholat dalam masjid Ulul 'Azmi Universitas Airlangga.

Pertama kali saya melihat masjid ini hampir selesai dibangun ketika saya hendak menuju perpustakaan kampus C UA, saat itu terhitung tiga hari sebelum peresmian masjid ini. Saya membatin dalam hati, saya harus sholat disitu kalau masjidnya sudah jadi. Dan hal itu baru terlaksana hari ini.

Masjid Nurul 'Azmi Universitas Airlangga
Masjid Ulul 'Azmi (atau yang lebih sering disingkat masjid UA) adalah masjid yang berdiri megah di kawasan Kampus C Universitas Airlangga Surabaya. Yang mengatakan megah ternyata tak hanya saya, sebelumnya ada seorang sahabat bernama Trisna yang mengatakan "...masjid ini sangat megah, buagus dan full AC. Makanya pintu masjid selalu ditutup...". Alhamdulillah, setelah rumah sakit pendidikan, kini kampus C Universitas Airlangga memiliki masjid sendiri.

Kabarnya, masjid UA yang megah ini merupakan persembahan dari alumni Universitas Airlangga dengan penggagas pendirian masjid adalah Prof. Dr. H. Fasich, Apt. (mantan rektor periode 2006-2015). Masjid UA diresmikan pada hari Jum'at tanggal 27 Mei 2016 oleh wakil alumni UNAIR, Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), Prof. M. Hatta Ali (ketua IKA-UA), Prof. Fasich (penggagas pendirian masjid - Rektor Universitas Airlangga periode 2006-2015), Drs. Haryanto Basyuni (sebagai ketua panitia pembangunan masjid UA), dan Prof. Nasih (Rektor Universitas Airlangga periode 2015-2020).

Masjid UA terdiri dari 3 lantai. Lantai dasar terdiri dari ruang sholat (masih tahap renovasi), serambi di kanan dan kiri masjid dan tempat wudhu plus kamar mandi wanita. Lantai pertama terdiri dari ruang utama sholat (untuk jama'ah pria), serambi di kanan dan kiri masjid dan tempat wudhu plus kamar mandi pria. Lantai dua terdiri dari ruang sholat untuk jama'ah wanita. Langkah kaki harus berhati-hati karena baik di luar maupun dalam masjid masih banyak alat-alat yang biasanya digunakan untuk membangun dan renovasi bangunan.

Untuk menuju masjid saya harus melewati lima tingkat anak tangga dengan masing-masing tingkatnya berjumlah kurang lebih empat anak tangga. Di antara tingkatan kedua dan ketiga serta tingkatan ketiga dan keempat ada dataran yang diisi dengan beberapa pohon palem muda. Kemudian di sisi sebelah kiri masjid terdapat pemandangan hijau dan kolam tingkat dengan air yang dibuat jatuh dari ujung atas kolam tingkat tersebut. Saya tidak sempat melihat apa isi kolam tersebut karena takut waktu dhuha keburu habis. Jadi saya langsung menaiki anak tangga, melepas sepatu di tingkatan ketiga (terdapat tulisan 'batas suci') lalu menuju tempat wudhu wanita.

Ada dua papan petunjuk arah yakni jalan jama'ah wanita dan jalan jama'ah pria. Jalan jama'ah wanita berada di sisi kanan masjid.


Karena penasaran dengan serambi di sisi kanan masjid, saya putuskan untuk melihat-lihat terlebih dahulu.

Serambi kanan masjid UA
Ada dua pemandangan yang (menurut saya) bagus sekali. Disebelah barat laut serambi (serambi sisi kanan menghadap ke utara) nampak pintu barat kampus C UA yang kini tak lagi berfungsi sebagai jalan penghubung antara dalam kampus dengan jalan Mulyosari (dari arah Kenjeran ke MERR). Kemudian disebelah timur laut serambi nampak pemandangan danau rektorat (atau yang biasa disebut dengan danau cinta) dan rumah sakit pendidikan UA.

Pemandangan barat laut serambi kanan masjid UA
Pemandangan timur laut serambi kanan masjid UA
Baik, saya diburu waktu untuk segera melaksanakan sholat dhuha. Saya langsung menuju lantai dasar untuk berwudhu.

Setelah sampai dibawah, saya sempat celingukan beberapa detik karena lantai dasar masih banyak bagian yang direnovasi dan ada beberapa peralatan renovasi. Saya beranikan diri untuk berjalan lurus (dari arah tangga) karena terlihat dari kejauhan ada kran air yang berjejer. Untuk memantapkan hati, saya bertanya pada tiga mahasiswi yang sedang bersantai sambil mengerjakan tugas yang ditemani oleh seekor kucing dewasa yang sedang bersantai juga.


Rupanya mereka bertiga tidak tahu menahu karena mereka juga baru pertama kali kesini dan belum menuju ke tempat wudhu. Ah, baiklah, bonek sajalah, semoga kran airnya menyala jadi saya bisa segera menunaikan sholat.

Alhamdulillah kran airnya menyala dan aliran airnya deras, begitu dingin dan sejuk ketika air membasuh kulit, kebetulan cuaca siang ini sangat terik di kawasan kampus C UA.

Setelah berwudhu, saya kembali celingukan mencari cermin untuk membenahi jilbab saya. Saya berjalan ke barat sambil menenteng tas punggung dan akhirnya menemukan cermin panjang kali lebar tepat didepan deretan kamar mandi. Semuanya masih baru dan masih bersih, semoga untuk seterusnya kebersihan tempat wudhu dan kamar mandi  disini tetap terjaga.

Saya kembali naik tangga menuju lantai dua atau lantai masjid paling atas. Batas antara tangga dan ruang sholat jama'ah wanita adalah sepasang pintu kaca yang dibiarkan tertutup. Terlihat didalam ruang sholat ada dua mahasiswi sedang bersantai-tiduran sambil bercengkerama dengan memakai mukena, mungkin mereka menunggu sholat dhuhur. Tiba-tiba teringat kata Trisna, "...biasanya Dhuhur ada sholat berjama'ah kok lis...". Hmmm ide bagus untuk sholat dhuhur berjama'ah disini, jika saya tidak ditunggu oleh dua dosen.

Lampu gantung
Pintu (kaca) utara lantai dua masjid UA
Pintu (kaca) selatan lantai dua masjid UA
Saya menunaikan dua raka'at sholat takhiyatul masjid kemudian lanjut dua kali dua raka'at sholat dhuha. Nikmatnya menunaikan sholat disini saya rasakan sampai ke relung hati. Selesai berdoa, meluruskan kaki kemudian mengaktifkan hape beserta paket datanya untuk menghubungi beberapa teman. Selang beberapa menit ada dua orang (mas dan mbak) cleaning service meminta kami untuk berpindah tempat karena lantai masjid mau dibersihkan. Saya membereskan mukena yang saya bawa dari rumah dan segera turun ke lantai satu.

Matahari mungkin sedang berada tepat diatas kepala, panasnya bukan main. Mana tempat memakai sepatu terlihat fatamorgana saking panasnya cuaca siang ini. Alamat kaki harus siap menahan panasnya lantai tangga. Yak, benar sekali, kaki rasanya ingin loncat-loncat saja menghindari panasnya lantai tangga yang terbuat dari semen ini. Setelah selesai memakai sepatu, saya bergegas menuju parkiran motor yang jaraknya kurang lebih 150 meter dari masjid.

Nikmatnya mendirikan sholat di masjid Ulul 'Azmi membuat saya kembali bersyukur diberi kesempatan menikmati bulan Ramadhan tahun ini. Bagaimana dengan kamu? ^^