Asyiknya Nge-Gym Bareng Sohib Plek di Gold’s Gym SUTOS


Teman-teman yang hobi berolahraga dalam ruangan pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya Gold’s Gym. Yap, Gold’s Gym ini tempat gym dan fitness yang oke bingits di kawasan Surabaya Barat. Sudah hampir tiga minggu lamanya undangan untuk nge-gym disini aku tangguhkan karena jadwalnya bentrok sama jadwal aku ngajar. Tapi mas Fariz selaku konsultan trainer gigih banget menghubungi dan hfuallah, baru bisa sekarang aku meng-iya-kan undangannya.

Mas Fariz memperbolehkan aku untuk membawa teman dan atau rombongan, tapi sepertinya mencari teman untuk diajak nge-gym sama susahnya seperti mencocokkan jadwal nge-gym, jadi aku cuma bisa mengajak satu orang dan bersyukur aku berjodoh bisa nge-gym bareng sama konco plek pas kuliah satu ini : Via. Lalala yeyeye. Mari kita olahraga sore ini, vii.

Bagi yang baru pertama kali kesini, agar tidak tersesat didalam, kita perlu datangi bagian resepsionisnya. Nanti oleh konsultan trainer disana akan dijelaskan kelas-kelas apa saja yang bisa diikuti. 

Bagian Resepsionis
Karena aku dan Via datang berdasarkan undangan untuk mencoba kelas trial selama seharian, kami harus menyetorkan identitas (bisa KTP, SIM atau identitas lainnya) terlebih dulu. Mas Fariz selaku yang memberi undangan memberikan kunci loker dan memberi kesempatan untuk kami ganti pakaian dulu. 


Kita mengikuti kelas dan latihan disini tergantung dari tubuh dan tujuan kita datang ke-gym. Disini terdapat alat yang dapat menganalisis komposisi tubuh, yang tidak dimiliki oleh kebanyakan tempat finess dan gym. Letak alatnya tidak jauh dari pintu masuk dan terletak diantara ruangan kelas pilates dan locker kamar ganti wanita. Alat ini berguna untuk mengetahui komposisi apa yang berlebih dari tubuh dan apa yang kurang dari tubuh. Alatnya berbentuk seperti sebuah timbangan berat badan manusia, jadi kita tinggal naik keatasnya dan menekan beberapa tombol sesuai dengan kebutuhan kita terhadap alat ini. Nanti dari alat tersebut, akan keluar laporan analisis komposisi tubuh.


Seperti contoh aku, gender Perempuan, berumur (age) 25 tahun, tinggi (height) 158 cm. Hasil laporan menuliskan bahwa berat badanku saat ditimbang sebesar (weight) 45,8 kg, menurut laporan alat, berat badan yang ideal untukku seharusnya (ideal body weight) 54,9 kg.

Usia aku yang sebenarnya adalah 25 tahun, namun usia metabolis aku (metabolic age) 19 tahun. Mengapa usia metabolis tercatat lebih muda dari usia sebenarnya? Mas Fariz menjelaskan usia sistem metabolis tubuh manusia yang lebih muda dibanding usia sebenarnya menunjukkan bahwa tubuh dari orang yang bersangkutan ternilai lebih muda sehingga sudah dipastikan bahwa metabolis akan berjalan layaknya usia metabolis yang ditampilkan. Hal ini dinilai sangat bagus, mengingat orang-orang yang datang kesini usia metabolis nya tercatat lebih tua dibanding usia sebenarnya. Usia metabolis juga dapat disangkutkan dengan pemikiran, gaya hidup dan pola makan.

Badan aku tercatat kelebihan lemak, karena menurut alat, prosentasi lemak tercatat (fat %) 24,1 % dan jika dikonversikan dalam berat sebanyak (fat mass) 11,1 kg kelebihan lemak ada dalam tubuh. Walau aku tercatat kelebihan lemak, tapi aku bersyukur karena lemak yang membungkus organ dalam (Visceral Fat Rating) aku masih dinilai sangat bagus yakni berada diangka 1. Angka 1-5 dinilai sangat bagus, angka 6-10 dinilai normal, dan ngka 11-13 dinilai warning dan harus diwaspadai.

Kalau aku tercatat kelebihan lemak, lalu mengapa berat badanku masih dinilai belum memasuki ideal ya?

Ternyata penyebabnya adalah karena aku kekurangan massa otot. Massa otot aku menurut alat, tercatat masih berada di kolom negatif, dan harus ditingkatkan terutama dibagian lengan dan tubuh bagian atas. Mas Fariz menyarankan agar mengubah lemak menjadi massa otot jika ingin membentuk tubuh yang ideal. Jika ingin mentransfer lemak menjadi massa otot, aku disarankan untuk melakukan sejumlah maintenance tubuh bagian atas untuk meningkatkan massa otot. Melakukan push up dan kawan-kawan sangat disarankan. Siap pak!

Total kadar air dalam tubuhku mencapai (TBW %) 51,2 % atau (TBW) 23,5 kg Berat badan aku jika dihitung tanpa ada lemak sebesar (FFM) 34,8 kg, dengan berat tulang keseluruhan cuma (bone mass) 1,9 kg. Ga heran deh kalau tulang ku kecil bingits. Kira-kira tulang masih bisa bertambah berat ngga yaa?

Secara keseluruhan derajat obesitasku (degree of obesity) menunjukkan angka negatif yakni -16,4%, dan kemungkinan untuk gendut karena penimbunan lemak masih jauh, jadi ga perlu ditakuti dan ga perlu dibayangkan jadi gendut kata masnya.

Penjelasan terakhir dari mas Fariz adalah mengenai BMR atau pembakaran kalori oleh tubuh disaat tidak beraktivitas. Menurut indikator, BMR ku berhenti di kolom positif. Semakin indikator mengarah ke positif semakin bagus. Bahkan aku pun dinilai disaat duduk maupun tidur, badanku bisa membakar lemak dengan sendirinya. Itulah mengapa aku dinilai sangat jauh dari kata obesitas.

All right! Aku jadi tau apa yang aku butuhkan disini dan kegiatan apa saja yang harus aku lakukan disini. Pertama, membakar lemak bagian pantat dan paha. Kedua, menambah massa otot pada lengan. Ketiga, pendinginan biar ga kram.

Here we go!

Ada seorang personal trainer berusia mirip dengan bapak aku mengantarkan kami ke latihan dengan treadmill. Karena ruangan gym full musik jedak jeduk, saat berkenalan, aku dan Via tidak mendengar jelas nama beliau. Beliau pun sepertinya tidak peduli dengan nama kami hahaha. Beliau meng-set treadmill hingga 30 menit (untung saja beliau tidak meng-set kecepatan treadmill), kemudian beliau meninggalkan kami.

30 menit aku lalui di atas treadmill sambil berjalan dan berlari, bergantian. Keringat sudah keluar bercucuran di 4 menit pertama dan semakin deras mengalir dimenit-menit selanjutnya. Pemandangan ramainya EF Sutos dan gerai Starbucks dan cowok-cowok ganteng pun menemani kami berlari dan berjalan.


Total waktu latihan treadmill adalah 32 menit 27 detik, selama itu aku sudah berlari dan berjalan sejauh 2,25 km, dan kalori yang terbakar adalah sebanyak 92 kalori. Keringat masih mengalir deras.

Setelah latihan treadmill, kami mencoba mengikuti kelas body combat. Kami datang saat kelas sudah mulai, untungnya ada space buat kami. Kelas body combat ini sebenarnya ditujukan untuk orang yang ingin membakar lemak dalam jumlah besar. Sebenarnya tidak disarankan buat aku (karena kata mas nya : kalau kamu nyoba masuk kelas itu, lama-lama lemakmu jadi habis nanti), tapi kelas ini juga ada gerakan yang membuat massa otot pada lengan dan betis bertambah, jadi yaa aku kekeuh aja masuk kelas.

Sepuluh menit pertama, baik-baik saja, aku bisa mengikuti gerakan trainernya yang enerjik abiss walau sedikit kewalahan. Lima menit berikutnya sudah kerasa pusing, nggliyeng dan mual. Untung saja selanjutnya ada gerakan push up, jadi aku bisa curi-curi merebahkan badan dilantai deh hihihi. Lima menit berikutnya aku semakin bersemangat “meninju” dan “menendang” angin mengikuti sang trainer. Semakin bersemangat meninju dan menendang dengan mengingat-ingat orang-orang yang menyebalkan yang mengakibatkan masalah dalam hidupku ahhhahaha. Sang trainer mulai mencontohkan gerakan calm down dimenit-menit selanjutnya, disaat itulah aku dan beberapa orang keluar dari kelas, karena sudah pasti gerakan calm down hanya diawal tapi selanjutnya gerakannya lebih dahsyat lagi mengingat sisa waktu kelas body combat ini masih ada setengah jam lagi. Via pun mengikutiku keluar kelas.

“Aku iku mau keluar kelas lis, ngelu aku, nggliyeng..”, kata Via sambil mengajakku duduk disofa depan kelas.
“Ellho, mangkanya aku tadi noleh kebelakang nyari kamu kok ga ada vi”
“Iyo aku gak kuat…”


Wah,, guokil juga ya. Aku lebih bisa mengikuti gerakan pencak silat selama dua jam berturut-turut dibanding gerakan body combat yang cuma kujalanin setengah jam ini. Tapi… Pencak silat ada dijaman dulu ya, ketika tubuh sedang enerjik-enerjiknya, dan body combat dilakukan dijaman sekarang, ketika tubuh sudah jarang beraktivitas enerjik.

Aku mengajak Via lanjut bergerak dengan melakukan stretching didepan cermin. Dia kelihatan ngos-ngosan, kasihan rek… Padahal nih, jaman awal kuliah, kami dinilai teman-teman sebagai perempuan aktivis yang sangat enerjik. Via dengan kegiatan pramuka dan beladiri nya, aku dengan kegiatan militer MENWA. Ngga nyangka, 6 tahun berlalu dan semua jadi berubah hahaha.

Aku melakukan stretching pada kaki. Gerakan menendang di kelas body combat membuat otot kakiku jadi tegang. Dan ketika meletakkan kaki diatas pegangan besi, rasanya nikmat banget ya Allah… Aku menyarankan Via melakukan hal yang sama, dan dia menuruti.


Kami duduk didepan cermin setelah stretching sembari mengobrol dan mengamati tiap-tiap orang yang datang kemari. Dari yang bermata sipit hingga yang Jawa asli, dari yang berpakaian seksi sampai yang shar’i (shar’i fitness=berjilbab dan memakai kaos yang tidak membentuk tubuh), dari yang ganteng sampai yang gak ganteng berumur, dan ini yang paling penting dari yang berotot kekar sampai yang berotot gelambir. Semua ada disini. Semua sibuk dengan alat-alat dan gerakan. Semua sibuk berolahraga dan membentuk tubuh. Aku juga ga boleh kalah.

Via mengajakku untuk berlatih bersepeda statis. Karena masing-masing ga tau tombol mana yang harus ditekan agar bisa nyala, aku putuskan untuk bertanya pada mbak-mbak yang juga melakukan latihan bersepeda. Sesuai dengan arahan dari mbak tersebut, akhirnya kami bisa menggunakan alat ini ha ha. Ternyata hanya dengan mengayuh pedalnya, sepeda statis itu nyala dengan sendirinya. Owalah owalah. Maklum belum pernah menggunakan alat yang seperti ini hihihi.

Bisa dibilang sangat menenangkan berlatih menggunakan sepeda statis. Jika temans ingin mengayuh dengan santai, temans bisa atur manual. Tapi jika temans tujuan mengayuh sepeda untuk membakar lemak, temans bisa tekan tombol start-fat burning-go.


Total waktu aku bersepeda adalah 20 menit 15 detik, sudah menempuh jarak 4,6 km dan ada 32,4 kalori yang terbakar. Lumayan...

Alat yang kami gunakan selanjutnya adalah Air Walker. Air walker dirancang untuk mengkonversi lemak di paha menjadi otot serta mengencangkan otot pantat. Selain itu, kurasa, jika kita sering-sering berlatih menggunakan air walker, kita akan terbantu ketika akan naik gunung karena akan terasa ringan dikaki ketika memanjat. Untukku, alat ini sangat berat dan menyiksa, padahal sebenarnya berlatih menggunakan alat ini adalah hal yang aku butuhkan untuk membakar lemak dipinggul, pantat dan paha. Alhasil aku hanya bertahan di menit ke 4 dan hanya 17 kalori yang terbakar.


Aku mengajak Via duduk sebentar untuk meregangkan otot kaki. Kebetulan didepan kami ada cermin, alhasil kami welfie-welfie deh.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Sebelum kami mengakhiri fitness dan gym hari ini, kami menimbang badan dengan alat analisis komposisi tubuh yang diawal telah kami gunakan. Dan ini hasil analisis tubuhku.


Ada yang berubah? Pastinya...

Olahraga itu penting lho, jangan nunggu gendut baru olahraga mati-matian ngurusin lemak. Kalau bisa, minimal kita rutin berjalan maksimal 30 menit sehari.

Kalau temans berdomisili di Surabaya dan ingin datang nge-gym, boleh lah datang kesini.

Oke man teman? Aku dan Via mau makan dulu, laparrr hehe. Tapi... Percuma ga ya, abis bakar lemak lalu makan nasi? :p. Ah biarlah, aku masih jauh dari kata gendut kok xixixi.

Kenalan dengan Ikan Tuna dan Olahan Masakan Khas Sulawesi Utara, yuk!

Kekayaan ragam Indonesia terutama dibidang kelautan begitu banyaknya jika kita mau menilik lebih dalam. Ditinjau dari sebuah buku tentang penangkapan ikan, potensi produksi perikanan laut Indonesia mencapai 47 juta ton/tahun. Selain karena wilayah laut yang begitu luas, Indonesia berada di wilayah beriklim tropis sehingga spesies ikan laut dan spesies non ikan yang hidup di perairan Indonesia memiliki jenis yang beragam juga bernilai ekonomis tinggi di pasar dunia.


Adanya peningkatan laju pertumbuhan penduduk dunia menuntut peningkatan produksi perikanan pula dan hal tersebut juga berdampak pada peningkatan produksi dan daya konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Hmm.. Tidak percaya?

Berdasarkan laporan FAO (2012), pada tahun 2007 populasi dunia diperkirakan mencapai 6,7 miliar jiwa dan tingkat penyediaan ikan untuk dikonsumsi sebesar 17,6 kg/kapita/tahun, dan pada tahun 2011 jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar jiwa dengan tingkat penyediaan ikan untuk konsumsi dunia sebesar 18,8 kg/kapita/tahun. Sementara pada laporan KKP (2013) menyebutkan bahwa pada tahun 2007 penyediaan komoditas ikan konsumsi sebesar 28,28 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2011 penyediaan ikan meningkat yakni sebanyak 36,98/kg/kapita/tahun. Oleh sebab itu peneliti berasumsi peningkatan daya konsumsi perikanan dunia juga mempengaruhi peningkatan produksi dan konsumsi ikan di Indonesia.

Tetapi mengapa masyarakat semakin memilih komoditas perikanan untuk dikonsumsi? Usut punya usut ada lima alasan yang menjadi faktor peningkatan kebutuhan ikan konsumsi didunia yaitu meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya pendapatan masyarakat dunia dan meningkatnya kualitas hidup, meningkatnya kualitas hidup yang diikuti dengan bergesernya komposisi makanan berpola red meat (daging sapi; kambing dan babi) ke komposisi makanan berpola white meat (daging ikan) yang rendah kolesterol, makin sibuknya masyarakat dunia sehingga membutuhkan makanan cepat saji yang sehat, dampak globalisasi menuntut komoditas perikanan menjadi alternatif komoditas makanan yang dapat diterima secara internasional, dan ketakutan penduduk akan penularan penyakit dari hewan ternak dan unggas sehingga mereka beralih untuk mengkonsumsi ikan.

Indonesia merupakan salah satu negara yang beruntung menjadi tempat migrasi ikan yang bernilai ekonomis tinggi. Adalah ikan Tuna yang hidupnya bergerombol dan sering berpindah tempat (migrasi), merupakan salah satu komoditas utama perikanan Indonesia. Dalam pengolahannya, selain di ekspor dengan pasar utama negara Jepang, ikan Tuna juga dikonsumsi penduduk sendiri. Minahasa Sulawesi Utara dikelilingi oleh lautan pasifik yang hangat dimana tempat ikan Tuna singgah dari migrasinya. Minahasa pun kaya akan ragam kuliner olahan hasil lautnya. Tak khayal Minahasa menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri.

Ikan Tuna - Sumber : antaranews.com
Saya teringat, sang Ibu sering membuat masakan khas Sulawesi Utara dengan bahan dasar Ikan Tuna ketika di Surabaya. Sang Ibu mendapatkan resep tersebut dari ‘embak’. Embak adalah perempuan yang mengasuh saya saat masih balita. Kampung halaman beliau berada di Sulawesi Utara. Ketika saya teringat masakan itu, membuat saya lapar dan senang mengenang rasanya. Saat ibu pulang dari Malang, saya meminta resep dan ingin bisa mempraktekkannya dirumah. Resep tersebut akan saya bagikan untuk temans.

Resep tersebut diberi nama Sambal Goreng Tuna Kemangi dan Jagung Manis. Bahan dan Cara pengolahannya sebagai berikut.

Bahan :
4 siung Bawang merah
4 siung Bawang putih
2 buah Lombok merah
2 buah Lombok hijau
6 buah Lombok kecil
1 buah Laos kecil dipotong kecil
2 buah Jagung manis, dipreteli
1 ekor Ikan Tuna ukuran sedang, dipotong memanjang, goreng sebentar
3 ikat Daun Kemangi
65 ml Santan siap pakai
600 ml air matang
1 sdt garam
1 sdm gula

Cara Membuat :
1. Tumis bawang, lombok dan laos sampai harum.
2. Beri air dan tunggu hingga mendidih.
3. Beri garam dan gula, aduk perlahan.
4. Masukkan potongan ikan tuna, biarkan mendidih.
5. Masukkan pretelan jagung manis, biarkan mendidih.
6. Masukkan santan, aduk agar santan tidak pecah.
7. Aduk terus hingga tongkol dan jagung manis matang.
8. Masukkan daun kemangi dan aduk sebentar, biarkan daun kemangi meresap kuahnya.
9. Sambal goreng tuna, kemangi dan jagung manis siap disajikan.

Hmmm, sayangnya hanya bisa membayangkan karena masakan sang Ibu belum pernah saya foto (tidak sempat difoto karena baru sadar ingin saya foto tapi makanannya sudah habis duluan). Saya pernah mempraktekkan masakan ini kali pertama dan kali kedua, namun rasanya tak pernah seenak rasa masakan yang dibuat oleh sang Ibu. Ah sudahlah.

Beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa mengkonsumsi ikan dapat melindungi manusia dari berbagai penyakit yang disebabkan karena perubahan gaya hidup manusia diberbagai negara industri di dunia.

Saya sangat menyukai masakan berbahan dasar ikan, mengapa, karena nilai gizi yang terkandung didalamnya begitu banyak. Ikan dan biota non ikan memiliki kadar protein dan kandungan lemak omega-3 yang tinggi sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ikan Tuna memiliki kadar protein lebih tinggi dibanding dengan ikan Salmon dan ikan Kakap (dengan prosentasi 20,9% untuk ikan Tuna, 20,6% untuk ikan Salmon dan 20,0% untuk ikan Kakap). Fungsi protein untuk tubuh antara lain sebagai pembangun struktur utama dalam sel, enzim dalam membran; hormon; dan reseptor. Dilihat dari sisi nutrisi, protein merupakan sumber energi dan asam amino, yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.

Ibu hamil disarankan untuk sering mengkonsumsi ikan Tuna, sebab ikan Tuna memiliki kandungan lemak omega-3 28 kali lebih banyak dibanding ikan air tawar. Salah satu komponen dari omega-3 adalah DHA (dekosaheksaenoat acid) yang berfungsi untuk mengaktifkan sel-sel dalam otak, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan otak. Ibu hamil yang rutin mengkonsumsi ikan selama masa kehamilan telah berinvestasi terhadap kecerdasan otak bayinya.

Tak hanya ibu hamil,, orang lanjut usia, orang dewasa, remaja dan anak-anak pun disarankan untuk mengkonsumsi ikan Tuna minimal 30 gram sehari karena kandungan kimia dari ikan Tuna berperan penting untuk mengaktifkan antioksidan, melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab berbagai jenis kanker dan dapat mereduksi resiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50%.

Indonesia merupakan negara yang menakjubkan, penuh dengan kekayaan alam bahari, keberagaman biota laut dan keberagaman kuliner. Saya membayangkan, bagaimana jika sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi masakan hasil olahan laut. Saya yakin, penduduk yang mengkonsumsi makanan hasil olahan laut secara rutin akan jauh lebih sehat dan cerdas. Temans setuju?

Make Up Yang Wajib Aku Punya

Saturdate kemarin di foodcourt samping danau buatan di kota metropolitan 'Surabaya', do'i bisikin sesuatu ke aku. *Eh, bisikin ga ya, kayaknya sih bisikin, soalnya suaranya alus gitu, eh iya kalau malem suaranya emang gitu, berarti bukan bisikin hehe*. Do'i bilang, "Ada lima keuntungan punya pacar seorang Lisa Maulida...". Aku ngernyitin dahi. Dia tanya, "Lho kenapa? Kok mukanya jadi jutek?". Aku jawab, "Ternyata dimata wahyu alam aku cuma lima nilainya, awas ya nanti kalau minta dibikinin kopi dirumah, gulanya aku ganti garam!". SADIS. Do'i ngelanjutin kalimatnya setelah ketawa ngeliat aku mecucu dengan wajah jutek. Lima keuntungan itu adalah....rahasia ya..., aku mencatat di note handphone saat do'i jelasin kenapa ada lima keuntungan itu. Walaupun cuma lima, ternyata itu berarti juga buat do'i..hihihi.

Lima keuntungan tersebut menurutku lebih tepat jika dibilang : itu sanjungan buatku, dan aku harus mempertahankannya karena lima keuntungan tersebut adalah hal-hal apa adanya tentang diriku. Salah satu dari lima keuntungan yang dia lontarkan, ada satu hal yang menurutku mendekati pengecualian. Hal yang merupakan pertama kali dia lontarkan adalah "Cantik, tanpa suka pakai make up".

Yap benar, aku lebih suka dan cuma pakai pelembab-bedak-lip gloss, kalau mau hangout. Tapi bukan berarti aku ga mau belajar memakai make up untuk mempercantik diri. Semua perempuan pasti ingin tampil cantik dengan make up, kan?


Sebagai seorang perempuan yang hobinya ke hutan mangrove plus ke laut ini,, aku juga punya beberapa make up di kamar lho. Bisa dibilang yang aku punya adalah basic make up alias make up dasar. Kurasa, kumpulan make up ini sudah cukup, kecuali kalau sudah jadi istri dan punya budget lebih untuk berdandan. "Boleh lho ya suami, nambah koleksi make up aku...", sambil lirik-lirik genit gitu ke suami minta uang belanja bulanan ditambah buat beli set make up, ahhahahahha *ngayal disiang bolong*.

Nah apa saja sih koleksi basic make up yang ada dikamar? Sengaja nih, aku bongkar rak dan nunjukinnya ke temans. Jangan diketawain ya hihihi.


1. FOUNDATION


Temans pasti sudah tau apa kegunaan dari foundation ini. Pengaplikasian foundation ini dilakukan setelah pemakaian pelembab di wajah. Pengalaman mencoba foundation salah satu brand muslimah terkenal di Indonesia, walau pemilihan warna sudah tepat dengan warna kulit wajah, tapi setelah diaplikasikan wajah terasa tebal dan warna putihnya wajah jadi aneh hiks hiks hiks. Setelah expired date foundation tersebut habis, aku beralih mencoba Very Me Smoothie Foundation. Daaan,, setelah aku coba untuk kali pertama saat dandan untuk kondangan, aku bisa bilang : ini COCOK!. Teksturnya yang lembut dan sangat ringan di wajah, membuatku ingin memakainya sehari-hari. I love it !


2. EYE LINER


Fokusnya ke Very Me Eye Liner aja ya, jangan ke ponsel jadulku. Walau ukurannya mini dan isinya cuma 3,5 mili, tapi eyeliner very me ini bisa bikin cantik mata aku hampir dua tahun lamanya. Heran juga ya, kenapa eye liner ini ga habis-habis. Seperti yang temans tau, eye liner fungsinya untuk mempertegas garis tepi mata. Aku butuh mahluk kecil ini banget agar mataku sedikit keliatan belok hihihi, derita mata sipit. Tapi perlu diingat ya, eyeliner ini ga waterproof lho temans, ati-ati lupa, kalau pake eyeliner ini jangan basuh wajah pakai air, kalau engga yaaa mata temans bisa horor nanti hiii~.


3. EYE PENCIL


Buat temans yang belum terbiasa pakai eye liner atau sedang dikejar waktu sehingga mustahil kalau mau pakai eyeliner dalam waktu cuma semenit, aku menyarankan sebaiknya pakai eye pencil aja. Karena eye pencil ini berdiameter lebih lebar dan teksturnya padat, jadi dalam pengaplikasian dimata akan lebih cepat dan tidak perlu takut salah memuas. Kebetulan aku sudah punya eye liner yang berwarna hitam pekat, jadi untuk eye pencil aku memilih yang berwarna silver ber-glitter punya The One High Impact Eye Pencil. Cantik banget deh dimata.


4. EYE SHADOW


Beberapa orang belum mengetahui atau mungkin lupa jika dalam ber-make up, hal yang perlu diingat adalah kita harus mengaplikasikan make up bagian mata terlebih dulu kemudian turun ke hidung, bagian pipi dan terakhir bagian bibir. Dimulai dari alis, kelopak mata, bulu mata, hidung, pipi kemudian bibir. Dan bagian wajah yang paling sering aku jadikan eksperimen dalam ber-make up adalah bagian mata. Kebetulan dari basic make up yang aku punya, kebanyakan adalah koleksi make up bagian mata. Aku suka mewarnai mata dengan eyeshadow sesuai dengan warna dress yang aku kenakan, oleh karena itu aku lebih memilih palet eyeshadow dengan berbagai warna. Kalau temans setuju denganku, Very Me Eyeshadow Palette ini bisa dijadikan pilihan.


5. MASCARA


Kalau dalam acara resmi yang mengharuskan dandan secara totalitas, jika diperbolehkan sama MUA, dibanding pakai bulu mata palsu, aku lebih suka memakai maskara. Kenapa? Satu, bulu mataku sudah panjang dan lentik, rasanya mubazir kalau pakai bulu mata palsu. Dua, bulu mata palsu bikin bulu mataku rontok, hiks. Si adik setuju dengan kedua hal itu. Oleh karena itu, aku dan adik suka banget koleksi maskara. Kali ini kami punya dua jenis maskara yang berbeda : The One Lash Resistance Mascara dan The One 5 in 1 Wonder Lash Mascara Waterproof. Sudah jangan ditanya bagaimana rasanya, dahhsyyaaatt!!!


6. BALM


Benda mungil ini namanya Tendercare Protecting Balm. Ukurannya memang cuma 13 gram, tapi jangan ragukan kegunaannya ya. Kegunaannya buanyaaaakk!!! Buat pelembab bibir oke, buat krim kutikula oke, buat pelembab kulit yang kasar (seperti siku; lutut; tumit) juga oke bangettt. Daaan ngga ada efek sampingnya. Kalau aku, tendercare ini sehari-harinya kupakai buat menyegarkan alis mata, melentikkan bulu mata dan diaplikasikan sebelum keluar rumah. Kamu wajib coba !


7. BLUSH ON


Sebenernya aku ga terlalu suka ada merah-merah dipipi, aku cuma suka saat memuas pipi dengan blush on tools hihihi geli geli gimana gituh. Tapi saat membeli Giordani Gold Baroque Blushing Pearls, aku merasa, aku kok jatuh cinta ya sama blush on ini. Perpaduan warna pinknya yang cantik pas banget di pipi, packagingnya yang mewah bikin aku SUKAK banget! Walau isinya hanya 25 gram, tapi blush on ini ga cepat abis (menurut pengakuan para pecinta blush on Giordani Baroque), well aku pakai blush on ini baru seminggu. Syukurlah kalau blush on nya ga cepat abis, jadi bisa dipakai kapan aja. Love it!


8. MAKE UP REMOVER


Lagi-lagi fokusnya di produk aja ya, jangan fokus difoto keluarga aku hehe. Setiap setelah memakai make up, kita wajib membersihkannya dengan make up remover agar kulit wajah kita bisa ikut istirahat. Yang menjadi pelajaran buat aku, pertengahan bulan lalu ketika aku ingin membersihkan make up sesegera mungkin setelah acara keluarga, kebetulan saat itu aku memakai make up remover punya brand muslimah (terkenal di Indonesia – you know what lah) dan kubersihkanlah itu make up yang ada diwajah, setelah bersih wajah aku berubah menjadi merah kecoklatan dan terasa panas, disitulah aku sadar bahwa aku tidak boleh memakai make up remover dari brand yang berbeda dengan make up yang dipakai diwajah. Dengan cepat aku membeli The One All Over Make Up Remover ini. Daaan belum aku coba sih, soalnya belum ada acara yang mengharuskan untuk ber-make up. Tapi aku yakin deh, hasilnya pasti akan lebih baik dibanding hasil pakai make up remover dari brand yang berbeda.


9. MAKE UP TOOLS


Hal yang paling penting kedua dalam ber-make up setelah Make Up Remover adalah Make Up Tools. Mengapa penting? Karena kadang ada beberapa make up yang didalam kemasannya ngga include alatnya. Semisal produk blush on, kadang ga disertai dengan kuasnya. Gimana coba, kalau kita mau pakai blush on, eh ternyata ga ada kuasnya, oleh karena itu make up tools ini termasuk barang yang wajib kita punya. Ada beberapa tools yang aku punya seperti sisir alis dan bulu mata, kuas eyeshadow, penjepit bulu mata dan kuas blush on. Kalau temans yang suka dandan pasti lebih banyak deh peralatan perangnya #ehh peralatan make upnya ^^.


Aku orangnya kalau sudah ada satu produk brand cocok, susah untuk berpaling ke produk dari brand lain dan ga mau coba-coba gonta-ganti produk buat wajah. Aku pilih oriflame untuk basic make up yang aku punya. Kecuali produk bibir ya, bibir aku kurang cocok jika memakai produk bibir punya oriflame.




Yap, kesembilan produk diatas adalah dari brand oriflame semua.


Awal aku kenal oriflame, sekitar tahun 2008 ketika sang Ibu join jadi member, aku hanya tertarik pada produk parfum dan lipstik. Saat aku menginjak masa perkuliahan, aku tertarik menggunakan maskara dan eye pencil. Dan dewasa ini, aku suka semuanya!.

"Produk oriflame mahal-mahal harganya". Well, buat aku kalau harga yang mahal setara dengan kualitasnya mengapa harus pikir dua kali?, produk buat wajah kan ngga boleh jelek kualitasnya. Lagipula oriflame banyak diskonnya! Beneran, ga bohong. Temans sudah dapat diskon katalog juga dapat diskon member lagi (bagi yang sudah jadi member), belum lagi ada hadiah tambahan khusus untuk member yang bersemangat untuk berbisnis oriflame.

Aku nih, jujur, beli produk-produk oriflame ya nunggu harganya turun (kecuali kalau benar kepepet-pet-pet butuh produk tertentu) hehehe. Jadi ingat ketika do’i bilang “ada lima keuntungan punya pacar Lisa Maulida”, yang pertama sudah aku sebutkan diparagraf kedua, yang kedua adalah “Fashionable tanpa harus pakai barang mahal”. Semoga lima hal itu bisa aku pertahanin sampai nanti-nanti , aamiin.

Temans, siap jadi pusat perhatian?