Liburan ke Miaoli. What a Remarkable Weekend!


Kami liburan ke Miaoli tak hanya bertiga (seperti biasanya), melainkan bersama rombongan!



Adalah IB Team, yang disponsori oleh Big Boss IB Team--kami sangat sangat berterima kasih karenanya--kami bisa melepas penat dan refreshing mengunjungi tempat baru di Taiwan selama dua hari semalam. Sudah direncanakan dari bulan lalu dan terlaksana weekend kemarin. Kami sekitar 50 orang berangkat dengan bus besar dari Taipei menuju Miaoli. Kemana aja sih kami selama di Miaoli? Keep scrolling ^^.


1. Shang Shun World 尚順育樂世界 - Miaoli

Day 1.
Sesampainya di Miaoli, kami belum boleh langsung check in hotel. Mungkin karena check in hotel di Taiwan mulai pukul 14.00--mungkin semua hotel di Taiwan begitu. Jadi, kami hanya meletakkan barang-barang di sebuah ruangan dekat dengan lobby hotel Grand Royal Hotel 尚順君樂飯店 , tempat kami menginap.

Bos memberi kami dua tiket untuk bermain di Shang Shun World, tapi tidak sempat kami gunakan karena tak tahan dengan laparnya perut, apalagi perut Kia jadi tak embul-embul karena kosong dan sudah waktunya diisi dengan makan siang, maka kami langsung melipir cari makanan (yang bisa dimakan ha ha, remember ini bukan Indonesia).



Perut kenyang dan setelahnya seolah jiwa travelling kami terpanggil untuk explore isi dari Shang Shun World ini. Rupanya disini tak jauh beda dengan Taipei, disini kami menemukan ada banyak restoran dan brand-brand dunia oke punya. Bedanya hanya terletak di HARGA! Kalau diumpamakan, harga di Taipei sama seperti harga di Jakarta dan juga Miaoli dengan Sidoarjo.

Well yeah, karena harga produknya miring, uang kami terkuras disini ha ha. Dari makan, kursi pijat otomatis, jajan Starbucks, jeans Levis, store baju Net, sepatu Palladium dan kawan-kawannya. Bikin kami kalap belanja sekaligus cuci mata (ngga kebalik, Lis?). Untung Kia bobo imut di strollernya, jadi kami berdua sekalian pacaran dong xixixi.

Oke stop ya belanjanya, bisa masuk rumah sakit nih dompet kalau diteruskan. Kami kembali ke lobby untuk menunggu rombongan yang lain. Tak lama bos datang kasih kartu kamar dan kami bisa lanjut check in hotel.


2. Grand Royal Hotel 尚順君樂飯店 - Miaoli

Hotel bintang 4 yang oke bangettt. Waktu pertama kali masuk kamar 807, pikiran saya 'wah ngga salah kamar nih kami?'. Pasalnya ada dua bed size King nangkring ditengah ruangan, sementara kami kalau kemana-mana terbiasa tidur keruntelan di satu kasur. Oke baiquelah, ditunggu saja mungkin ada yang mau tukar kamar.










Sekitar pukul 6 sore kami turun untuk makan malam. Bebarengan dengan cool and strong cece cece, kami menghabiskan makan malam. Tak ingatlah ya makan apa saja malam itu, yang jelas semuanya masuk, ya seafood, ya daging, ya ayam, ya salad, ya apalagi lupa deh maafff.



After dinner, baliklah kami explore sekeliling, cari angin segar sebelum balik kamar. Dan yash, rasa bosan datang terlalu cepat, akhirnya kami balik ke kamar untuk...........mberantakin kamar haha. Dirasa ngga ada yang mau tukar kamar khan yaa, yawes bebas deh kami ngacak-ngacak kamar #ehh. Tenang mister dan miss cleaning room service, nanti kami balikin ke semula koooqq.

Day 2.
Keesokan harinya, sekitar pukul 8, kami sarapan pagi di buffet yang sama namun dengan menu yang berbeda. Hmmm nyummyyy. Setelahnya, kami siap-siap check out, dan pergi ke destinasi selanjutnya.






3. Zhongshe Flower Market 中社觀光花市花海 - Taichung

Antara pas dan tidak, pergi kesini saat summer begini. Bagai ingin menikmati keindahan tata letak bunga tapi harus bertempur dengan sumuknya hawa serta garangnya sinar matahari. Gosong gosong dah kulit. But it's okay, ntar khan balik lagi warna kulitnya. Kapan Lis? Meibe yes meibe no.

Cuaca di Taiwan ini unpredictable memang, sebelum berangkat ke Miaoli, saya cek cuaca, bakal turun hujan saat kedatangan ke Miaoli. Namun ternyata, mataharinya bersinar terang selama dua hari ini. Tapi disitulah tantangan orang travelling khan? Kalau sudah terprediksi nantinya ya mana asik.





Perkenalkan, Bos IB Team.


Honey market.

Saya yang basic nya sering terjun ke laut ini, saat berhadapan dengan berbagai tanaman cantik di Zhongshe Flower Market ini langsung speechless. Selain ngga ngerti namanya, juga yaa cuma bisa pepotoan doang. Cobak sang ibu tercinta ikut serta, pasti beliau senang luar biasa, no one can't stop her to do her passion about pharmacy and flowers. Celoteh sana sini tentang bunga dan pasti dikaitkan dengan saat beliau masih berkecimpung didunia farmasi.

Ini pemandangan favorit saya :




"Psssttt, kalau mau ambil gambar, biasakan ijin dulu ya. Tiga gambar tadi sudah diberi watermark, it means itu punya saya dan jika kalian ambil gambar tersebut tanpa ijin, bisa dikenakan sanksi. Mengerti ya. Apa perlu dijabarkan undang-undang hak miliknya?"

Koq cuma foto pemandangan aja si Lis? Mana foto bertiga-nya?

Ini ini iniii..






Entah mengapa, di foto bertiga ini, posisi saya selalu berada di sebelah kanan .-.

Abis panas-panasan, kami menikmati hidangan makan siang yang biasa disebut dengan Taiwanese Barbeque. Bakar-bakar rek!. Tempat ini begitu ramai dan padat, tampak beberapa keluarga menghabiskan weekend bersama disini. Senang ya melihatnya.



Lalu.. Makan apa aja kitaaa??? Kalau saya, sembari ndulang Kia, pinginnya makan daging bakar. Padahal saya tidak terlalu suka daging, tapi entah mengapa lihat daging yang dibakar hingga hangus gitu rasanya pingin ngabisin semuanya. But stop stop, leher udah seret nih.

Sambil nurunin makanan di perut, sambil jalan-jalan lihat berbagai tanaman hias yang khusus dijual murah, tempatnya tak jauh dari tempat makan tadi. Saya sebenernya kepingin beli, tapi mengingat tanaman kaktus (peninggalan Ci Santy) di rumah yang abis dikruwes Kia (maaf ya ci..), alhasil saya urungkan niat membeli tanaman cantik ini. Sebagai gantinya, saya mengabadikannya lewat foto.




4. Houlong Cape of Good Hope 後龍鎮半天寮休閒文化園區 好望角 - Miaoli

Abis tadi dengan suka rela berjemur lalu dibakar eh bakar-bakar, maka tujuan selanjutnya pun ngga jauh berbeda dengan tempat sebelumnya. Summer oh summer. Kemanapun kita pergi, seolah matahari ikut ngintil.

Ini tempat yang paling saya suka selama perjalanan ke Miaoli. Merasakan kumpulan angin menerpa dirimu hingga serasa kamu ikut terbawa olehnya. Kumpulan angin inilah yang menggerakkan kincir angin raksasa kemudian kincir angin raksasa ini akan menggerakkan turbo dibawah tanah dan kemudian diubah menjadi aliran listrik atau lainnya, entahlah.

Kincir angin raksasa?

Saking raksasanya, jarak antara parkir bus dengan tempat berdirinya kincir angin yang begitu jauh tak membuat kincir angin nampak mengecil.




Kebetulan Kia pas waktunya bobo siang saat sampai di Good Hope ini. Kia bobo di kursi bus dan kebetulan beberapa rekan kerja ada yang stay di bus, mereka bersedia menjaga Kia. *Trims buanget buat mbak Puji*. Jadi kami bisa pacaran sebentar hehe.



Kalau kita berhasil berjalan hingga ke paling ujung laut dan memungkinkan menaiki bukit kecil buatannya, maka kita akan melihat banyak sekali kincir angin raksasa yang berdiri dengan tegak disepanjang tepian pantai Houlong Cape ini. Dari yang letaknya di daratan (di bukit-bukit tepi pantai) hingga ada kincir angin yang letaknya hampir ketengah lautan. Keren banget!



Pemandangan yang jarang terlihat di Indonesia, sekalipun saya anak perikanan tapi sejauh saya melancong ke pesisir pantai Indonesia tak pernah melihat kincir angin sebesar dan sebanyak ini. Tapi, apalah saya dibuat perbandingan haha, cuma anak perikanan yang random.


Karena saya sudah merasa teramat gosong segosong-gosongnya, pada saat sampai di destinasi berikutnya bernama   , kami bertiga tidak ikut jelajah pantainya. Selain karena matahari serasa masih diatas kepala (padahal uda hampir jam 5 sore), juga karena harus melewati jembatan yang panjang tanpa iyupan diatas kepala. Aduh sudah menyerah deh kami, jadi kami hanya berkeliling disekitar bus parkir saja. Sekitar hampir satu jam menunggu, selanjutnya kami pindah tujuan berikutnya.


5. Chenghuang (City God) Temple Night Market 城隍廟夜市 - Hsinchu

Destinasi terakhir jalan-jalan kali ini ada di night market ini. Night market yang super duper ramai, padat, dan trust me this is not kids friendly. Untuk makanan, memang ada buanyak sekali pilihan (terutama street foodnya), tentu saja yg halal perbandingannya 1:9 ya, kalau yang ABUBA macam kami ini pilih yang aman saja : ikan; daging; telur dan ayam.



Awalnya opsi kami jatuh pada makanan junk food yang mendunia itu, tapi lha koq jaraknya hampir satu kilo dari tempat bus parkir. Sementara kami hanya punya waktu sekitar satu jam untuk berkeliling night market, agar tak kemalaman pulang ke Taipei. Alhasil kami random aja cari restoran yang menyediakan nasi dan pilih menu yang 'aman'. Dan setelah mendapatkan nasi plus lauk daging untuk Kia, kami kembali ke rombongan.

Not kids friendly, mungkin namanya juga night market ya, hanya banyak makanan atau jajanan jalanan, yang bisa dimakan sambil berdiri. Jadi kami dengan beberapa teman se-rombongan sambil makan sambil ngemper dipinggir toko. Ada yang kebagian tempat duduk ada pula yang makan sambil jongkok. Tapi tak apalah, namanya juga travelling, kalau isinya hanya duduk manis di restoran buffet yaa liburan aja sendiri Lis.

Yang kami nikmati bukan hanya tempat baru yang dikunjungi, melainkan suasana keakraban bersama rekan kerja. What a remarkable weekend! Ngga bisa dihapus tu memori makan bebarengan sehari di meja buffet, sehari kemudian dipinggir jalan haha. Ye khaaan?. Apalagi buat Kia, pasti ini pengalaman luar biasa buat dia melakukan perjalanan jauh bersama orang banyak.



Usai dari Hsinchu Night Market ini, kami langsung bertolak ke Taipei. Dan berakhirlah jalan-jalan kali ini. Saya yang baru pertama kali diajak jalan-jalan dari lubuk hati terdalam mengucap terima kasih buat bos sekaligus rekan-rekan IB Team. Selain pengalaman, keakraban dengan rekan-rekan IB Team makin terjalin. Next time jalan-jalan lagi yaaa ^^

Terima kasih juga buat temans pembaca yang setia mengikuti cerita dari awal hingga akhir. Mas husband sudah bikin videonya, silahkan lihat di channel youtube kami ^^




Sampai ketemu di artikel selanjutnya !