Abdu Arabian Cuisine - Restoran Halal Dekat Kampus Populer Taiwan

Abdu Arabian Cuisine - Kami baru dua kali makan ditempat dan selalu kebayang berada di padang pasir saat mencicipi hidangan benua Arab! (Emang Arab sudah jadi benua lis?)

 


 

Jangan khawatir ngga makan kalau di Taiwan!

Walau Taiwan terkenal 99,99% makanannya ada unsur b*bi nya, mencari makanan halal di Taiwan kini tak sesusah dahulu. Empat tahun yang lalu, tiap kali kami bepergian kemudian ingin makan, opsi kami tak lebih dari tiga : makan makanan vege (yang sama sekali tak cocok di lidah #SingkekKriwul wakakak) ATAU makan di gerai junkfood yang mendunia dengan pilihan makanan kalo engga daging ya ayam ATAU makan di rumah (ini yang paling aman). That's it. But now, you can find at least one halal restaurant in each of district. Bahkan ada lebih dari satu resto halal yang exist dalam satu distrik. Seperti di distrik Da'an ini.

Pemerintah Taiwan yang sudah mendukung penuh pariwisata ramah muslim ini (bahkan di kementrian pariwisatanya sudah ada divisi yang menangani muslim friendly tourism lho), ditambah semakin banyaknya foreigners muslim yang belajar, membuat pengusaha muslim dibidang makanan tergerak untuk berbisnis restoran dengan hidangan halal. Dan busssstttt! Pesat sekali bertumbuhnya. Dan juga dewasa ini banyak orang lokal setuju bahwa makanan halal itu menyehatkan badan, tak ada salahnya mendukung dan mencoba menunya.

Di distrik Da'an ini, terdapat dua kampus populer ibukota : NTU dan NTUST. Saking populernya ditambah pula kampus tersebut menyediakan beasiswa untuk foreigners, tentunya menjadi jujukan para mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan. Dan restoran halal dekat kampus ini menjadi warna tersendiri untuk para mahasiswa karena harganya yang ramah kantong.


Kenalan sama Abdu yuk

Abdu Arabian Cuisine adalah restauran yang mengusung suasana Timur Tengah ditengah kawasan kampus Taipei. Ownernya pasangan suami (asal Arab Saudi) dan istri (asal Taiwan). Letak Abdu ada di kawasan Keelung Rd, antara kampus NTU dan NTUST. Kalau tahun lalu (sama-sama di akhir bulan April) kami memutuskan berbuka puasa di Abdu sebab penasaran (baru buka koq uda terkenal haha), tahun ini kami kembali makan disini karena dapat gratisan dari KDEI. ((Alhamdulillaaah ya,, sering-sering ya ayy proyekannya hihi)).

 

Kia tahun lalu. Nǐ jiào shénme míngzì? | kě'ài. | Hǎo kě'ài oo~

 

Penasaran sama menunya?

Langsung saya jembrengin disini ya...

Tahun lalu karena penasaran, kami pesannya agak brutal gimana gitu, dua makanan utama dan dua minuman. Saya ingat waktu itu mas husband sudah punya high expectation sama Abdu, jadi pesannya harus yang menu-menu utama atau yang best seller. As usual, saya dan Kia makan seporsi berdua, dan do'i seporsi sendiri. Yang saya ngga nyangka berakhirnya do'i menyesal, karena bandingin sama harga makanan kampus (yang disubsidi itu). Biasanya 70NT sudah kenyang makan di kampus, tapi ini jadi sepuluh kali lipatnya tapi dirasa kurang kenyang, wkwkwk dasarrr perutt.

Menu yang kami pesan (2021) : Mandi Beef, Arabian Shrimp, Arabian Soup dan Lemon Tea (cold).

 

Arabian Shrimp

 

Sezuzurnya saya agak lupa lupa ingat rasa menu utama ini. Kalau diperbolehkan saya beri nilai, dari 10 sampai 100, saya beri nilai 85 untuk Mandi Beef dan 65 untuk Arabian Shrimp. Jelek banget ya nilai si Arabian Shrimp, percayalah, bumbu makanan arab itu cucoknya untuk per-dagingan bukan per-ikanan. Karena bumbunya kompleks dan 'berat' kan ya, kalau disandingkan sama udang itu kurang pas. Yaa, salah sayanya sih pilih menu udang. Mo gimana lagi, saya suka seafood, kemana-mana saya selalu pilih makanan laut instead daging.

 

Mandi Beef

 

Lalu kenapa Mandi Beef nya ngga diberi nilai 100 lis? Ini jawaban saya ya, mohon temans pembaca jangan salahartikan. Saya yakin chef AAC yang terhormat memasak Mandi Beef memakai bumbu yang kompleks, namun untuk rasa, cocok untuk lidah orang lokal : light, ngga asin dan ngga manis. Apakah cocok untuk orang Indonesia? Well, kebanyakan bilang tidak termasuk saya. Saya besar dilingkungan Kraton dan Ampel Surabaya. Bude bude dan nenek saya sering masak menu per-dagingan dengan bumbu yang teramat berat, apalagi kalau ada syukuran; haflah dan acara-acara pesantren. Waktu pertama lihat Mandi Beef yang dipesan mas husband diantar ke meja, ekspektasi saya : Wah asyik nih bisa nostalgia makanan ampel. Namun saat saya cicipin, iyaa not bad lah. Dan pudarlah sudah harapan nostalgia saya.

Arabian Soup


Lemon Tea

 

Hampir lupa tulis (untung diingatkan saat lihat arsip foto), tahun lalu kami ke Abdu bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Setelah pesanan kami dicatat, sembari menunggu adzan, kami disuguhi dua menu takjil dan satu teko besar air putih. Sayangnya dua menu takjil tersebut tidak tertulis di buku menu, penasaran namanya apa. Untuk rasanya, manis dan memiliki rasa rempah yang kental, khas makanan timur tengah ya.


Dua menu takjil, yang hingga kini kutaktau namanya dan lupa rasanya~


Saat kemarin kami datang, nampaknya menu tak ada beda dari tahun lalu. Namun karena kali ini niatnya datang cuma jajan, jadi kami pesan beberapa side dish saja.

Menu yang kami pesan (2022) : Fatoush Arabian Salad, Kashta Classic, Bakalawa Cream, Arabian Soup, Arabian Milk Tea (hot) dan Lemon Tea (cold).

 

Yeaiyy salad! Setelah lahiran Meilin, tiap kali diajak makan di luar sama mas husband, yang pertama saya lakukan adalah melirik menu sayuran! Entah mengapa ya. Mungkin ini sinyal dari tubuh kalau butuh zat besi dan mineral. Ada tiga menu salad, dan pilihan saya jatuh pada Fatoush Arabian Salad. Waktu menu salad datang, saya nge-freeze beberapa detik...

Ini salad apa bukan ya?

 


Untung saya foto buku menu sebelum akhirnya diambil ibu owner nya. Tapi percuma ugha lihat di foto buku menu, karena selain menu utama, menu yang lain tidak terfoto secara gamblang. Baru setelah semua menu pesanan datang, kami akhirnya bisa membedakan menu-menu yang kami pesan ha ha.

Ternyata benar yang datang pertama adalah menu Fatoush Arabian Salad. Gimana rasanya? Oh meeenn, biasanya salad itu rasanya ringan yaa, namun berbeda sama si Arabian Salad ini! UASEM, UASIN. Maaf jika saya terlalu jujur. Bisa jadi chefnya kebanyakan kasih perasan lemon sama cream cheese, atau bisa jadi juga ini memang cita rasanya. Kami bertiga butuh ekstra tenaga dan kemauan buat ngabisinnya. Di saat saat terakhir, mas husband kepikiran buat ngaduk saladnya, karena terlihat olive oil nya banyak didasar mangkok.

 


Walau sudah diaduk menu salad ini habis paling akhir.

 

Tetiba mas husband tanya, "kamu tim diaduk ato ngga diaduk bu??". Ngga saya jawab. Kenal juga uda se windu, masa iya do'i ngga tau hmmm. Lempar Meilin nihhh~


Beralih ke menu yang datang selanjutnya : Arabian Soup. Waktu si Arabian Soup datang, saya dan mas husband liat-liatan (ceileeehhh), lalu saling mengernyitkan dahi. Saya bilang, kayaknya sebelumnya kita pesan ini kan, tapi lupa rasanya kek gimana. Pas saya incip, OOOO ini pumpkin sup!. Creamy dan medium premium rasanya. (Piye iku medium premium rasane? Iya wes pokoke ngunu lah). #SingkekKriwul tertarik mencoba berujung habis separuh mangkok. Enak kak?

 

hmm nyumm..


Kashta Classic dan Bakalawa Cream datang setelah Lemon Tea dan Arabian Milk Tea. Kashta dan Bakalawa, nama yang unik cekaliii~ Penyajiannya pun juga unik : dikasih taburan bunga mawar. Sayang dimenu ngga ditulis terbuat dari apa mereka, kebanyakan kami pilih yang varian klasik atau originalnya. Tapi kami menduga kalau Kashta ini jadi bahan isian si opak Bakalawa, karena tekstur bentuk dan rasanya sama. Manis dan wangi. Bingung ngga temans bacanya? Saya juga bingung pas nulis ini sebenernya wkwk, yuk marilah kita lihat fotonya bersama-sama.

 


Kashta Classic



Bakalawa Cream

 

Jadi keinget milk tea rasa bunga mawar yang pernah kami beli di Taipei cecan, hmmm. Persis rasanya : manis dan wangi.

Bicara tentang milk tea, rasa si Arabian Milk Tea ini unik banget! Biasanya kalau pesan milk tea yang diharap dapat rasa manis segar dan pingin minum terus sampai habis. Beeda sama si Arabian Milk Tea ini. Sekali minum ngga pingin minum lagi, kata mas husband wakakak. Saat milk tea ini habis (salut buat mas husband yang berusaha menghabiskan karena do'i yaqueen istrinya ngga suka rasa beginian) ada beberapa rempah yang tersisa didalam teko. Saya ingin menulis apa saja rempah tersebut, namun lupa tidak memfotonya, payah pula ingatannya. Duh maafkan ya... Tapi saat incip Arabian Milk Tea ini, enak ugha. Incip aja lho yaa, ngga ngabisin hehe.

 


Arabian Milk Tea

Kalau tentang Lemon Tea, do'i yang mendeskripsikan ya, karena saya ngga kepikiran terbuat dari bahan apa aja waktu minum, langsung nyrusup aja saking sukanya wkwk. Begini kata do'i, "Lemon Tea ini kayak fuse tea yang sebotol harga 35NT itu lo yang beli di SevEl, terus diirisin lemon. Makanya kan ibu tadi bilang lemon tea nya ngga pake es tapi dingin. Segini dijual 50NT, untung banyak ya pasti orangnya.....". Mohon yang tentang uang ini tidak terlalu dipikirkan, do'i emang akhir-akhir ini suka mikirin uang jadinya kebawa apa-apa selalu dihitung wkwk.

 

Apa persamaan dari empat foto diatas? | Yak betul, Meilin yang ngga rela sendok isi keju masuk mulut Ayahnya.


Suasananya cozy abis!

Makanya nama restonya cepat sekali populer di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sekarang (yang kebanyakan masuk katagori Generasi Y dan Z) sangat lekat dengan yang namanya sosial media, kena makanan murah dan enak masuk deh ke fesbuk, kena tempat bagusan dikit masuk deh ke ige, lalu sebar pula deh ke line. Ngga susah pokoknya  kalau mau jalan sekaligus kulineran. Ye kan. 

Saya akui suasananya bikin nikmat makan dan yang paling penting kids friendly. Ruangan dingin ber AC, lampu yang tak terlalu padang tak pula suram, diiringi musik yang adem di telinga (saat kami datang kebanyakan instrument dan slow music yang terdengar), kamar mandi yang bersih, dan terakhir yang paling penting : tempat sholat. Nikmaaat betul pokoknya.

Mari kita lihat jepretan kali ini..

 


Tempat sholat disini
 



Kamar mandi disini



Saking cozy nya, #SingkekLurus tertidur pulas. Tapi keknya dia tidur karena cozy-an tangan Ibu si ini~


See, tempatnya enak banget kan buat dine in. Sayang banget kalau temans yang tinggal di Taipei belum pernah makan disini. ((Ini BUKAN promosi ya, bukan)). Tapi emang jujurly, kalau ada rejeki, kepingin makan disini terus sih. Semogaa, rejeki kita ngalir terus yaa, biar kalau pas lagi diluar ato pas lagi males masak bisa makan halal disini. Aamiinnn...



Abdu Arabian Cuisine 阿布都中東料理
No. 15號, Leli Rd, Da’an District, Taipei City, 106
(+886) 02 2363 6005
Open Saturday - Thursday  11.30 - 14.00, 17.30 - 21.00
Friday 17.30 - 21.00