Kamera Polaroid Pink, Antara Kepuasan atau Hedonisme

Saya ambil tasnya, lalu keluarkan kamera polaroid dari dalamnya. Pikiran saya terulur kebelakang saat saya memiliki kamera dengan brand yang sama namun punya jenis yang berbeda. Kamera jadul keluaran tahun 2006 yang sengaja dibelikan almarhum Bapak agar saya bisa mengabadikan perjalanan selama wisata ke Pulau Bali bersama teman-teman SMP. Kamera yang ter-epic dijamannya, berwarna dominan putih dengan liris merah yang mewah dan berisi 36roll foto yang mana selalu membuat saya berhitung menguras otak bagaimana caranya harus pas saat mengabadikan momen selama empat hari tiga malam. Kamera yang benar-benar saya sukai dan saya awet-awet dalam hal pemakaian. Dan bahkan setelahnya--setelah berganti dekade, karena dibelikan Bapak jadi saya jaga dan rawat dengan sangat baik.
 
Almarhum Bapak pecinta fotografi, beliau sendiri memiliki kamera dengan brand yang sama dan kamera tersebut sangat legend. Berat, multifungsi, elegan. Saya ngga tau pasti mengapa beliau suka brand ini : Fujifilm. Samar-samar beliau lebih pilih brand Biru ini daripada brand Kuning saingannya (kala itu) karena terbilang kualitas produknya. Benar saja, kamera Bapak itu sudah dipakai disegala kondisi selama kurang lebih dua puluh tahun, dari sebelum saya lahir.
 

Mungkin jika saya mendapat kamera polaroid ini lima belas tahun yang lalu, saya akan menjadi riang tak terkira, merawatnya sebaik mungkin, memandanginya sesering mungkin, apalagi dengan tagline "membeli dengan uang sendiri" bisa bikin puas diri. Karena saya sangat suka dengan warna merah mudanya, melihatnya membuat saya kembali bersemangat dan berbunga--membuat saya selalu berfikir positif. Ditambah angka 9 nya yang merupakan angka favorit saya membuat saya merasa beruntung memilikinya.

Kebetulan saat saya memandangi kamera polaroid merah muda ini ada mas husband disebelah saya.
Saya lontarkan pernyataan, "Ayy ayy, kenapa ya, tiap kali beli barang bagus sekarang ini aku selalu biasa aja. Padahal kalau semisal aku beli ini pas remaja mungkin aku bisa berbunga-bunga karena seneng banget. Aku ketularan sikap B aja dari kamu nih".
Do'i jawab, "Iyalah, bagus itu. Ngapain lebay beli barang juga~"
Hmmmm...
 
Walau begitu, dari dalam hati saya ingin menumbuhkan hati berbunga-bunga memiliki barang bagus ini, berwarna merah muda ditambah kamera polaroid adalah keinginan Bapak yang tidak terealisasi. Saya bisa mendapatkannya sekarang, saya jadi senang. Dengan tumbuhnya bunga-bunga dalam memiliki sebuah barang yang diingini bisa membuat saya selalu mengucap syukur dan berpuas diri, dengan kata lain bisa mengurangi sifat hedonisme dan rasa ketidakpuasan dalam diri.

Saya mengira Allah menunjukkan jalan agar kita selalu bersyukur dengan dua cara : yang negatif dan atau yang positif. Cara negatif semisal contoh dengan bentuk pelajaran dan kehilangan atau cara yang membuat air mata berlinang. Cara positif semisal contoh yang saya alami saat ini. Saya mampu membeli kamera polaroid beserta aksesorisnya dan saya mampu liburan di bulan kedelapan kehamilan ini. Subhanallah Walhamdulillah Wa laa ila ha ilallah Wallahu akbar.

4 komentar

  1. Kalau pada jamannya ada teman punya kamera baru, yang ke luar dari mulut teman-teman lainnya nggak jauh-jauh dari, "Ciyeeee kamera baru nih yeeee." 🤣 Wk. By the way, selamat untuk kamera barunya mba, meski mungkin mba Lisa nggak sampai jingkrak-jingkrak kesenangan, tapi dari apa yang mba tuliskan di atas, saya bisa merasakan betapa bahagianya mba Lisa punya kamera Polaroid warna pink (which is warna kesukaan mba Lisa) apalagi bisa dibeli pakai uang sendiri, kaaan? 😍

    Jadi bahagianya menular ke yang baca, huehehe, semoga awet kameranya mba, dan bisa jadi alat penyimpan kenangan untuk mba Lisa sekeluarga. Next time di-share dooong hasil-hasil jepretannya, always suka deh sama tone warna polaroid Fuji Film, terlihat khas dan timeless soalnya 😆🍀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya pingin jingkrak-jingkrak mbak Eno, tapi apalah daya perut saya beraaat xD, kalau mendadak encok ditengah jalan bisa berabe urusannya hehe.
      Shiyaaappp,, next saya share disini yak (kalau saya ndak malu hihihi).
      Trima kasii uda visit kesini mbak Eno ^^

      Hapus
  2. Ini kamera polaroid udah lama pengen aku beli, tapi sebenernya buat si Kaka. Cuma msh pending Mulu karena aku masih ragu, si Kaka bakal bosen ato ga. Yg udah2 dia cwpet bosen. Kan sayang jadinya. 😅. Sementara aku ga terlalu suka polaroid.

    Aku baru tau mba Lisa hamil ... Selamat Yaaa mbaa... Semoga lancar sampe due nya ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamera lawas ini mbak Fanny.. Kalau bole kasi saran, bagus yang Instax Mini 70 ato Mini 90, lebih banyak fiturnya biar si Kaka ndak cepat bosan ^^. Dipilih warna kesukaan Kaka aza, biar keinginan untuk memilikinya lebih besar ^^.
      Makasiiii mbak Fanny buat doanya ^^

      Hapus

Hai temans pembaca, salam kenal, saya Lisa.
Saya sangat ingin mendengar komentar temans setelah membaca cerita saya, silahkan, temans bebas berkomentar apa saja namun harap tetap menjaga kesopanan ya.
Terima kasih ^^.