Sekilas Perjalanan Keluarga Alamsyah

Manusia memang tidak tahu masa depan akan seperti apa. Kita hanya bisa menduga dan membuat rencana ke depan harus mengerjakan apa dan mungkin akan tinggal dimana.

Seperti hal nya saya, tidak menyangka setelah lulus kuliah dilamar kekasih hati yang bertemunya saat sama-sama ambil kursus Bahasa Inggris, lalu saya menikah, lalu cepat sekali mendapat rejeki yakni seorang bayi mungil, kemudian tiba-tiba kami bertiga hidup di negeri orang yang sama sekali tidak pernah bayangkan atau bahkan idamkan sebelumnya.

Padahal sebelumnya saya membayangkan dan berencana bahwa setelah kuliah, saya akan mendaftar kerja di instansi pemerintah. Jika belum diterima kerja, saya akan mencari beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang master sambil tetap meneruskan kursus Bahasa Inggris sambil tetap berkegiatan di organisasi lingkungan yang saat itu sedang saya tekuni. Tidak ada bayangan akan menikah cepat hahaha.

Tetapi, semua memang kehendak yang maha pencipta.


Bertemu dengan mas husband dan memiliki bayi mungil Kia adalah anugerah terindah dalam hidup. Saya yang tidak gampang klik dengan seseorang, dan saya rasa butuh usaha ekstra untuk menyamakan visi misi hidup sebelum menjalin sebuah hubungan serius. Rupanya dengan mas husband tidak sesulit itu. Walau sifat kami berbeda jauh, tapi kami gampang klik dan gampang dalam memutuskan sesuatu. Sesuatu ini misalnya jalan-jalan. Berlatar kami punya hobi yang sama, jalan-jalan, jajan, dan suka suasana yang baru, kami selalu melakukan perjalanan saat hari libur tiba. Saya mau flashback kota-kota yang pernah kami kunjungi sebelum pindah ke Taiwan serta cara cari promo hotel murah, kira-kira temans mau lihat ngga ya?hehe.


SOLO
Adalah kota pertama yang kami kunjungi setelah menikah, tepatnya setelah dua minggu menikah. Yup, kami liburan disini tiga hari dua malam. Mas husband memberikan pilihan dan saya diminta pendapat mau jalan-jalan kemana buat kado pernikahan, ke Lombok atau ke Solo. Saya memilih Solo.


Mengapa Solo? Saya terinspirasi bude saya yang kelahiran dan asli Solo. Menurut saya, selain kental akan sejarah budaya Jawa, Solo kota tentram, konon katanya peduduknya alon-alon dan halus tutur bahasanya. Saya ingin berinteraksi dengan masyarakat Solo.


MALANG
Nah ini kota kelahiran saya, ngga afdol rasanya kalau ngga menginap dan berwisata kesini (seharusnya ya). Kenyataannya engga, kami berdua ke Malang dalam rangka saya akan meliput suatu kegiatan. Tapi, sama sekali tidak mengurangi kegembiraan perjalanan dong.



JAKARTA
Sama-sama punya urusan di Jakarta, membuat kami berangkat dan memutuskan menginap selama empat hari tiga malam disini. Lebih asyik lagi saat kopdar dengan teman blogger yang sedang ada di Jakarta. Hahaha, bumil cangkrukan ini namanya. Saya saat itu sedang hamil lima bulan betewei.





Baca juga : Cerita Mendebarkan, Bumil Naik Pesawat.


PAMEKASAN
Saya masih ingat, berangkat ke Pamekasan ini adalah hal yang berat buat saya. Bagaimana tidak, perjalanan jauh ditempuh dengan bus, panas, saat saya puasa dan hamil dua bulan. Tapi demi mendampingi suami yang saat itu sedang jadi pemateri untuk komunitas blogger Madura : Plat M.

Hotel ternyaman di Pamekasan.

Mas husband lagi bicarain tentang berita anti hoax.


BATU
Punya keluarga di Malang adalah salah satu alasan langganan menginap dan berwisata di kota sebelahnya : kota Batu. Saat ke Batu tripnya bertiga karena ada si bayi mungil, Kia. Menginap dua hari satu malam di kota yang terkenal dengan dingin dan sejuk hawanya ini membuat Kia (yang saat itu berusia empat bulan) betah dan kelihatannya dia menikmati perjalanan pertamanya keluar kota ini. Senang rasanya jika bayi tidak rewel saat diajak nge-trip.

Kia nyaman digendongan.

Pagi-pagi digendong Ayah.


LAMONGAN
Kota yang wajib jadi jujukan berikutnya adalah kota yang terkenal dengan kuliner soto nya ini. Mengapa wajib? Karena nenek dan kakek mas husband tinggal disana. Saya merasa asyik sekali karena pergi ke desa Lamongan adalah agenda wajib tahunan. Maklum, saya ini orang kota yang selalu berkecimpung dengan keramaian, pinginnya wisata ke desa yang suasananya sepi nan damai.

Kia dan Ibu punya desa, yeaiyy.


Karena kesamaan hobi jalan-jalan inilah kami terbiasa menggunakan bantuan aplikasi untuk pesan hotel murah tempat kami menginap. Rencananya, nanti kalau pulang ke Indonesia kami ada list kota yang akan dikunjungi, pakai aplikasi lagi dong pastinya. Ada yang tau nama aplikasinya? Yup, saya pakai aplikasi Pegipegi untuk smartphone.

Step 1.

Step 2.

Step 3.

Step 4.


Misal nih, kami ingin pergi ke Bandung tahun depan, bisa booking hotel nya dari sekarang. Harga pun ngga berubah-ubah dan sudah termasuk pajak lho. Pilih hotelnya pun bisa menurut selera, ada yang untuk keluarga, ada katagori mewah, ada pula katagori hemat. Kalau saya ya sudah tentu pilih yang keluarga dan hemat dong. Klik pesan lalu tinggal tunggu hari H nya. Asyik khan?

Doakan kami ya, agar cepat selesai urusan lalu bisa kembali ke Indonesia dan melakukan trip-trip lain.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Segitu dulu cerita kali ini. Terima kasih temans membaca artikel ini sampai akhir. Semoga bermanfaat.
Saya sangat ingin mendengar komentar temans setelah membaca. Silahkan, temans bebas berkomentar apa saja namun harap tetap menjaga kesopanan.
Sayang sekali komentar dengan subjek Anonymous akan terhapus otomatis, jadi mohon kesediaannya untuk memberi nama asli ya.
Terima kasih ^^.
Love, Lisa.