Nuansa Tiga Merah di Chiang Kai-Shek

Saat baru menginjakkan kaki di Taiwan, I was so exciting. Belum-belum sudah bersemangat memikirkan tempat dan daerah mana saja yang bisa kami bertiga untuk jelajahi di akhir minggu atau hari libur atau jika kami mood untuk jalan-jalan. Karena mas husband sudah pernah tinggal di Taipei selama dua semester atau sekitar hampir satu tahun untuk menyelesaikan double degree nya, jadi saya berfikir wah nanti kami tidak akan kesulitan lagi nih jika jalan-jalannya menelusuri ulang perjalanan mas husband.

Saya dan mas husband dari semasa pacaran hingga sudah punya anak satu ini memiliki kesamaan dalam bidang hobi : jalan-jalan dan jajan. Kalau jalan-jalan selalu jajan, kalau jajan ya harus sekalian jalan-jalan. Kebiasaan selama di Indonesia ini sedikit demi sedikit mengalami adaptasi di Taiwan, adaptasiii ???. YAAA. Karena kalau di Indonesia semisal kami berdua pergi, orang tua kami pasti melarang Kia untuk ikut, karena masih bayi bangets alesannya. Nah kalau disini, ngga mungkin dong Kia ditinggal di apartemen sendirian. Mikir begitu aja saya sudah merasa ngenes apalagi melakukannya. Jadi sudah tentu pasti, kami selalu jalan sepaket, bertiga.

Bulan September ini, di Taipei, kami (terutama saya dan Kia) sudah menjelajahi beberapa tempat. Ppelan-pelan akan saya ceritakan di blog ini. Pertama kali kami berwisata ke tempat ini, tempat yang historikal banget buat warga Taiwan, saya rasa kalian sudah tau apa nama tempatnya, atau bahkan sudah pernah jalan-jalan kesini.




Adalah Chiang Kai-Shek Memorial Hall, tempat wisata yang ngehits ngets dan selalu jadi jujukan wisatawan kalau pergi ke Taiwan. Yaa kalau dicari di google sudah banyak yang posting sih. Tapi, teteuplah foto yang diambil sendiri memiliki keunikan dan sudut pandang yang berbeda. Semoga suka ya.


~~~


Chiang Kai-Shek Memorial Hall terdiri dari beberapa bangunan cantik yang menjadi sebuah tanda penghormatan untuk Chiang Kai Shek, pendiri sekaligus presiden pertama Taiwan. Sejarahnya bisa langsung googling ya temans biar lebih akurat. Lho bukannya kesini tujuannya wisata sejarah? Indeed.. Tapi karena masih terkendala bahasa, jadi kami kesini tujuannya hanya untuk memanjakan mata.

MRT C.K.S Memorial Hall, exit 5.



Chiang Kai-Shek Memorial Hall,
No. 21號, Zhongshan South Road, Zhongzheng District, Taipei City.
MRT Chiang Kai-Shek (red line), exit 5.
Open 09.00-18.00, everyday.


Guide.

Arsitektur dari empat bangunan yang saya sorot disini sangat unik, terlihat gagah dan kokoh, masih terjaga keasliannya dan tidak ada tangan jahil yang merusak keindahan bangunan. Keempat bangunan ini saling berhadapan membentuk persegi panjang dengan luas 250.000 meter persegi dan bangunan yang berhadapan memiliki warna yang senada.

Liberty Square Gate

Bangunan pertama adalah (semacam) pintu gerbang atau gapura tempat masuk utama yang disebut Liberty Square Gate. Gapura ini memiliki tinggi 30 meter dan lebar 80 meter serta berjarak 470 meter dari Memorial Hall. Bangunan kedua dan ketiga letaknya berdekatan-berhadapan dan memiliki kemiripan bentuk gedungnya, nama bangunan ini adalah National Theater dan National Concert Hall. Bangunan keempat adalah bangunan utama : Chiang Kai-Shek Memorial Hall, jika dilihat dari atas bentuk atapnya seperti payung (yang terbuka) dan berwarna biru, jika dilihat secara horisontal bangunan mirip sebuah benteng yang gagah dan besar. Bangunan utama ini memiliki tinggi 70 meter.

Sayangnya ketika kami berwisata, sedang dilakukan renovasi bangunan utama sehingga pengunjung tidak diperbolehkan masuk. Untung saja belum naik tangganya ya. Fiuh, membayangkan saja sudah kecewa, naik tangga ngos-ngosan eeh ngga boleh masuk bangunan utamanya. Tapi sekilas kabar, didalam bangunan utama ini kita bisa menikmati berbagai macam peninggalan dari Chiang Kai-Shek serta foto dokumentasi berbagai kegiatannya. Juga ada patung Chiang raksasa dengan warna keemasan. Penasaran sih, tapi ya mau gimana lagi. Lain waktu aja main ke dalamnya.

Mendung sudah menyelimuti langit area Chiang Kai-Shek Memorial Hall, kami menikmati berfoto sebentar dipelataran.





Kemudian kami lanjut menjelajah National Theater dan National Concert Hall. Kami mulai dulu dari National Concert Hall.

National Concert Hall
Dari pintu masuk utama lantai dasar (bawah gedung), kami disuguhkan etalase yang menjajakan berbagai macam oleh-oleh dan souvenir dari tempat wisata sejarah Chiang Kai-Shek ini. Ada berbagai macam bentuk keramik, sumpit, gantungan kunci, stiker, postcard dan masih banyak jenisnya. Semua dihargai dengan mata uang dolar Taiwan lho ya hehe, atau yang bisa kita sebut dolar NT. Agak masuk kedalam, terdapat cafe dan semacam tempat kolaborasi antara perpustakaan dan stationery. Unik banget. Kesan mewah dan harum kopi dan ornamen klasik ala Asia Timur begitu kental. Di tempat ini pengunjung juga bisa menemukan berbagai macam bentuk oleh-oleh yang unik dan ngga ada duanya, tentunya oleh-oleh tersebut bergaya Taiwan ya. Gimana sih gayanya, hmm, kesini deh, rugi kalau ngga kesini. Kami tidak naik ke atas karena sudah terlanjur puas dengan nuansa bawah gedungnya, jadi kami langsung lompat ke gedung didepannya.


Ornamen gedung bagian luar National Theater dilihat dari dekat.

Berbeda dengan kembarannya, bawah gedung National Theater dimulai dari pintu masuk sudah terlihat satu restoran yang ramai pengunjung. Kemudian masuk kedalam terdapat toko aksesoris (yang lumayan tidak ramah di kantong kami ha ha), high class gitu. Semakin kedalam terdapat semacam musium tempat memamerkan alat musik biola.

Denah pada dinding.
Kami iseng turun ke bawah (ini sudah dibawah gedung, eh masih ada bawah tanahnya, eksplor lah kami). Anak tangganya begitu mewah, semakin mewah dengan adanya karpet berwarna merah yang tak putus-putus melapisi dan mengikuti alur anak tangga. Di dinding tangga pun ada yang bergambar denah gedung. Sampai di lantai paling dasar dan kami tidak menemukan apa-apa selain orang-orang berjas hitam, kami bergegas menuju atas, takut jikalau kami melewati ruangan yang tidak diperkenankan oleh pengunjung. Maklum sih, kurang petunjuk dengan huruf latin, kebanyakan petunjuk disini ditulis dengan bahasa Zhongwen.

Selesai menjelajah gedung kami berjalan menuju sebuah taman dekat National Concert Hall, karena Kia sudah ngga sabar minta mikcu. Hahaha, ngga ada breastfeeding room sih, di ruangan tertutup malah banyak pengunjungnya, yaudah pindah ke taman deh. Sayangnya abis Kia mikcu, mas husband minta langsung pulang karena hari sudah sore dan anginnya kencang, jadi tidak sempat mengabadikan taman yang indah ini.


~~~


Dari bulan September hingga bulan Februari ini, Chiang Kai-Shek Memorial Hall menjadi tempat favorit kami untuk dikunjungi. Bukan hanya karena gedungnya, tapi juga pelatarannya. Di pelataran ini kami bisa berjemur dikala matahari nyentrong (mohon maklum, akhir tahun bagi kami Taipei dingin sekali, jadi ketika matahari sedang bersinar kami 'khususnya saya' tidak ingin melewatkan untuk menikmati hangatnya sinar matahari), Kia juga bisa berjalan bebas, kami pun juga suka berpiknik disini pemandangannya luas tak terhalang tembok beton.

Kami juga memulai Vlog pertama di tempat ini, kalian kalau mau lihat, langsung aja klik disini.

Sekian artikel saya, sampai jumpa di artikel selanjutnya :).

Tidak ada komentar

Hai. Terima kasih sudah berkunjung.
Bunga mawar mekar di taman. Beri komentar lalu berteman ^^

Diberdayakan oleh Blogger.