Ayu's Wedding (short story)

Akhirnya.. Hari yang dia tunggu-tunggu, telah tiba..




Mempertahankan sebuah hubungan memang gampang-susah-gampang-susah. Satu banding satu. Yang diawal memang terasa manis, tapi kalau sudah lama, berkurang manisnya, atau mungkin bisa hilang manisnya.

That's why, jika kita menyukai dan mencintai orang lain, cintai dia bukan karena fisiknya saja, tapi juga sifatnya. Dan cintai orang sekedarnya saja, tidak boleh berlebihan. Karena kita perlu sikap realitis.

Sepupu yang satu ini termasuk yang paling gigih memperjuangkan hubungannya. Memang jadi rapuh karena tempaan permasalahan, tapi dia kuat. So, congratulation to you. Ini adalah awal dari perjalananmu membina hubungan yang sebenarnya, jadi kamu harus lebih kuat.

Congratulation !

Setelah dua bulan lalu, Nuril melangsungkan akad dan resepsi, kini giliran Ayu. Satu persatu cucu-cucu terakhir dari mbah Hajjah Mukarromah lepas dari orang tua untuk membina kehidupannya bersama pasangan. Pito, Saya, Nuril kemudian ada Ayu. Tinggal Mas Dana dan Asri yang akan segera menyusul. Cerita akad dan resepsi Pito bisa dilihat disini, dan Nuril bisa dilihat disini. Cerita pernikahan Saya sendiri ada disini.

Anak, Cucu, Cucu Mantu, dan Cicit Alm. Hajjah Mukarromah


Asri & Mas Dana

Berlangsung selama dua hari (7-8 Juli 2018), Sabtu untuk Akad dan Minggu untuk Resepsi. Sayangnya untuk Akad, saya tidak bisa hadir. Saya, Ayah dan Kia berangkat hari Minggunya. Tidak langsung menuju gedung, tapi mampir dulu jemput bude-bude dan sepupu-sepupu di Hotel Willis Indah Malang.

Si cantik dan krucil-krucil

After ramah-tamah, dandan-dandan, kami langsung cus ke tempat resepsi.

Bertempat di Aula Skodam Malang, resepsi berlangsung meriah dan lama, hihihi saking banyaknya tamu yang hadir belakangan.

Sayangnya saya tidak bisa mobile, karena saya asyik dengan bayi sekaligus anggota baru keluarga, hehehe. Oleh sebab itu, beberapa dokumentasi saya ambil dari kamera Ibu & Asri.

Tidak lupa, kami bertiga mendokumentasikan kehadiran lewat Photobooth yang telah disediakan.

Kia : ampunilah kedua orang tua hamba yang selalu girang ini Ya Allah. Hahaha #CiumGemasKia

Wanita-wanita cantik ini pun tak ingin ketinggalan...

Tante & Ibu Gue

Selamat untuk kedua mempelai. Semoga menjadi keluarga yang rukun, mawaddah dan warohmah. Aamiin ^^

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Segitu dulu cerita kali ini. Terima kasih temans membaca artikel ini sampai akhir. Semoga bermanfaat.
Saya sangat ingin mendengar komentar temans setelah membaca. Silahkan, temans bebas berkomentar apa saja namun harap tetap menjaga kesopanan.
Sayang sekali komentar dengan subjek Anonymous akan terhapus otomatis, jadi mohon kesediaannya untuk memberi nama asli ya.
Terima kasih ^^.
Love, Lisa.