Kek Gimana Sih Rasanya Pake Cincin Tiny?


Duh sis, ngga ada habisnya cerita kalau membahas tentang perhiasan ya. Semula ngga suka lama-lama jadi suka. Emang bener sih ini pepatah lama :  jalaran tresno soko nggelibet ae~



Jujur saja, saya ngga pandai beli perhiasan emas. Modal cuma lihat looknya unik, mikir ribuan kali baru kalau beneran sreg--beli. Makanya pan, sering dibuat kecewa saat paket perhiasan itu datang. Kali pertama saya beli perhiasan emas, via marketplace di Indonesia dan waktu itu minta sama si adik agar bisa dikirim ke Taiwan (dengan cara diselempitkan dalam baju--mungkin karena saking kecilnya itu emas sampai dibiarkan lolos di beacukai ya), saya pernah tuangkan ceritanya diblog ini barangkali temans sudah membacanya. Dan setelah membuka paketnya saya pun kecewa.

Kali kedua beli perhiasan emas tapi bukan emas solid sih tapi saya puas banget sama kreasinya. Berawal dari melihat online hingga dibela-belain datang ke studio pembuatan perhiasannya. Alhamdulillah banget udah lima bulan dipake terus setiap hari ngga ada issue apa-apa. Lisa approved!

Nah kali ini (kali ketiga ya) pengalaman beli perhiasan via online ingin saya bagi kisahnya disini. Sama seperti saat beli perhiasan kali kedua, saya jatuh cinta dengan tema custom nya yang berasa ngga ada yang "ngembarin" gitu ya, ekslusip lah kalau kata orang. Perusahaan C ini sudah berdiri sejak lama, diklaim sejak tahun 1982 gaess dan letak kantornya hanya ada di Surabaya. Saya tertarik sama salah satu projeknya, si cincin custom. Bisa bebas custom tulisan (dengan berbagai bahasa dan karakter), bisa pilih kadar emasnya (16K atau 17K) dan bisa pilih warnanya (gold; rosegold atau whitegold). Hmm menarik.

Awalnya saya tertarik pingin beli gelang hybridnya (gabungan bangle dan gelang rantai plus ada inisial namanya). Saya ingat tahun 2021 agak ragu mau beli si gelang hybrid lantaran waktu itu masih tinggal di Taiwan dan konon katanya pengiriman segala macam emas dari Indonesia ke Taiwan itu dilarang banget. Terpaksa kudu ngempet kan ya daripada ambil resiko diambil beacukai Taiwan dan disuruh nebus misalnya, jadi rugi dua kali dong ya. Nah di tahun 2023 bulan Juli ini sudah pulang Indonesia--gamang tuh sayanya, mau pilih si gelang hybrid tapi inisial namanya (yang saya suka) uda habis (dan mereka uda ngga produksi lagi) atau mau pilih gelang aksara. Yap pada akhirnya saya pilih gelang aksara yang alhamdulillah masih sanggup (dari bulan Juli hingga ditulisnya artikel ini) menemani tangan saya bekerja keras di rumah.


Karena sudah punya gelang, maka saya lupa sama si perusahaan C ini. Tapi entah mengapa saya kepentok pepatah jawa : jalaran tresno soko nggelibet ae. Nggelibet ae diberanda FYP secara tiba-tiba (ini masih jadi misteri buat saya, padahal ngga nyari perhiasan digugel atau disosmed atau dimarketplace manapun lo, cuman mbatin aja, lha koq ya postingan si perusahaan C muncul--kebetulan saya juga follow dia). Ngeliat banyak testimoni positip dari customernya, jadi muncul keinginan buat beli perhiasan (lagi). Duh dasar perempuan...

Uda punya gelang pan, kali ini inginnya pilihan perhiasan jatuh ke yang simpel aja, yang ngga terlalu kelihatan, yang bisa dipakai daily dan ngga ngganggu aktivitas gendong bayi. Jatuhlah pilihan ke cincin custom tiny font. Mulailah saya membandingkan harga, kalau bisa murah dan bagus, kenapa kudu pilih yang mahal. Ini prinsip.

Si perusahaan C ini berafiliasi dengan beberapa toko emas offline dan online di Indonesia. Ada dua toko emas yang saya sorot karena sering diiklankan di perusahaan tersebut sedang memasarkan projek letternya. Satu toko emas di Bali dan satu lagi toko emas di Kendari. Yang di Kendari punya kelebihan bisa menawarkan cincin projek letter kadar 20karat atau 87,5%, sayangnya dia tidak menanggapi chat saya hingga berminggu-minggu (chat saya baru dijawab setelah make a deal di toko emas di Bali). Maka saya pilih yang mau fast respon : toko emas di Bali. Anyway, kenapa ngga langsung beli di perusahaannya langsung sih? Kenapa kudu ribet nyari di toko lain?

Saya cari yang lebih murah cyin, saya ingat ini hanya emas perhiasan, bukan emas batangan. Emas perhiasan pasti nantinya akan mengalami penurunan harga dan banyak potongan ini itu saat akan dijual kembali. Walau memang ngga ada niatan untuk ngejual sih, tapi ini kalau soal harga memang jadi pertimbangan utama buat saya. Kalau barangnya sama dan punya dua harga (lebih tinggi dan lebih rendah), maka saya cenderung lebih memilih harga yang lebih rendah dimanapun tempatnya.

Di perusahaan C cincin custom tersebut dijual dengan harga Rp 1.391.000 nett per pcs nya dan harus full payment diawal. Sementara toko emas di Bali menawarkan harga Rp 1.400.000 dan menghitung harga dari per gramnya, pun bisa DP sejumlah rupiah dulu, sisanya harus dibayar saat barang sudah jadi. Yang jadi pertimbangan, semisal cincinnya jadi beratnya dibawah satu gram, maka toko emas di Bali pilihan yang OK untuk soal harga. Tapi kalau cincinnya punya berat lebih dari satu gram, maka beli diperusahaan C lebih bagus. Unda undi ya pilihannya. Maka saya riset dulu kebanyakan si cincin tiny font ini kalau jadi berapa gram, ternyata tergantung custom tulisannya. Empat huruf ngga sampai segram lah ya, bismillah pilih toko emas di Bali.

Kemudian saya chat admin pertama toko emas Bali, ngga mau basa basi langsung aja tembak : saya mau cincin custom tiny font, ukuran sekian, kadar paling tinggi, berapa harganya, jadi berapa hari dan perlu DP berapa. Sudah didata mereka, diberi info jumlah DP yang harus dibayar lalu dikirimkanlah stiker bertuliskan nomor rekening mereka. Saya bisa transfer satu jam kemudian (taulah ya bund kalau weekday dan bukan jam tidur anak maka saya hectic banget main sama mereka) dan saya kirim bukti transferannya. Lalu tak ada kabar dari si admin. Satu jam, dua jam, dua belas jam... Ditipu kah saya?

Besok siangnya, saya chat lagi si admin ini. Tanya, apa saya ngga dikasih tanda terima, tidak dibalas dong. Padahal dia online lho. Iya siii customernya ada buwanyak--ngga hanya saya, saya taauuu. Tapi yaa gimana ya, masa ya begitu pelayanannya. Awal-awal aza fast respon, setelah transfer DP dia menghilang.

Karena sampai sore ngga ada balasan, saya chat di admin kedua di nomor berbeda. Kedua nomor ini tertera di bio sosial medianya. Oleh admin kedua dibalas dua jam kemudian, kemudian admin pertama membalas dijam yang sama. Saya lanjutkan komunikasi di admin pertama, request huruf diberi hiasan (karena takut terlalu polos). Oleh admin pertama diiyakan dan diberi tanda terima pemesanan sudah DP.

Setelah lima minggu lebih empat hari menunggu, muncullah chat dari admin pertama "Malam kak mau info untuk pesanan cincinnya selesai ya". Lalu setelah itu menghilang lagi dia wkwkwk. Gitu doank mbak?

Baru siang besoknya dia membalas sisa pembayaran dan foto hasil cincinnya, itupun karena saya yang minta (komunikasi sama si admin pertama kayak nagih hutang aja). Pun saya minta dikirim ke Yogya dengan ongkos dibebankan ke saya. Saya transfer total harganya dan meminta difotokan resinya jika sudah dikirim. Dia tak membalas (lagi). Itu hari Minggu ya, Seninnya saya ingatkan lagi untuk kirim bukti resi pengiriman. Selasa terlewati, kemudian hari berganti Rabu. Tidak ada balasan dari dia. Hoomaigatt, sudah dikirim ato belum sii.

Saya chat lah ke admin kedua, minta maaf kasih chat berulang (karena admin pertama sangat tidak responsif) dan minta resi pengiriman. Ngga lama dia balas dan admin pertama sudah dia ingatkan untuk cari resi pengirimannya. Baru sore harinya saya mendapatkan resi pengiriman dari admin pertama.

Hari Kamis sore paketnya datang. Wajib bersuka ria kah karena ternyata tidak ditipu? Ditahan dulu gembiranya sampai paket dibuka. Paketnya baru dibuka malam harinya dan jeng jeeeenggg. Begini penampakannya..


Hati jadi relieved namun tak terlalu senang, tapi wajib bersukur karena akhirnya tidak tertipu. Cuman ngga expect aza cincinnya memang korean look banget--so tiny. Besarnya sekitar seperempatnya cincin nikah saya wkwkwk. Jadi mbanding-mbandingin deh ama toko perhiasan aksara jawa, kalau aja beli cincin disana akan lebih "kelihatan" bentuknya dengan harga yang lebih terjangkau. Dassaarr perempuan, tukang pembanding.


Walau admin pertamanya agak aneh, tapi saya salut sama tim packagingnya. Rapih banget, kelihatan kalau dia (tim packaging) sudah profesional menangani orderan online. Packagingnya sangat memuaskan pembeli, walau berujung jadi menumpuk sampah plastik di rumah ya. Memang sudah seperti SOP, kalau kita kirim perhiasan dan atau logam mulia untuk dijual dan atau dihadiahkan, packingannya itu khusus gaess, agar apa, agar kalau saat discan isi kardusnya tidak langsung ketara kalau isinya adalah barang sangat berharga seperti emas. Mencegah agar tidak mudah dicuri juga. 



Ternyata oh ternyata size 14 terlalu besar untuk jemari tangan kiri saya. Cincinnya tipis juga--rawan lepas kalau semisal engga benar-benar nancep dijari. Dan setelah dicoba pakai seharian, ternyata engga enak pula pakai cincin ditangan sebelah kiri. Saya taruhlah ditelunjuk tangan sebelah kanan. (mbatin terus : tipis banget cincinnya ya allah, moga-moga ngga lepas waktu nyuci beras atau pasang sprei).

Hampir seminggu ini cincin nangkring dijari telunjuk saya. Alhamdulillah masih rejeki, dia masih nangkring dijemari. Dan dirasa-rasa cincin tiny ini cocok sama tangan saya, ngga overlook juga kan. Cuman kalau lagi mandiin bayi dan pakai lotion/lulur, si cincin tiny ini wajib dilepas. Karena selain tiny bentuknya, furnish tepiannya itu ngga edge ato ngga bulat gaes melainkan kotak, si bayi pernah kesentil soalnya akibat gesekan telunjuk ibunya (yang pake cincin ini). Juga, bagian dalam cincin rupanya tidak full melainkan ada motif 3D yang menjorok ke bagian cincin, nah kalau ngga dilepas saat pakai lotion atau lulur, scrub dan lotionnya bisa masuk kedalem pan, kalau dibiarin bisa jadi kerak terus menghitam, takut jadi jelek cincinnya ntar.


Mas husband berkomentar : jelek cincinnya, kurang besar..

Ya gimana ya pak, istrinya ini low profile banget deh. Ngga suka akutu pakai sesuatu yang mencolok gitu. Pan cocok ama bapak yang suka kepengen jadi pusat perhatian ye khan. Jodoh kita emang~ Aamiinn.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Segitu dulu cerita kali ini. Terima kasih temans membaca artikel ini sampai akhir. Semoga bermanfaat.
Saya sangat ingin mendengar komentar temans setelah membaca. Silahkan, temans bebas berkomentar apa saja namun harap tetap menjaga kesopanan.
Sayang sekali komentar dengan subjek Anonymous akan terhapus otomatis, jadi mohon kesediaannya untuk memberi nama asli ya.
Terima kasih ^^.
Love, Lisa.