Header Ads

Kuda Putih


Jika awan rindu ditelan mendung dan purnama Amerika berbeda dengan purnama Surabaya,..
Bilakah dia akan kembali dan berani menanyakan akan cinta yang pernah dimilikinya empat-lima tahun yg lalu..?
Aku diam-diam terkesima dengan sosoknya yang selalu melintas dibenak, yang pernah nyata empat-lima tahun silam. Sosok yang dingin namun hangat,.
Sosok yang malam ini tiba-tiba aku rindu..
Seolah jarak matahari kian menjauh dengan bulan. Apalah aku, siapa lah aku yang harus maju...? Hanya bulan yang tak memiliki sinar..
Dia nyata, namun tak nyata.
Dia semu, namun terlihat jelas.
Dan kini dia kian menghilang, terbiasa berjalan di lorong dan memandangiku yang melihat purnama.
Sendirian..
Berhenti, berdiri disebelahku, menemani dan membuat suasana semakin hening.
Dia tak banyak bicara, aku tak suka bicara
Dia tak terbiasa membicarakan cinta, aku terbungkam oleh cinta
Dia berbicara dengan bahasa tubuhnya, gerakan tangannya, dan senyum dibibirnya
Dia melegakan jiwa
Aku ingin dia melegakanku kembali, dengan ceritanya, suaranya yang mengundang rindu
Tak pelak dia begitu dicintai lingkungannya
Apalah aku, aku hanya pendatang
Yang diterima dia dengan tangan tertutup, pada awalnya
Dia yang tak ingin mengenal cinta
Aku yang membenci cinta
Kadang aku tak mengerti bahasanya, apakah itu yang membuatnya tak banyak bicara?
Rambut hitam keemasan terbawa angin sumilir
Dibawah pohon
Rindang dan damai
Aku terbawa suasana yang berbeda dengan negeriku
Dia membawa kuda putih kesayangannya
Dia berkata, "aku selalu ada untukmu" dan hanya kubalas dengan senyuman
Tanpa memberi harapan, seperti biasanya
Setidaknya, aku tidak sepenuhnya kehilangan dia
Walau aku bisa mengantar ke ujung perpisahan
Dia hidup dalam memoriku..
Walau dia tak kembali, tak apa
Dia hidup dalam memoriku..

Love,

Tidak ada komentar

Hai. Terima kasih sudah berkunjung.
Bunga mawar mekar di taman. Beri komentar lalu berteman ^^

Diberdayakan oleh Blogger.