Header Ads

Qi Luo in Mars (2004) - Kebaikan Karakter Perempuan Yang Membuat Iri

Ahh..
Hai teman-teman. Maafkan ya kalau diawal artikel sudah terkesan mengeluh.. Tapi sungguh, perasaan di hati tiba-tiba berubah menjadi berarus seperti lautan, setelah tamat melihat film drama Taiwan berjudul Mars. Film ini sudah lama ditayangkan di Indonesia sekitar tahun 2004, kala itu aku masih SMP. Yang tau dan ngikutin film ini...pasti kita seumuran xixixi.

Chen Ling dalam film Mars diperankan oleh Zhou Yu Min yang akrab dipanggil Vic Zhou atau Zai-zai. *ahh.. Idola aku jaman bahula hihihi*. Sekedar mengingatkan kembali, nama Vic Zhou melejit ketika dia membintangi film Meteor Garden dengan berperan sebagai Hua Ze Lei. Hayoo siapa yang juga nge-fans sama si Lei ini.. Angkat tangan! *aku ngacung duluan*. Meteor Garden adalah film serial dari Asia Timur pertama yang masuk pasaran Indonesia dan langsung meledak bak bom di Sarinah #ehh. Meteor Garden ini menjadi cikal bakal film Boys Before Flower dan sebangsanya (dengan cerita mirip mirip melipir). Tapi aku bukan mau bahas film-film itu...

Nah, kalau di Meteor Garden, Vic Zhou berperan sebagai pria baik imut kalem dan sebagainya. Di film Mars, dia berperan sebagai pria yang 180 derajat berkebalikan : pria cool keren nakal tegas suka bercanda. Daan bikin aku (saat remaja dan hingga sekarang) semakin sukaaakk. Ha ha ha, tapii lagi-lagi bukan itu yang ingin aku bahas... *nyengir*

Yang ingin aku bahas disini adalah tentang karakter Qi Luo yang membuat aku terpukau. Han Qi Luo diperankan dengan sangat baik oleh Barbie Tsu.


Karakter Qi Luo dan Ling berbeda 180 derajat, namun di akhir cerita mereka dikisahkan berjodoh. Ling adalah laki-laki playboy dan sembarangan namun setelah perkenalan yang singkat Ling dimata Qi Luo adalah laki-laki yang memiliki keberanian, jiwa yang kuat untuk maju dan menghadapi setiap masalah kehidupan, selalu tidak peduli sekitar, bisa mengerti ucapan Qi Luo yang kala itu takut berdekatan dengan laki-laki, dan mengubah sudut pandang Qi Luo terhadap laki-laki. Hal inilah yang membuat Qi Luo menyukainya dan bersedia untuk terus berada disamping Ling.

Tssaaahh tulisanku kenapa jadi melow begini -___-

Berawal dari lukisan yang dibuat Qi Luo untuk Ling secara tidak sengaja, mereka jadi sering berkomunikasi. Ling trenyuh karena lukisan tersebut memberikan makna baginya. Kemudian mengejar Qi Luo sebab dari Qi Luo lah dia merasakan kenyamanan. Dan Qi Luo menjadi cinta pertama Ling.

Trauma Qi Luo terhadap laki-laki menjadi hilang karena Ling. Pada film ini diceritakan pula mengapa Qi Luo menjadi trauma berdekatan dengan laki-laki (yakni disebabkan dilecehkan oleh ayah tirinya). Namun dengan sifat Ling yang apa adanya, trauma Qi Luo berangsur menghilang. Qi Luo bisa kembali terbuka dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dua hal yang membuat aku iri terhadap karakter Qi Luo : Rasa percaya dan Keikhlasan.
Ketika rasa percaya terhadap seseorang menapaki tingkat kesempurnaan, hanya hal-hal positif lah yang muncul. Dengan begitu, seseorang akan berbuat apapun untuk mempertahankan kepercayaan tersebut. Rela berkorban, kesabaran yang tinggi dan selalu mengalah adalah sifat yang mengikuti setelah rela berbuat apapun.
Sementara aku, aku hanya perempuan yang tidak bisa memulihkan kepercayaan terhadap laki-laki. Ingin sekali bisa 100% percaya laki-laki, kalau tidak bisa 100% setidaknya angka kepercayaan yang mendekati 50% sudah lebih dari cukup.


Tragedi yang dialami Qi Luo dan Ling dalam film ini ternyata tidak menggoyahkan hubungan mereka. Ketika Ling sangat marah terhadap Qi Luo dan memutuskan untuk tidak berpacaran lagi, ternyata Ling tidak bisa menghapus bayangan Qi Luo walau sudah berkencan dengan beberapa wanita seksi. Akhirnya Ling menginginkan kembali ke sisi Qi Luo. Qi Luo yang begitu percaya terhadap Ling dengan tangan terbuka mau menerimanya kembali.

Di beberapa episode terakhir, diceritakan bahwa Ling melepaskan kehidupan kelamnya termasuk untuk tidak mengendarai motor dan balapan motor, kemudian memutuskan untuk kembali ke sisi ayahnya yang seorang bos perusahaan IT terbesar di Taiwan. Ling meminta tolong pada ayahnya untuk membebaskan dia dari fitnah dan tuntutan ayah tiri Qi Luo terhadapnya, dan Ling memberikan jaminan melepaskan semuanya. Namun ternyata, kembali mengikuti jejak ayahnya menjadi pebisnis membuat Ling tidak bersemangat. Disinilah peran Qi Luo untuk bernegosiasi dengan ayah Ling agar membiarkan Ling kembali ke dunia balap.


Ayah Ling tidak serta merta menyetujui permintaan Qi Luo, mengingat ayah Ling yang sebenarnya (yang merupakan adik kandung ayah Ling sekarang) meninggal bukan karena kecelakaan melainkan meninggal di arena balap. Ayah Ling yang sekarang menekankan bahwa dunia balap sangat tidak aman dan bisa merenggut nyawa Ling setiap saat. Namun Qi Luo memiliki keikhlasan (dan sangat membuatku iri karena aku tak bisa seperti itu). Qi Luo berkata, "Aku tahu Ling berada dalam dunia yang tidak aman, dan jujur saja aku sering merasa ketakutan. Setiap Ling mau keluar, aku benar-benar khawatir, apakah ini terakhir kali melihatnya. Tapi dunia balap adalah pilihan hidup yang dipilih Ling dan ayahnya. Kita.. hanya menggunakan cinta kita yang egois untuk membatasi pilihannya. Cinta menjadi mulia karena tidak mengharapkan apa-apa kan? Kalau begitu kita tidak berhak menyuruh Ling melepas impiannya...". Dan kemudian ayah Ling menyetujui permintaan Qi Luo.

Oh God... Sebagai perempuan aku tidak punya kedua karakter itu. Apa yang bisa diharap dariku... (Ini perasaan yang jujur membuat nyali menyukai orang jadi menciut)

Dalam film ini aku banyak sekali mengambil hikmah kehidupan. Banyak sekali filosofi dan perumpamaan yang menyerupai kehidupan yang dijabarkan dalam film ini. Tentu saja berbeda dengan drama asia yang akhir-akhir ini masuk dan menjamur di perfilman Indonesia. Oleh karena itu aku tak pernah bosan nonton, terhitung tiap tahun sekali aku menamatkan film ini.

Kalau kamu gimana? ^^

No comments

Hai. Terima kasih sudah berkunjung.
Bunga mawar mekar di taman. Beri komentar lalu berteman ^^

Powered by Blogger.