Header Ads

NUDIBRANCHIA : mahluk cantik penghuni laut dalam

Tahun 2010, aku mendapatkan tugas menjabarkan tentang kehidupan Nudibranchia dari dosen PJMK Avertebrata Air. Sejak pertama kali aku mempelajari hewan cantik ini, aku sudah jatuh cinta. Tapi tidak kusangka, Nudibranchia adalah type hewan pemangsa karang, salah satunya porifera. Hmmm *emotikon geleng-geleng*

Mari kita lihat, apakah aku mampu mengingat kembali dan menulisnya disini.

Nudibranchia adalah kelompok keluarga siput laut terbesar di perairan. Nudibranchia adalah Moluska tidak bercangkang yang seringkali berwarna terang dan mencolok. Nudibranchia merupakan ordo terbesar dari Opisthobranch dan terdiri dari 3000 spesies yang telah teridentifikasi. Nudibranchia berasal dari kata “Nudus” dalam bahasa latin yang berarti telanjang dan “Branchia” dalam bahasa Yunani yang berarti insang. Istilah jika kedua kata ini digabungkan berarti insang telanjang. Istilah ini mengarah pada organ respirasi eksternal yang terdapat di Nudibranchia.

"Selamilah dasar laut, maka akan kau temukan dunia bawah air yang indah. Selami dan dalami pikiran kemudian eksplor dan tekuni kelebihanmu, maka akan kau temui bahwa kecerdasanmu diatas rata-rata"
Prof. Amin Alamsyah

Bentuk yang beragam, warna, pola tubuh dan sisi ekologi yang terdapat di Nudibranchia menarik untuk dipelajari. Sebagian besar nudibranchia memiliki warna cukup menarik yang digunakan dalam sistem pertahanan diri. Spesies Nudibranchia yang telah teridentifikasi di kawasan peraian Indonesia sebanyak 59 spesies dan terdiri dari 15 famili.

Populasi nudibranchia dipengaruhi oleh faktor fisik (suhu dan gelombang) dan faktor biologi (mangsa/makanan, kompetisi, dan predator). Nudibranchia dalam rantai makanan berperan sebagai pemangsa maupun mangsa dengan berbagai upaya penyesuaian diri terhadap lingkungan. Nudibranchia merupakan salah satu invertebrata laut yang bersifat karnivora. Nudibranchia merupakan predator bagi hewan bentik, Porifera, Bryozoa, Hydroid, dan Anemon (karang). Bahkan ada beberapa Nudibranchia yang bersifat kanibal. Sebagian besar spesies Nudibranchia merupakan predator bagi Porifera. Pada tubuh Porifera terdapat racun yang merupakan salah satu bentuk adaptasi dari predator. Hexabranchus sanguineus memakan Porifera jenis Halichondria yang memproduksi racun bagi Nudibranchia. Racun ini meskipun dalam jumlah yang kecil, dapat digunakan sebagai senjata kimia oleh Nudibranchia untuk menghadapi serangan ikan. Untuk mencegah keracunan, senyawa kimia untuk pertahanan tersebut disimpan oleh Nudibranchia dalam kelenjar pencernaan, namun ketika ada predator, senyawa ini diubah menjadi senyawa toksik dan dikirim ke jaringan luar. Kebanyakan spesies Nudibranchia memiliki kemampuan untuk memindahkan metabolit Porifera dari dalam kelenjar pencernaan ke kelenjar mantelnya.

Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas dan kecerahan perairan merupakan faktor dasar yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan menjadi faktor pembatas distribusi suatu jenis biota. Suhu mengontrol laju proses biokimia dan metabolisme tubuh biota, termasuk Nudibranchia. Hampir semua jenis biota laut dikenal bersifat stenotolerant untuk suhu, dalam artian bahwa biota-biota tersebut umumnya memiliki kisaran suhu yang sempit. Perubahan dan fluktuasi suhu perairan laut dapat menyebabkan akibat yang kurang menguntungkan bagi biota laut, misalnya terhambatnya pertumbuhan, terganggunya proses respirasi, kematian individu dsb. Pada Nudibranchia, salinitas diketahui memiliki pengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan larva. Setelah menetas dari telur, larva Nudibranchia berkembang menjadi larva planktonik selama kurang lebih 44 hari, dimana salinitas optimum untuk perkembangan larva tersebut adalah >20 ‰. Pengaruh kecerahan bersifat tidak langsung terhadap Nudibranchia tetapi faktor yang terpengaruh oleh kecerahan adalah ketersediaan mangsa (Porifera). Porifera memiliki potensi sebangai mangsa Nudibranchia. Cahaya secara tidak langsung akan mempengaruhi alga (zoochlorellae) simbion yang terdapat pada Porifera. Hubungan simbiosis ini menunjukkan bahwa Porifera mendapat keuntungan dengan mendapatkan produk fotosintesis sehingga energi yang terdapat dalam jaringan Porifera semakin meningkat. Secara tidak langsung Nudibranchia yang diduga memangsa Porifera akan mendapatkan nutrisi yang lebih besar.

Terdapat hubungan langsung antara tutupan karang hidup dan keanekaragaman spesies organisme bentik. Diduga bahwa jika tempat dimana tutupan karang baik, maka makin banyak jumlah Nudibranchia dan makin baik keanekaragaman spesiesnya. Terumbu karang di Indonesia yang mencapai 51 % dari luas 99.513 km2 terumbu karang di Asia Tenggara, saat ini hampir 85% terancam rusak, sedangkan 50% nya mendapat ancaman kerusakan yang tinggi. Berdasarkan data kerusakan terumbu karang tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Nudibranchia ikut terancam.

Nudibranchia memiliki potensi sebagai antivirus dan antikanker. Hal ini telah menarik para peneliti untuk mengeksplorasinya. Saat ini di Indonesia, belum ada data pasti mengenai keanekaragaman Nudibranchia dan penelitian mengenai Nudibranchia belum banyak dilakukan.

Aku rasa cukup dengan bahasan berat-nya. Yuk, mari kita lihat kecantikan spesies-spesies Family Nudibranchia.


Chromodoris willani, Papua Nugini


Flabellina iodinea


Godiva quadricolor, Swan River - Western Australia


Hypselodoris bullocki, Sipadan - Malaysia


Nembrotha chamberlaini, Sipadan - Malaysia


Notodoris minor, Queensland - Australia


Oxynoe olivacea


Two clown Nudibranchs, Selandia Baru

Keberadaan Nudibranchia juga menjadi salah satu kekayaan hayati di Indonesia. Mereka memiliki peran dalam rantai makanan dan membutuhkan identifikasi keanekaragaman lebih lanjut. Yuk, mahasiswa baru yang akan menyelesaikan tugas akhir, barangkali memiliki minat pada hewan ini, bisa mengambil judul skripsi tentang Nudibranchia xixixi.

Tidak ada komentar

Hai. Terima kasih sudah berkunjung.
Bunga mawar mekar di taman. Beri komentar lalu berteman ^^

Diberdayakan oleh Blogger.